Harta Karun Potensi Wisata Paloh dalam Bingkai Foto - Kompas.com

Harta Karun Potensi Wisata Paloh dalam Bingkai Foto

Kontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
Kompas.com - 11/11/2017, 20:40 WIB
Penyu merupakan atraksi utama di pesisir pantai pada malam hariKOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Penyu merupakan atraksi utama di pesisir pantai pada malam hari

TEMAJUK, KOMPAS.com - Seekor penyu terlihat berusaha berjalan perlahan di atas pasir pantai. Sementara di sudut lainnya tampak seekor burung Enggang bertengger pada sebatang ranting pohon.

Tampak juga seekor ikan pesut yang berenang di laut, serta dua ekor berang-berang yang berdampingan di sebelahnya. Tak hanya itu, sebuah bunga Raflesia berwarna merah muda terlihat mekar.

(Baca juga : Festival Pesisir Paloh, Ajang Mengikat Komitmen Perlindungan Penyu)

Sekilas gambaran di atas masing-masing tersaji sebuah bingkai berukuran 30x45 sentimeter. Gambar-gambar itu tersaji dalam dalam pameran foto yang digelar WWF Indonesia di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Pameran foto itu juga sebagai salah satu rangkaian memeriahkan perhelatan Festival Pesisir Paloh yang digelar 5-11 November 2017.

Manajer Program WWF Indonesia - Kalimantan Barat, Albertus Tjiu saat menunjukkan foto-foto potensi alam dan budaya Paloh kepada Bupati Sambas, Atbah Romain Suhaili dalam pameran yang di selenggarakan di desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Senin (6/11/2017).KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Manajer Program WWF Indonesia - Kalimantan Barat, Albertus Tjiu saat menunjukkan foto-foto potensi alam dan budaya Paloh kepada Bupati Sambas, Atbah Romain Suhaili dalam pameran yang di selenggarakan di desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Senin (6/11/2017).
Manager Program WWF-Indonesia Kalimantan Barat, Albertus Tjiu mengungkapkan, dalam pameran foto ini ingin menunjukkan potensi yang ada di Kecamatan Paloh, baik itu alam dan budaya masyarakat.

"Semua gambar ini kita kumpulkan sejak kita bekerja di Paloh pada tahun 2009 sampai sekarang," ungkap Albertus, Senin (6/11/2017).

"Semua potensi budaya dan alam, petualangan, spesies, semuanya ada di Paloh," tambahnya.

Albertus menambahkan, Paloh ibarat sepenggal surga yang tertinggal di bumi. Kemudian, dengan adanya dukungan dari pemerintah Kabupaten Sambas, diharapkan potensi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

(Baca juga : Tujuan Wisata Kelas Dunia di Perbatasan Itu Bernama Temajuk)

"Makanya mereka perlu mengenal dulu kan, ini foto-foto yang kita kumpulkan banyak yang belum pernah melihatnya," kata Albertus.

Foto-foto yang dimaksud Albertus diantaranya adalah berang-berang dan bunga raflesia. Kedua jenis flora fauna itu sebenarnya ada di Paloh, tetapi tidak semua masyarakat tahu.

Salah satu sudut panorama pantai di TemajukKOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Salah satu sudut panorama pantai di Temajuk
Dengan pameran sederhana ini, WWF-Indonesia berharap masyarakat di Paloh bisa tahu persis apa yang mereka punya yang wajib dijaga untuk kepentingan mereka sendiri.

Sehingga, bagian dari komitmen untuk menjaga potensi, perbatasan, kawasan pariwisata strategis nasional (KSPN), dan spesies dilindungi seperti penyu, lumba-lumba dan raflesia adalah peluang yang sangat baik untuk masyarakat.

(Baca juga : Tujuan Wisata Kelas Dunia di Perbatasan Itu Bernama Temajuk)

"Sayangnya memang informasi seperti ini tidak terlalu banyak keluar, harapannya dengan pameran semacam ini kita bisa membagikan informasi yang kita punya ke warga dan mereka kemudian akhirnya mengerti bahwa wilayah mereka ini tidak hanya sebatas ikan di pantai saja, tetapi juga ada penyu yang dilindungi misalnya," tutup Albertus.

PenulisKontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
EditorWahyu Adityo Prodjo
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM