Usai Hadiri Pernikahan Kahiyang-Bobby, Saatnya Berwisata di Kota Solo - Kompas.com

Usai Hadiri Pernikahan Kahiyang-Bobby, Saatnya Berwisata di Kota Solo

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 08/11/2017, 10:07 WIB
Peserta Jambore Sepeda Lipat Nasional Ke-5 di Solo dalam perjalanan menuju Waduk Cengklik, Boyolali, dari Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2015). Selain bersilaturahim, peserta memanfaatkan Jamselinas ini untuk berburu batik dan kuliner Solo.KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA Peserta Jambore Sepeda Lipat Nasional Ke-5 di Solo dalam perjalanan menuju Waduk Cengklik, Boyolali, dari Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2015). Selain bersilaturahim, peserta memanfaatkan Jamselinas ini untuk berburu batik dan kuliner Solo.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Solo tak hanya punya ragam kuliner yang menggoda, tetapi juga punya ragam pilihan wisata di banyak daerahnya. Beberapa bahkan ada di tengah kota, dan tak jauh dari gedung pernikahan Kahiyang-Bobby, Graha Saba Buana.

Lokasi Graha Saba Bhuana berada di salah satu jalan protokol Surakarta. Tepatnya di Jalan Letjen Suprapto Nomor 80-B, Sumber, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

(Baca juga : Alternatif Penginapan di Solo saat Pernikahan Kahiyang-Bobby)

Setelah mengunjungi resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Solo, jangan lewatkan ragam destinasi wisata di sekitarnya. Anda bisa mampir menikmati keindahan alam dan budaya Kota Solo di destinasi berikut.

1. Taman Balekambang

Taman ini merupakan salah satu taman kota bersejarah yang sudah sejak lama dibangun di Surakarta. Dibangun pada masa Mangkunegaraan VII untuk putrinya Gray Partini dan Gray Partinah, yang terpatri patungnya di tengah taman.

Para penari dari Sanggar Kembang Lawu Karanganyar, Jawa Tengah, membawakan tarian Ayunan Payung dalam pembukaan Festival Payung Indonesia II 2015 di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2015). Festival yang digelar pada Jumat-Minggu (11-13/9) ini diharapkan turut melestarikan kerajinan payung tradisional Indonesia.KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA Para penari dari Sanggar Kembang Lawu Karanganyar, Jawa Tengah, membawakan tarian Ayunan Payung dalam pembukaan Festival Payung Indonesia II 2015 di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2015). Festival yang digelar pada Jumat-Minggu (11-13/9) ini diharapkan turut melestarikan kerajinan payung tradisional Indonesia.
Sesaat Anda berkunjung ke sini, hawa sejuk dengan rindangnya pepohonan akan menyapa Anda. Belum lagi rusa-rusa jinak yang sengaja dilepas di sana, menambah kemesraan ekosistem taman.

(Baca juga : Melancong ke Solo, Yuk Mampir ke 5 Obyek Wisata Ini)

Terdapat banyak wahana taman di sana, mulai dari memancing, perahu bebek, beragam spot foto, galeri seni, pendopo tempat kesenian, taman reptil, green house, taman air, tempat outbond, hingga beragam acara kesenian yang kerap digelar di taman tersebut.

Taman Balekambang terletak  di Jalan Ahmad Yani atau Jalan Semarang, Solo. Taman Balekambang hanya berjarak sekitar 1,4 kilometer dari Graha Saba Buana.

2. Taman Sriwedari

Taman Sriwedari adalah sebuah kompleks taman di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Sejak era Pakubuwana X, Taman Sriwedari menjadi tempat penyelenggaraan tradisi hiburan Malam Selikuran, teater rakyat, ketoprak, wayang dan ragam kebudayaan Solo lainnya.

(Baca juga : Katering Nikahan Kahiyang Dirintis Sang Kakak dari Pinjaman Bank)

Meskipun wahana Taman Hiburan Rakyatnya (THR) akan ditutup pada 4 Desember 2017 seiring berakhirnya kontrak sewa tempat dengan Pemerintah Kota Solo, 31 Desember 2017, tetapi masih tersisa tempat bersejarah lainnya.

Dimas Prasetyo, warga Solo, menemani putrinya, Kanya, yang sedang menaiki komidi putar di Taman Hiburan Rakyat Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/10/2017). Setelah beroperasi selama 32 tahun, tempat hiburan yang memiliki aneka wahana permainan dan menyajikan pertunjukan musik ini akan ditutup awal Desember mendatang.KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA Dimas Prasetyo, warga Solo, menemani putrinya, Kanya, yang sedang menaiki komidi putar di Taman Hiburan Rakyat Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/10/2017). Setelah beroperasi selama 32 tahun, tempat hiburan yang memiliki aneka wahana permainan dan menyajikan pertunjukan musik ini akan ditutup awal Desember mendatang.
Antara lain Museum Radya Pustaka yang berisi ragam jejak sejarah dan kebudayaan Surakarta, dan Gedung Kesenian Wayang Orang.

Lokasi Taman Sriwedari tak jauh dari gedung pernikahan Kahiya, berada di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Nomor 275, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

3. Rumah Terbalik Indonesia, Solo

Selain budaya dan sejarah, Solo juga punya wisata kekinian. Nah, mumpung tempatnya dekat dengan Graha Saba Buana, Anda bisa coba mampir ke Rumah Terbalik Indonesia.

Di dalam rumah ini ada berbagai wahana unik yang "instagramable", antara lain kamar terbalik, gambar tiga dimensi, mirror illusion, magic waterfall, more trick magic, hingga caffee trbalik.

Bagi Anda yang suka bergaya ditempat unik, galeri ini bisa jadi bahan instagram Anda yang apik. Langsung saja arahkan kendaraan tak jauh dari Graha Saba Buana, ke Jalan Adi Sucipto, Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Festival Jenang Solo 2016 digelar 14-17 Februari di koridor Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah.KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA Festival Jenang Solo 2016 digelar 14-17 Februari di koridor Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah.
4. Pasar Malam Ngarsopuro

Saatnya belanja oleh-oleh di Pasar Malam Ngarsopuro atau Ngarsopuro Night Market. Pasar ini merupakan pasar malam akhir pekan yang semarak, diramaikan dengan pedagang kerajinan tangan, makanan, & musik live.

Pasar ini juga dijuluki "Orchid Road"-nya Kota Solo oleh para pelancong. Deretan tenda nan panjang siap menjajakan aneka kuliner, barang antik, sandang, hingga souvenir dari Solo. 

Bagi Anda yang berminat, langsung arahkan kendaraan ke Jalan Diponegoro, Kota Solo. Tapi ingat, Ngarsopuro Night Market ini cuma ada di hari Sabtu dan Minggu malam saja.

Patung tokoh-tokoh perintis Pers Indonesia diletakkan di dalam gedung aula Monumen Pers Nasional di Solo, Jawa Tengah.KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA Patung tokoh-tokoh perintis Pers Indonesia diletakkan di dalam gedung aula Monumen Pers Nasional di Solo, Jawa Tengah.

5. Monumen Pers Nasional 

Tempat ini merupakan bangunan bersejarah dan museum yang menyimpan lebih dari satu juta surat kabar dan majalah sejak masa sebelum dan sesudah Revolusi Nasional Indonesia. Sumbernya pun dari berbagai daerah di Nusantara.

Tempatnya amat strategis, berada di Jalan Gajah Mada No.76, Timuran, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM