Tak Perlu Panik Gunung Agung Meletus, Perhatikan 5 Hal Ini - Kompas.com

Tak Perlu Panik Gunung Agung Meletus, Perhatikan 5 Hal Ini

Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Kompas.com - 26/11/2017, 18:04 WIB
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, tertutup awan, terlihat dari pinggiran Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Selasa (21/11/2017). Letusan yang terjadi pada pukul 17.05 Wita ditandai dengan asap berwarna kelabu dan abu vulkanik tipis yang membumbung dari puncak kawah dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter, dan abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara.ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, tertutup awan, terlihat dari pinggiran Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Selasa (21/11/2017). Letusan yang terjadi pada pukul 17.05 Wita ditandai dengan asap berwarna kelabu dan abu vulkanik tipis yang membumbung dari puncak kawah dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter, dan abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara.

JAKARTA, KOMPAS.com — Erupsi Gunung Agung, Bali, sudah berlangsung sejak Sabtu (25/11/2017) sekitar pukul 17.30 Wita dengan letusan mencapai 1.500 meter. Hari ini, Minggu (26/11/2017), diperkirakan abu sudah mencapai ketinggian 3.000 meter.

Wisatawan yang tengah berada di "Pulau Dewata" tak perlu khawatir. Sedikitnya ada lima hal yang perlu Anda lakukan terkait erupsi Gunung Agung.

1. Jangan panik

Pakar vulkanologi Surono mengatakan agar para wisatawan dan masyarakat yang ada di Bali tidak perlu panik. Sebab, tidak semua wilayah Bali tertutup dengan abu vulkanik.

“Bali itu, kan, luas, tidak semuanya tertutup dengan abu, dan terbangnya mengarah ke tengggara. Denpasar ada wilayah lain seperti di sebelah barat, utara, dan selatan dari Gunung Agung yang tidak bermasalah,” kata Mbah Surono saat dihubungi KompasTravel, Minggu (26/11) sore.

2. Berada di jarak yang aman

Wisatawan juga harus berada di daerah yang aman. Surono mengatakan, sebaiknya jika ingin mendekat, tetaplah pada jarak yang aman.

“Ya kalau mau melihat erupsi Gunung Agung sebaiknya dari luar radius 6 kilometer (dari Gunung Agung) itu sudah cukup,” kata dia.

3. Perhatikan arah angin

Mbah Surono mengatakan, saat ini abu vulkanik dari Gunung Agung terbawa angin yang mengarah ke tenggara. Wisatawan dapat mencari informasi soal arah angin yang membawa abu vulkanik tersebut sehingga nantinya dapat memilih obyek wisata di Bali yang tidak terpapar abu vulkanik.

4. Gunakan masker

Demi keselamatan dan kesehatan, wisatawan juga masyarakat sebaiknya sedia masker.  Sebaiknya masker digunakan jika Anda berada di wilayah yang terpapar abu vulkanik.

“Kan saat ini hanya abu vulkanik. Bukan menyepelekan, tetapi ya bisa memakai masker dan topi sehingga tidak kena abu,” ujar Mbah Surono.

5. Gunakan pakaian yang aman

Selain masker, hal yang Anda harus perhatikan adalah busana. Mbah Surono menyarankan agar wisatawan yang dekat dengan lokasi Gunung Agung untuk menggunakan busana lengan panjang.

“Hujan abu belum lebat, pakaiannya biasa saja, lengan panjang, kalau nggak ya pakai payung. Kalau hujan abu sudah lebat ya jangan mendekat,” tambah dia.

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

PenulisAnggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM