Erupsi Gunung Agung, Penerbangan AirAsia ke Bali dan Lombok Dibatalkan - Kompas.com

Erupsi Gunung Agung, Penerbangan AirAsia ke Bali dan Lombok Dibatalkan

Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Kompas.com - 27/11/2017, 14:09 WIB
Turis asing mengabadikan keindahan Pura Taman Ayun di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/8/2016). Wisata ke Bali kini dapat dilakukan siapa pun dengan biaya terjangkau.KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Turis asing mengabadikan keindahan Pura Taman Ayun di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/8/2016). Wisata ke Bali kini dapat dilakukan siapa pun dengan biaya terjangkau.

JAKARTA, KOMPAS.com – Maskapai AirAsia Indonesia membatalkan semua penerbangan AirAsia baik dari maupun menuju Bali. Hal tersebut dilakuakan berkaitan dengan adanya penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai sejak Senin (27/11/2017) sekitar pukul 07.00 Wita.

“Dengan adanya penutupan bandara, semua penerbangan AirAsia dan AirAsia X dari dan menuju Bali dibatalkan. Sebagai informasi tambahan, penerbangan dari dan menuju Lombok juga dibatalkan hari ini,” kata Head of Corporate Secretary and Communications AirAsia Indonesia, Baskoro Adiwiyono dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Senin.

(Baca juga : Menpar Imbau Hotel dan Penerbangan Beri Diskon Khusus)

Ia menjelaskan, AirAsia Indonesia akan memberikan informasi terkini kepada penumpang terkait pembatalan penerbangan melalui email yang terdaftar dan melalui pesan singkat.

Sementara itu, menurut Baskoro, ada beberapa opsi yang dapat dipilih oleh para penumpang yang terkena dampak pembatalan penerbangan. Pertama, dapat melakukan perubahan jadwal penerbangan di rute yang sama dalam periode 30 hari dari jadwal keberangkatan semula. Perubahan jadwal tersebut tidak dikenakan tambahan biaya.

Sejumlah warga negara asing mencari informasi di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, di Denpasar, Bali, Senin (27/11/2017). Bandara Ngurah Rai menutup semua penerbangan pada Senin mulai pukul 07.00 WITA karena terdampak abu vulkanis letusan Gunung Agung.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Sejumlah warga negara asing mencari informasi di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, di Denpasar, Bali, Senin (27/11/2017). Bandara Ngurah Rai menutup semua penerbangan pada Senin mulai pukul 07.00 WITA karena terdampak abu vulkanis letusan Gunung Agung.
Opsi kedua, dapat dengan cara credit shell, yaitu deposit di AirAsia senilai harga tiket yang telah dibeli oleh penumpang. Deposit tersebut dapat digunakan untk pembelian tiket AirAsia lainnya. Adapun masa berlakunya selama 90 hari.

(Baca juga : Dampak Erupsi Gunung Agung, 30 Penerbangan Citilink ke Bali Dibatalkan)

Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, maka penumpang yang terdampak pembatalan dapat menghubungi call center di nomor +622129270999 atau 08041333333.

Sebelumnya, Kepala Humas PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Bali, Arie Ahsanurrohim menyampaikan bahwa Bandara Ngurah Rai ditutup sejak Senin ini pukul 07.00 Wita dan diperkirakan akan ditutup hingga Selasa (28/11/2017) atau selama 24 jam.

“Bandara close jam 07.00 Wita hari ini sampai pukul 07.00 Wita besok,” kata Arie, Senin pagi.

Seorang pelancong jogging di tepi pantai seiring terbenamnya matahari di anak-anak bermain-main di pantai saat senja di Seminyak, Bali, Sabtu (18/2/2017).
KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Seorang pelancong jogging di tepi pantai seiring terbenamnya matahari di anak-anak bermain-main di pantai saat senja di Seminyak, Bali, Sabtu (18/2/2017).
Keputusan ini dituangkan dalam Notam A4242/17 NOTAMN AD CLSD DUE TO AGUNG VOLCANIC ASH, CREATED: 26 Nov 2017 23:15:00.

Menurut Arie, partikel abu sangat tipis pada pengamatan di Bandara Ngurah Rai pukul 05.30 Wita. Namun, ruang udara tertutup abu vulkanik sehingga otoritas penerbangan mengambil keputusan bandara ditutup selama 18 jam.

"Secara visual di bandara abunya tipis, tapi di ruang udara abu vulkanik sangat tebal," kata Arie.

Lain halnya dengan Bandara Lombok Praya yang sejak Minggu (26/11/2017) ditutup, pagi ini sudah beroperasi kembali.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai menancapkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi pelancong saat bertandang ke Pulau Lombok, di Nusa Tenggara Barat.ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai menancapkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi pelancong saat bertandang ke Pulau Lombok, di Nusa Tenggara Barat.
"Lombok International Airport sejak pagi ini pukul 06.00 Wita sudah mulai aktif untuk melaksanakan penerbangan yang rencananya hari ini ada 104 pergerakan," ujar GM Angkasa Pura I, Lombok International Airport, I Gusti Ngurah Ardita, Senin (27/11/2017).

"Pada puncaknya tadi pukul 05.00 pagi tadi, kami dengan tim seluruh komunitas bandara telah melakukan rapat evaluasi terhadap kondisi dan kami lakukan monitor dari laporan yang ada di Bali dan diputuskan bahwa bandara dibuka kembali," kata Ardita. (*)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAnggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM