Makan Meja sampai Piring Terbang di Resepsi Pernikahan - Kompas.com

Makan Meja sampai Piring Terbang di Resepsi Pernikahan

Silvita Agmasari
Kompas.com - 08/11/2017, 06:10 WIB
Nasi liwet yang dimakan bersama-sama, dalam adat sunda biasa disebut bancakan.Arsip Dapur Neng Epoy Nasi liwet yang dimakan bersama-sama, dalam adat sunda biasa disebut bancakan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia punya beragam cara menyajikan makanan di perjamuan. Biasanya perjamuan besar yakni pernikahan, tata cara penyajian makanan akan mencerminkan budaya daerah asal mempelai pengantin.

KompasTravel bertanya tata cara penyajian makanan saat hajatan kepada Dosen Prodi Sejarah Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Heri Priyatmoko, Senin (6/11/2017) yang dirangkum sebagai berikut ini:

1. Prasmanan

Dikenal pula dengan ala buffet, mengacu kepada makanan yang diambil sendiri tanpa dibatasi porsi makanan.

(Baca juga : 5 Kuliner Lezat Solo yang Pantas Jadi Sajian Pernikahan Kahiyang-Bobby)

Konsep makanan ini terbilang praktis karena dapat mengurangi keruwetan sirkulasi tamu yang datang-pergi. Para tamu juga bisa leluasa memilih (semua) makanan yang diminati.

2. Makan satu wadah bersama

Inilah cara makan tradisional Indonesia yang memiliki nilai kebersamaan tinggi. Sebab dalam watu wadah, yang biasanya beralaskan daun pisang atau piring besar para tamu akan makan bersama langsung dari tangan (tanpa sendok atau garpu).

(Baca juga : Ini Estimasi Harga Paket Pernikahan Kahiyang-Bobby di Solo)

Setiap daerah memiliki sebutan untuk cara makan ini. Daerah Sunda mengenal tradisi ini dengan nama bancakan, Jawa dengan nama kembul bujana, Bali dengan nama megibung, Sumatera Barat dengan nama makan basamo, Sumatera Utara (Batak) dengan nama rap mangan.

3. Piring terbang

Konsep penyajian makanan satu ini terkenal di Solo, Jawa Tengah. Konsep makan piring terbang disajikan oleh pramusaji kepada tamu yang duduk, dengan makanan per porsi. Dimulai dari minuman dan camilan, sop, nasi, kemudian es. Terkesan ngebut tetapi konsep makan ini justru cocok bagi penyelenggara yang punya bujet terbatas dan makanan jadi tak mubazir.

Penyajiam makan ala rijsttafel di ruang VIP, Roemah Kuliner, di Metropole, Jakarta Pusat.Kompas.com/ Silvita Agmasari Penyajiam makan ala rijsttafel di ruang VIP, Roemah Kuliner, di Metropole, Jakarta Pusat.

4. Rijsttafel

Penyajian makanan yang kian langka ditemui di Indonesia. Rijsttafel adalah penyajian makan ala Hindia Belanda yang justru tak ada di Belanda. Terinspirasi dari orang Belanda yang melihat cara penyajian makan ala Keraton. Ada deretan pramusaji yang memegang setiap lauk, menyendok lauk ke piring tamu langsung. Jumlah pramusaji yang bertugas setiap meja disesuaikan dengan jumlah lauk.

5. Makan meja

Sebagai tambahan dari KompasTravel, ada tradisi makan meja yang terkenal di kalangan orang Indonesia keturunan China. Makan meja ini hampir mirip dengan konsep piring terbang di Solo, namun makanan disajikan bukan per porsi melainkan per jenis makanan.

Barulah tamu mengambil sendiri makanan yang disajikan di meja, tentunya secara bergantian. Untuk itu umumnya meja makan di acara resepsi makan meja selalu bundar dengan bagian tengah meja berjalan (dapat diputar).

PenulisSilvita Agmasari
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM