Cara Menghindari "Kalkulator Rusak" Para Pedagang Saat Traveling - Kompas.com

Cara Menghindari "Kalkulator Rusak" Para Pedagang Saat Traveling

Silvita Agmasari
Kompas.com - 10/11/2017, 20:05 WIB
Ilustrasi: Penjual makanan eceranNadia Zahra Ilustrasi: Penjual makanan eceran

JAKARTA, KOMPAS.com - Kalkulator rusak, begitu sebutan bagi para pedagang yang memberi harga produk atau jasanya melebihi harga pada umumnya. Meski ukuran sebuah harga adalah relatif, tetapi ada beberapa faktor yang dapat dijadikan acuan.

Misalnya tempat berjualan, kualitas yang ditawarkan, dan perbandingan harga dengan produk serupa atau hampir mirip di daerah tersebut.

Baca juga : Viral, Warganet Keluhkan Mahalnya Nasi Goreng Kaki Lima di Yogyakarta

Baru-baru ini seorang warganet mengeluhkan tingginya harga nasi goreng yang ia beli di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Hal ini sebenarnya dapat terjadi kepada siapapun di daerah mana saja.

Untuk itu, ada baiknya melakukan beberapa hal untuk menghindari "kalkulator rusak" para penjual, dalam hal ini penjual makanan.

1. Jangan menilai dari lokasinya

Seringkali karena lokasi penjual makanan yang terlihat tidak permanen, atau justru berada di pusat wisata, wisatawan jadi merasa tak perlu bertanya. Justru dua karakter tempat tersebut yang banyak ditemui kasus "kalkulator rusak".

2. Tanya sebelum membeli

Bertanyalah terlebih dahulu hidangan yang dijual dan harga hidangan tersebut. Jangan gengsi atau sungkan untuk bertanya. Jika tidak sesuai harga yang diberikan, pergilah ke lokasi lain dan jangan lupa ucapkan terima kasih.

3. Cek dahulu di internet

Tips lain jika merasa tak yakin dengan pilihan makanan, cek dahulu harga dan rekomendasi warganet di internet. Ada banyak situs pengulas makanan di internet yang dapat membantu wisatawan.

4. Tanya orang lokal

Bertanya orang lokal tentang kuliner rekomendasi adalah jurus terjitu. Selain rasa makanan yang terjamin, umumnya harga makanan tersebut memang sesuai dengan bujet orang lokal.

5. Andalkan bahasa daerah setempat

Cobalah untuk berlajar sedikit bahasa daerah yang dikunjungi, sekedar percakapan "Berapa harganya?", angka, dan nominal uang. Kiat ini sangat membantu dalam tawar-menawar harga.

6. Jaga perilaku

Sebagai pendatang, jagalah perilaku. Hormati pedagang serta pengunjung lain. Hindari berbusana terlalu mencolok atau berbicara dengan suara yang terlalu keras. Percayalah dari plat nomor kendaraan dan logat berbicara, pedagang biasanya sudah tahu jika Anda pendatang. Jadi hindari perilaku yang dapat membuat pedagang tersinggung.

PenulisSilvita Agmasari
EditorSri Anindiati Nursastri

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM