Gunung Agung Masih Awas, Penerbangan Australia - Bali Terisi 75-87 Persen - Kompas.com

Gunung Agung Masih Awas, Penerbangan Australia - Bali Terisi 75-87 Persen

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 13/10/2017, 06:03 WIB
Sejumlah warga melintas di jalan Desa Datah yang berjarak sekitar 10Km dari kawah Gunung Agung, Karangasem, Bali, Minggu (8/10/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat aktivitas Gunung Agung kembali meningkat yang disertai semburan asap putih dengan tinggi hingga 1.000 meter dari kawah sejak Sabtu (7/10/2017) malam.ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Sejumlah warga melintas di jalan Desa Datah yang berjarak sekitar 10Km dari kawah Gunung Agung, Karangasem, Bali, Minggu (8/10/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat aktivitas Gunung Agung kembali meningkat yang disertai semburan asap putih dengan tinggi hingga 1.000 meter dari kawah sejak Sabtu (7/10/2017) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati mengatakan tingkat isian pesawat (seat load factor) dari Australia ke Bali terpantau tinggi tinggi meski Gunung Agung masih berada pada status awas. Penerbangan Garuda Indonesia juga tetap beroperasi normal.

"Saat ini tingkat kunjungan ke Bali masih tinggi, penerbangan Garuda Indonesia juga tetap beroperasi normal, dengan tingkat isian pesawat tetap tinggi dengan rata-rata isian mencapai 75 hingga 87 persen contohnya penerbangan dari Australia," kata Nina dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Kamis (12/10/2017).

Dengan kondisi tingkat isian pesawat tersebut, Nina menyebut pariwisata di Bali tetap menggeliat dan berjalan normal.

BACA: Bila Gunung Agung Erupsi, Kota Denpasar Jadi Tempat Evakuasi Wisatawan

Saat ini Garuda Indonesia telah melayani 34 penerbangan dari Indonesia ke Australia meliputi Jakarta – Melbourne (sebaliknya) empat kali dalam seminggu, Jakarta – Sydney (sebaliknya) lima kali seminggu, Jakarta - Perth empat kali seminggu, Denpasar - Perth tujuh kali seminggu, Denpasar – Sydney tujuh kali seminggu, dan Denpasar – Melbourne (sebaliknya) tujuh kali seminggu.

Seluruh penerbangan tersebut dilayani menggunakan pesawat Airbus 330-200/300 yang berkapasitas sebanyak 287 tempat duduk, kecuali Jakarta – Perth sebaliknya saat ini menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG dengan kapasitas 162 tempat duduk.

BACA: Gunung Agung yang Mistis...

Sebelumnya, melalui penjelasan resmi Dinas Pariwisata Bali mengatakan bahwa seluruh wisatawan domestik dan asing yang kini berada di Bali tidak perlu khawatir. Berbagai objek wisata seperti Sanur, Kuta, dan Jimbaran berjarak cukup jauh sekitar 72 km dari Gunung Agung.

Dengan kondisi yang normal tersebut, Dinas Pariwisata Bali juga mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tetap berwisata ke Bali. Imbauan tersebut dilakukan karena ada sembilan bandara alternatif di luar Bali yang telah disiapkan untuk penerbangan jika memang benar-benar abu vulkanik dari Gunung Agung tersebut terdeteksi.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM