Menjelajah Perth, Kota Incaran Wisatawan Indonesia - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Tourism Western Australia

Menjelajah Perth, Kota Incaran Wisatawan Indonesia

Alek Kurniawan
Kompas.com - 15/09/2017, 15:49 WIB
Berdasarkan data Pemerintah Australia Barat tahun 2017, kunjungan wisatawan Indonesia ke negara bagian itu meningkat 12,3 persen atau hampir sebanyak 30 ribu wisatawan (dibandingkan tahun lalu).Shutterstock Berdasarkan data Pemerintah Australia Barat tahun 2017, kunjungan wisatawan Indonesia ke negara bagian itu meningkat 12,3 persen atau hampir sebanyak 30 ribu wisatawan (dibandingkan tahun lalu).

KOMPAS.com – Menikmati suasana kota dengan pemandangan gedung pencakar langit yang menawan bisa menjadi pilihan aktivitas liburan akhir pekan. Namun, pernahkan terpikir untuk menjelajah kota dengan berlayar?

Cobalah terbang ke Perth, ibukota Australia Barat ini juga tak kalah menarik untuk memikat hati wisatawan Indonesia. Di sana terdapat sebuah tur menjelajah kota dengan menggunakan kapal tradisional suku Aborigin.

Dilansir dari Perthnow.com.au, Minggu (11/6/2017), Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memasok jumlah wisatawan di Australia Barat, khususnya Perth.

Data terakhir yang dihimpun oleh Tourism of Western Australia, Indonesia berada di peringkat kedelapan sebagai penyumbang wisatawan terbanyak di negara bagian itu. 

“Kunjungan wisatawan Indonesia ke Australia Barat meningkat 12,3 persen atau hampir sebanyak 30 ribu wisatawan (dibandingkan tahun lalu). Posisi kami sebagai negara empat musim terdekat juga membuat wisatawan Indonesia tertarik untuk berkunjung” ujar Menteri Pariwisata Australia, Paul Papalia pada laman tersebut.

Akses dan waktu tempuh, menjadi alasannya. Penerbangan langsung menuju Perth dari Jakarta hanya ditempuh selama kurang lebih 4,5 jam. Bandingkan dengan kota lainnya seperti Sydney dan Melbourne, yang lama waktu terbangnya dari Jakarta bisa sampai lebih dari 6 jam.

Di samping itu, Perth juga berada di negara bagian terbesar di Australia. Karenanya, wisatawan bisa mendapat banyak pengalaman berbeda lewat destinasi, kuliner, seni, gaya hidup dan alam sekaligus.

Beragam aktivitas menarik

Selain waktu tempuh, faktor utama lain yang berperan penting dalam sektor pariwisata adalah atraksi yang ditawarkan.

Di Perth, beragam atraksi mulai dari berlayar di tengah kota, mengayuh kayak di sepanjang Sungai Swan, hingga menikmati panorama gedung-gedung pencakar langit dengan Segway bisa jadi pilihan menarik pelancong.

Kendaraan Segway bisa dijadikan alternatif wisatawan untuk menikmati kota Perth.Segway Tours WA Kendaraan Segway bisa dijadikan alternatif wisatawan untuk menikmati kota Perth.

Segway sendiri merupakan sebuah kendaraan listrik yang futuristik. Bentuknya hampir sama seperti otopet, beroda dua dan memiliki tonggak kemudi untuk pegangan tangan. Istimewanya, Segway dapat dikendalikan hanya dengan gerakan badan pengemudinya.

Jika pengendara menggerakkan badan ke depan, Segway akan berjalan ke depan juga. Begitu pula sebaliknya, bila pengendara mencondongkan badan ke belakang, Segway akan bergerak ke belakang. 

Bagi yang belum pernah menaiki Segway, tak perlu khawatir, karena wisatawan akan ditemani oleh pemandu wisata yang memiliki lisensi khusus. Selain sebagai penunjuk jalan, mereka bertugas untuk menjelaskan secara detail tentang sejarah atau kisah unik di setiap destinasi yang dilewati.

Dikutip dari laman Watoday.com.au, Rabu (2/10/2013), Perth memang merupakan kota yang memelopori wisata kota dengan Segway.

Kalau belum puas, wisatawan juga bisa mengikuti pelayaran singkat. Pelayaran ini bukan pelayaran biasa, karena selain diajak berkeliling Perth, wisatawan juga bisa mempelajari sejarah tentang suku asli Australia, yakni Aborigin.

Penjelajahan ini dinamakan Indigenous Experiences Australia. Pada tur tersebut, wisatawan akan dibawa berlayar dengan kapal tenaga surya di sekitar Derbal Yerrigan (Sungai Swan).

“Aktivitas ini memungkinkan pengunjung untuk menggali lebih dalam tentang Perth dan masa lalunya, termasuk sejarah Aborigin,” ujar Marketing Manager Tourism Western Australia untuk Indonesia Farida Ibrahim, seperti dikutip Kompas.com, Jumat, (19/5/2017).

Dengan menaiki kapal buatan 1920 tersebut, wisatawan akan diajak menjelajah budaya Whadjuk—kelompok suku Aborigin asli Perth—dan mempelajari segala aspek kehidupan yang dijalani oleh suku tersebut.

Tur biasanya berakhir pada sore hari. Setelahnya Anda bisa menikmati senja di pinggiran Sungai Swan sebagai penutup hari.

Bersepeda di pinggiran sepanjang Sungai Swan, Perth, Australia Barat, dengan latar kota.Langotastic Bersepeda di pinggiran sepanjang Sungai Swan, Perth, Australia Barat, dengan latar kota.

Bergeser sedikit ke selatan, terdapat sebuah tempat cantik yang tersembunyi. Tempat tersebut bernama Canning Regional Park, sebuah hutan kota yang menawan.

Aktivitas yang bisa wisatawan coba di tempat tu adalah berkayak. Ya, Anda bisa mengayuh kayak dan mengeksplor kawasan hutan lindung. 

Tempat yang tenang dengan pepohonan yang rindang di pinggir sungai dan kicauan merdu burung-burung yang hinggap, menjadi alasan utama mengapa berkayak di tempat ini harus jadi agenda wajib.

Pada dasarnya, masih banyak lagi aktivitas menarik lainnya yang bisa wisatawan coba. Selain Perth, Anda juga wajib mengeksplor destinasi lain yang tersebar di Australia Barat, di antaranya Freemantle dengan suasana kota pelabuhannya, Rottnest Island dengan wisata baharinya, atau mencicipi beragam kuliner di Swan Valley.

Untuk info lebih lengkapnya, Anda bisa mengunjungi laman resmi pariwisata Australia Barat di sini

Kemudian bila rencana perjalanan sudah matang, Anda bisa membeli tiket penerbangan langsung dari Jakarta menuju Perth di pameran wisata Garuda Indonesia Travel Fair 2017. Tiket yang ditawarkaan mulai dari Rp 3,8 juta untuk perjalanan pergi dan pulang.  

Acara tersebut akan diadakan pada 22-24 September 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan. Untuk informasi lebih lanjut, akses juga laman garuda-indonesia.com.

Selain mengetahui beragam destinasi menarik di sana, Anda juga akan mendapatkan informasi mengenai musim terbaik untuk berlibur pada #SuatuHaridiAustraliaBarat—Just Another Day in Western Australia.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAlek Kurniawan
EditorSri Noviyanti
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM