Tips Membedakan Batik Tulis hingga Print, Jangan Tertipu! - Kompas.com

Tips Membedakan Batik Tulis hingga Print, Jangan Tertipu!

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 02/10/2017, 21:30 WIB
Batik tulis wahyu tumurun YogyakartaKompas.com/Wisnubrata Batik tulis wahyu tumurun Yogyakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir semua kota di Indonesia, baik yang besar maupun kecil, memiliki batik khas sendiri. Di kota-kota ini Anda bisa belanja batik mulai dari batik print, cap, sampai jenis terbaik yaitu batik tulis.

Batik tulis memang menjadi batik dengan jenis terbaik, sekaligus batik dengan harga yang paling mahal dari jenis lainnya. Ini dikarenakan batik tulis dibuat secara manual dengan tangan manusia dengan telaten. Proses pembuatannya memakan waktu paling lama dari yang lain.

BACA: Biar Lebih Cinta, Yuk Wisata ke Kampung Penghasil Batik

Dari segi kualitas dan estetika, batik tulis juga lebih diunggulkan. Bahkan banyak batik tulis yang hanya memiliki satu kain tiap satu motifnya. Karena tiap lukisan pembuat batiknya akan berbeda-beda.

"Batik kualitas utama ialah batik buatan tangan, baik ditulis maupun dicap. Di bawah itu terdapat kain tekstil yang diberi print motif batik. Jenis ini bukan termasuk batik, melainkan kain print batik," ungkap Tri Utomo (63) pemlik Omah Batik Ngesti Pandowo di Kampung Batik Semarang kepada KompasTravel.

Tri memberikan tips dalam membedakan batik tulis yang kualitas tinggi, juga perbedaannya dengan dengan batik cap dan batik print. Berikut cara membedakannya.

1. Batik print memiliki bau tekstil yang menyengat

Pertama, ciumlah bau kainnya. Batik kain print akan mengeluarkan bau tekstil yang menyengat. Sedangkan batik asli mengeluarkan bau malam yang tak menyengat.

“Bau kain print itu bau tinta kimia, jadi nyengat. Kalau bau malam khas lilin, gak menyengat,” jelas Tri.

2. Tinta batik tulis tembus ke belakang

Batik yang melewati proses pencantingan ataupun pengecapan dengan menggunakan lilin, akan tembus ke kain bagian belakang. Maka dari itu harus dilihat dari dua sisi kain (bolak-balik).

Pada batik yang asli, bagian depan dan belakang memiliki warna, corak, dan motif yang persis sama. Semua tintanya tembus ke belakang. Namun jika kain print, hanya berwarna di satu sisi, sedang sisi lainnya putih seperti kain asalnya.

3. Batik palsu justru lebih rapi

Kain print yang diklaim sebagai batik ternyata akan menghaslkan motif yang lebih rapi dari batik aslinya. Batik buatan tangan baik dicap maupun tulis memang tidak serapi print, karena manual menggunakan gerakan tangan manusia.

“Batik yang print itu kan kerjaan mesin, jadi wajar lebih presisi dari garis dan warnanya. Kalau yang asli malah ada seninya,” kata Tri sambil memperlihatkan perbedaan kedua batik tersebut kepada KompasTravel.

4. Harganya jauh beda

Ungkapan “harga gak akan pernah bohong” nampaknya bisa diterapkan saat membeli batik. Batik kha Semarang yang ditulis harga per dua meter kainnya mulai Rp 300.000 hingga jutaan, dan batik cap memiliki harga sekitar Rp 150.000. Sedangkan kain print yang bermotif batik hanya Rp 50.000 per dua meter persegi.

5. Awas, banyak yang sama

Kekurangan lain jika Anda membeli kain print bermotif batik ialah akan menemukan banyak motif yang sama di pasaran. Karena sekali produksi menghasilkan banyak batik dengan motif sama.

PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM