Mengenal Cai Tao dan Hu Chun, Sepasang Panda Penghuni Taman Safari - Kompas.com

Mengenal Cai Tao dan Hu Chun, Sepasang Panda Penghuni Taman Safari

Erlangga Djumena
Kompas.com - 28/09/2017, 09:02 WIB
Cai Tao, panda jantan yang akan dikirim ke Indonesia di Wolong Panda Base, China, Rabu (27/9/2017).KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENA Cai Tao, panda jantan yang akan dikirim ke Indonesia di Wolong Panda Base, China, Rabu (27/9/2017).

WOLONG, KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia akhirnya akan bisa melihat panda di tanah air. Taman Safari Indonesia mendapatkan pinjaman sepasang panda yakni Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) dari China.

Nah siapakah Cai Tao dan Hu Chun itu? Cai Tao lahir tanggal 4 Agustus 2010 di China Conservation and Research Centre for Giant Panda Ya'an Bifengxia Base. Ayah dari panda jantan ini bernama Yuan Yuan dan ibunya adalah Na Na. Berat Cai Tao saat ini mencapai 127 kilogram.

(BACA: China Adakan Pesta Perpisahan untuk Panda, Indonesia Beri Visa)

Sementara Hu Chun lahir pada 8 November 2010 di tempat yang sama dengan Cai Tao. Ayah Hu Chun adalah Wu Gang dan ibunya bernama Ye Ye.

Kedua panda ini diharapkan bisa mempunyai anak selama berada di Indonesia. Pasangan panda raksasa ini akan tinggal di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat selama 10 tahun.

(BACA: Angkut Panda Raksasa, Garuda Siapkan Penerbangan Bernuansa Panda)

Direktur Taman Safari Indonesia, Jansen Manangsang optimistis Cai Tao dan Hu Chun akan bisa berkeluarga dan mempunyai anak.

"TSI dengan kepercayaan ini pasti akan berhasil dan akan melahirkan anak," kata Jansen di Wolong, Rabu (27/9/2017).

Hu Chun, panda betina yang dipinjamkan ke Indonesia, di kandang karantina Wolong Panda Base, China, Selasa (26/9/2017).KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENA Hu Chun, panda betina yang dipinjamkan ke Indonesia, di kandang karantina Wolong Panda Base, China, Selasa (26/9/2017).
Dia mengatakan keyakinannya itu berdasarkan kepada lima hal yang bisa didapatkan di Taman Safari Indonesia.

"Di rumah panda kami mendapatkan lima baik. Pertama udara baik. Kedua lingkungan pegunungan dan juga udaranya bagus. Ketiga simbol panda, dua panda sebagai simbol perdamaian, konservasi. Keempat gedung palace itu sama seperti budaya di sini. Dan kelima yang terbaik di Asia Tenggara," katanya.

Jansen juga menyebutkan, pihaknya siap melakukan inseminasi buatan bila memang diperlukan agar pasangan panda raksasa itu bisa mempunyai keturunan di Indonesia.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisErlangga Djumena
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM