Kemegahan Benteng Duurstede, Saksi Kejayaan Maluku Zaman Kolonial - Kompas.com

Kemegahan Benteng Duurstede, Saksi Kejayaan Maluku Zaman Kolonial

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 15/11/2017, 14:29 WIB
 Wisatwan menikmati pemandangan Laut Banda, dari atas Benteng Duurstede, yang ada di Pulau Saparua, Maluku Utara, Rabu (12/11/2017). Benteng tersebut merupakan salah satu peninggalan zaman kolonial ter megah di Maluku.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Wisatwan menikmati pemandangan Laut Banda, dari atas Benteng Duurstede, yang ada di Pulau Saparua, Maluku Utara, Rabu (12/11/2017). Benteng tersebut merupakan salah satu peninggalan zaman kolonial ter megah di Maluku.

AMBON, KOMPAS.com - Salah satu masa kejayaan Maluku yang kokoh tersimpan ialah saat Anda berkunjung ke Benteng Duurstede. Benteng ini masih menyimpan penjara tawanan, hingga gudang rempah.

Berlokasi di ujung Pulau SaparuaMaluku Tengah, benteng ini bisa dijangkau hanya 30 menit menggunakan angkot dari dermaga Porto, Pulau Saparua.

Benteng megah nan luas dari kejauhan akan menyambut Anda sesaat sampai di kawasan Duurstede. Di sekelilingnya terdapat pemukiman warga, dengan beberapa rumah tua dengan desain kolonial, lengkap dengan sumur-sumur tuanya.

(Baca juga : Di Sini Tempat-tempat Instagramable Menikmati Keindahan Teluk Ambon)

Untuk memasuki benteng, Anda harus menapaki keramik yang menggambarkan cengkeh dan pala, contoh komoditi yang begitu dicarai pada zaman kejayaannya. Setelah itu, sekitar 50 anak tangga pun menunggu untuk ditapaki.

Kemegahan Benteng Duurstede dilihat dari jauh. Benteng peninggalan Portugis dan VOC ini ada di Pulau Saparua, Maluku Utara.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Kemegahan Benteng Duurstede dilihat dari jauh. Benteng peninggalan Portugis dan VOC ini ada di Pulau Saparua, Maluku Utara.
Dari prasasti di dalam gerbangnya, tertulis Benteng Duurstede ini mulai dibangun pertama kali pada tahun 1676 oleh Portugis. Lalu setelah kedatangan VOC di 1690, direbut oleh Arnold De Flaming van Ouds Hoorn. 

(Baca juga : Itinerary Satu Hari Berkeliling Kota Ambon)

Suasana gelap dan lembab hadir saat melalui gerbang masuknya yang terbuat dari bebatuan kokoh. Sekejap, saya dan wisatwan lainnya kala itu terkagum karena luas dan masih tertatanya benteng tersebut.

Meriam-meriam pun masih tertata apik di tempatnya. Dua pos komando pun masih gagah di sudutnya. Selain itu beberapa bangunan kokoh yang masih ada ialah, penjara tawanan, kantor VOC, dan gudang rempah.

(Baca juga : Hangatnya Jalan Said, Surganya Coffee Shop di Ambon)

"Penjara tawanan ini masih asli, terbuat dari batu dan ukurannya pun pendek. Berbeda dengan tenpat lain, seperti kantornya," ujar Olnes, salah satu pemandu wisata kala itu dalam acara Culture and Culinary Trip PT. JAS Airport Service, Minggu (12/11/2017).

Pesona Pulau Saparua di Maluku Utara, dilihatr dari atas Benteng Duurstede, Minggu (12/11/2017).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Pesona Pulau Saparua di Maluku Utara, dilihatr dari atas Benteng Duurstede, Minggu (12/11/2017).
Benteng ini menghadap Laut Banda, ada tiga meriam berwarna merah yang diarahkan ke tiga sisi laut tersebut. Melihat ke arah Laut Banda, sangat tak terbayang serangan demi serangan dahulu terjadi di atas laut seindah itu.

Lepas berfoto dan melihat indahnya lautan dari atas benteng, KompasTravel coba menelusuri gudang rempah di bagian tengah benteng. Sayangnya bangunan 10 x 5 meter tersebut terkunci rapat. Wisatawan hanya bisa mengamati dindingnya yang terbuat dari kayu, dan saluran-saluran air di tiap ruangannya. 

Penjara tawanan yang ada di sisi kantor VOC, tak kalah menyita perhatian wisatwan kala itu. Berukuran kecil, dengan pintu yang pendek sekitar 1.3 meter, Anda harus merunduk untuk masuk ke dalamnya.

Salah satu tour guide menujukan penjara tawanan yang masih asli di Benteng Duurstede yang ada di Pulau Saparua, Maluku Utara, Minggu (12/11/2017).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Salah satu tour guide menujukan penjara tawanan yang masih asli di Benteng Duurstede yang ada di Pulau Saparua, Maluku Utara, Minggu (12/11/2017).
Suasana di dalam pun amat gelap, pengap, dan lembab. Tak terbayang, saat pejuang-pejuang kita dari Maluku ditawan dan dikurung di sini.

"Bangunan yang sudah hancur ini ialah dapur masak, toilet, dan bunker prajurit," ungkap Olnes.

Ia mengatakan setelah diambil alih oleh VOC, bangunan ini dimanfaatkan dan dibangun kembali oleh Gubernur Ambon Mr. N. Schaghen pada tahun 1691. Hal tersebut berlangsung dari abad 17-19, sebelum diserang oleh pasukan Pattimura 1917.

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM