Warga Singapura Tertarik Berwisata ke Batam dan Bintan - Kompas.com

Warga Singapura Tertarik Berwisata ke Batam dan Bintan

Alsadad Rudi
Kompas.com - 16/10/2017, 20:04 WIB
Pemandangan Jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Jembatan ini merupakan satu dari enam jembatan yang dibangun untuk menghubungkan enam pulau di Batam, yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZES Pemandangan Jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Jembatan ini merupakan satu dari enam jembatan yang dibangun untuk menghubungkan enam pulau di Batam, yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Promosi dan penjualan paket wisata ke Batam dan Bintan yang dihelat selama empat hari di Singapura dan Malaysia telah menjual sekiar 1.000 paket. Dari jumlah tersebut, 559 paket terjual di Singapura, sedangkan 441 paket terjual dalam kegiatan sama yang berlangsung di Johor Bahru, Malaysia.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata, Rizky Handayani Mustafa, menilai terjualnya 1.000 paket ini menandakan Batam dan Bintan merupakan lokasi tujuan wisata yang menarik bagi warga negara tetangga seperti Singapura dan Johor Bahru.

"Peningkatan promosi dan selling program cross border untuk paket di Batam dan Bintan memang menjadi salah satu yang dikejar Kemenpar. Sebab potensinya sangat tinggi," kata Rizky kepada Kompas.com di Singapura, Minggu (15/10/2017).

Kegiatan promosi dan penjualan paket wisata ke Batam dan Bintan merupakan bagian dari program cross border tourism yang tengah digalakkan oleh Kemenpar.

BACA: Jika Digarap Serius, Batam dan Bintan Bisa Dongkrak Kunjungan Wisman

Di Batam dan Bintan, Kemenpar menggandeng para pelaku industri pariwisata setempat untuk bekerja sama menawarkan paket promo wisata kepada para wisatawan asal Singapura dan Malaysia.

Di Singapura, promosi dan penjualan paket promo wisata dari program cross border tourism dilakukan di stand Kemenpar yang dibuka di salah satu mal terbesar di Singapura, Harbourfront Mall. Ada 20 agen travel lokal dan operator tur operator yang terlibat.

Sedangkan di Malaysia, kegiatan promosi dan penjualan dilakukan di AEON Mall Kulaijaya, Johor Bahru.  Dua ajang promosi wisata sekaligus penjualan paket wisata digelar secara bersamaan dari 12 -15 Oktober 2017.

Sailing atau berlayar di pantai Lagoi Bintan bisa bebas dilakukan wisatawan sejak pagi dan sore hari di Club Med Bintan, yang merupakan salah satu fasilitasya.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Sailing atau berlayar di pantai Lagoi Bintan bisa bebas dilakukan wisatawan sejak pagi dan sore hari di Club Med Bintan, yang merupakan salah satu fasilitasya.

Salah satu warga Singapura yang tampak membeli paket wisata adalah Anthony (62). Ia singgah ke stand Kemenpar saat tengah berjalan-jalan di Harbourfront Mall.

Menurut Anthony, dirinya cukup sering berkunjung ke Batam dengan istrinya. Karena itu, ia tertarik saat melihat adanya penawaran paket wisata murah yang ditawarkan dalam program Kemenpar ini.

"Walaupun perginya weekdays tidak masalah. Karena saya sudah tidak aktif bekerja," ujar Anthony.

BACA: Mengapa Bintan Jadi Magnet Resor Mewah?

Anthony tampak membeli paket wisata seharga 128 Dolar Singapura atau setara dengan Rp 1,2 juta. Harga tersebut sudah termasuk biaya penyeberangan kapal ferry pulang pergi, penginapan satu malam, serta transportasi selama di Batam.

Penawaran paket wisata promo ke Batam dan Bintan saat weekend dilatarbelakangi masih kecilnya jumlah kunjungan wisatawan asal Singapura dan Malaysia saat waktu tersebut.

"Saat weekend memang ramai. Tapi ketika weekdays ini yang masih sedikit. Akibatnya banyak kamar-kamar hotel yang kosong. Dari situlah, kita mulai berpikir bagaimana jika mereka ditawarkan untuk tetap mau datang saat weekdays," kata Rizky.

Pemerintah Indonesia diketahui tengah gencar menggenjot jumlah wisatawan mancanegara, salah satunya dengan merangsang masuknya wisman dari negara-negara tetangga.

Peserta turnamen golf Babel Cup XVI di Bukit Bintang Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.kompas.com/heru dahnur Peserta turnamen golf Babel Cup XVI di Bukit Bintang Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Cara ini dilakukan sebab saat ini jumlah wisman Indonesia masih menduduki peringkat keempat di Asia Tenggara.

Data Kemenpar menyebutkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada tahun 2016 masih mencapai angka 12.023.971 orang. Jumlah tersebut lebih kecil dari jumlah wisman yang datang ke Singapura yang diketahui mencapai 16.402.593 orang.

Untuk regional Asia Tenggara, jumlah wisman Indonesia masih menempati peringkat keempat. Thailand berada di peringkat pertama dengan jumlah wisman mencapai 32.588.303 orang, disusul Malaysia dengan 26.757.392.

Untuk posisi lima besar, Indonesia unggul atas Vietnam yang mencatat jumlah 9.901.318 orang.

PenulisAlsadad Rudi
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM