Pahami Istilah Berikut Jika Anda Berkunjung ke Kota Gudeg - Kompas.com

Pahami Istilah Berikut Jika Anda Berkunjung ke Kota Gudeg

WIENDA PUTRI NOVIANTY
Kompas.com - 02/10/2017, 10:11 WIB
Suasana jalur pedestrian di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, DIY, Sabtu (3/6/2017).KOMPAS.COM/TEUKU MUH GUCI S Suasana jalur pedestrian di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, DIY, Sabtu (3/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurang lengkap jika mampir ke Yogyakarta tanpa mengetahui istilah-istilah yang berlaku di kota tersebut. Pasalnya, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang menjadi daya tarik para wisatawan.

Bagaimana tidak, mulai dari makanan hingga wisata budaya yang kental memberikan ciri khas tersendiri bagi Anda yang berkunjung ke kota ini.

(BACA: Sarapan di Soto Legendaris Yogyakarta, Soto Pak Marto)

Namun bagi Anda yang belum pernah ke kota ini, berikut beberapa istilah yang perlu Anda perhatikan jika berkunjung ke kota gudeg.

1. Petunjuk Arah

Menanyakan arah di Jogja menjadi salah satu hal yang cukup membuat para wisatawan kebingungan. Seperti halnya terkait penduduk Jogja yang tidak menggunakan istilah “kiri” ataupun “kanan” sebagai petunjuk arah.

Wisatawan asing menyusuri lorong bawah tanah di kompleks Istana Air Taman Sari, Yogyakarta, Jumat (5/8/2016).KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan asing menyusuri lorong bawah tanah di kompleks Istana Air Taman Sari, Yogyakarta, Jumat (5/8/2016).
Melainkan lebih familiar menggunakan istilah  “timur” atau “selatan” dan seterusnya sebagai petunjuk arah.

(BACA: Bandara Internasional, Tantangan Baru Pariwisata DI Yogyakarta)

Kuncinya  adalah melihat Gunung Merapi sebagai patokan arah Utara. Sebenarnya dengan model petunjuk mata angin akan lebih memudahkan Anda  menemukan titik temunya karena kota Jogja tertata rapi menyerupai kotakan.

2. Bangdjo

Jangan bingung jika Anda menanyakan petunjuk arah dan kemudian orang-orang sempat menyebut Bangdjo.

(BACA: Lima Kuliner Pedas Yogyakarta, Dijamin Bikin Berkeringat!)

Bangdjo merupakan sebutan istilah untuk mendeskripsikan lampu lalu lintas di Yogyakarta. Singkatan itu sendiri diambil dari kata “abang” yang berarti warna merah dan “ijo” yang berarti warna hijau.

Kereta wisata kencana di Yogyakarta.KOMPAS.COM/WIJAYA KUSUMA Kereta wisata kencana di Yogyakarta.
3. Burjo (Bubur Kacang Ijo)

Mungkin yang terlintas di pikiran Anda jika mendengar Burjo adalah bubur kacang ijo dengan santan yang siap mengisi perut Anda.

Namun jika Anda berada di Jogja, Burjo ini sendiri sering diartikan sebagai warung mi instan alias warung Indomi.

Istilah Burjo diambil dari bubur kacang ijo yang dulu sempat dijual di warung-warung burjo. Namun sekarang kemunculan bubur kacang ijo itu sendiri warung-warung burjo ini sudah mulai jarang ditemui.

4. Shopping center alias tempat jualan buku bekas

Berlokasi disebelah taman pintar dekat Pasar Beringharjo, shopping center ini bukanlah tempat belanja yang Anda pikirkan pada umumnya.

Pengunjung memasuki Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (9/8/2017). Dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggratiskan tiket masuk cagar budaya dan museum di Indonesia yang berada di bawah Kemendikbud sepanjang Agustus 2017. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/kye/17. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko Pengunjung memasuki Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (9/8/2017). Dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggratiskan tiket masuk cagar budaya dan museum di Indonesia yang berada di bawah Kemendikbud sepanjang Agustus 2017. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/kye/17.
Di shopping center yang satu ini, Anda akan dibuat terguncang sedikit karena barang yang dijajakan bukanlah baju-baju melainkan buku-buku seperti novel, cerpen hingga buku paket. Mulai dari buku bekas hingga baru terjual lengkap di tempat satu ini.

5. Jakal (Jalan Kaliurang)

Jakal merupakan kependekan dari Jalan Kaliurang. Namun tidak berarti jalan ini berlokasi di Kaliurang. Melainkan jalan ini menjadi jalan penghubung kota Jogja menuju Kaliurang. Jalan ini juga melintasi kampus terbesar di Jogja yaitu UGM.

PenulisWIENDA PUTRI NOVIANTY
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Terkini Lainnya

Venesia Belum Tenggelam...

Venesia Belum Tenggelam...

Travel Story
Wave Rock, Ini Batu Ombak Tertinggi di Australia Barat!

Wave Rock, Ini Batu Ombak Tertinggi di Australia Barat!

BrandzView
Ini Kuil Terbaik untuk Panorama Musim Gugur di Kyoto

Ini Kuil Terbaik untuk Panorama Musim Gugur di Kyoto

Jepang Terkini
Pantai Bantayan di Aceh Utara Kembali Dibuka

Pantai Bantayan di Aceh Utara Kembali Dibuka

News
3 Oleh-oleh Kue Unik dari Tokyo

3 Oleh-oleh Kue Unik dari Tokyo

Jepang Terkini
Ini Dia 10 Kota Hijau Terbaik di Dunia

Ini Dia 10 Kota Hijau Terbaik di Dunia

Travel Story
Mengapa Jarang Hotel yang Punya Lantai 13?

Mengapa Jarang Hotel yang Punya Lantai 13?

Hotel Story
Berfoto Bersama Raja Salman dan Jokowi di Kebumen, Mau?

Berfoto Bersama Raja Salman dan Jokowi di Kebumen, Mau?

Travel Story
Daftar Negara Penyumbang Wisman Incaran Indonesia Tahun 2018

Daftar Negara Penyumbang Wisman Incaran Indonesia Tahun 2018

News
Upaya Pemerintah Tangkal Hoaks Gunung Agung

Upaya Pemerintah Tangkal Hoaks Gunung Agung

News
Target Datangkan 15 Juta Wisman Tahun Ini, Berapa yang Sudah Dicapai?

Target Datangkan 15 Juta Wisman Tahun Ini, Berapa yang Sudah Dicapai?

News
Apa Itu Pokdarwis?

Apa Itu Pokdarwis?

News
Meski Dibilang Aman, Terjadi Pembatalan 60.000 Kamar Hotel di Bali

Meski Dibilang Aman, Terjadi Pembatalan 60.000 Kamar Hotel di Bali

News
20 Kota Terbaik di Dunia untuk Wisata Belanja

20 Kota Terbaik di Dunia untuk Wisata Belanja

News
Sriwijaya dan NAM Air Permudah Wisatawan ke Raja Ampat

Sriwijaya dan NAM Air Permudah Wisatawan ke Raja Ampat

News

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM