Ini Cara Lain Ke Bali Tanpa Melalui Bandara Ngurah Rai - Kompas.com

Ini Cara Lain Ke Bali Tanpa Melalui Bandara Ngurah Rai

Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Kompas.com - 27/11/2017, 17:15 WIB
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, meletus pada Selasa (21/11/2017). Letusan yang terjadi pada pukul 17.05 Wita ditandai dengan asap berwarna kelabu dan abu vulkanik tipis yang membumbung dari puncak kawah dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter, dan abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara.DOK PVMBG Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, meletus pada Selasa (21/11/2017). Letusan yang terjadi pada pukul 17.05 Wita ditandai dengan asap berwarna kelabu dan abu vulkanik tipis yang membumbung dari puncak kawah dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter, dan abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara.

JAKARTA, KOMPAS.com – Akhir pekan lalu hingga saat ini, Pulau Bali tengah menjadi perbincangan. Pasalnya, Gunung Agung terus mengalami peningkatan status kegunungapian hingga yang terkini sampai erupsi. 

Dari peristiwa tersebut, beberapa penerbangan melakukan pembatalan penerbangan. Bahkan, Bandara Ngurah Rai, Bali pun ditutup pada Senin (27/11/2017) pagi sekitar pukul 07.00 Wita hingga 24 jam ke depan hingga seluruh penerbangan dari dan ke Bali dibatalkan.

Nah, tak perlu kebingungan ketika Bandara di Bali ditutup. Sebab, untuk bisa sampai di Bali, Anda tidak selalu harus melalui Bandara Ngurah Rai.

(Baca juga : Dampak Erupsi Gunung Agung, 30 Penerbangan Citilink ke Bali Dibatalkan)

Memang untuk menempuh jarak jauh ke Bali lebih cepat bila mendarat di Bandara Ngurah Rai.
Lantas, transportasi apakah yang bisa digunakan ke Bali?

Bagi Anda yang berdomisili atau memiliki titik keberangkatan dari Jakarta menuju Bali, ada beragam transportasi yang bisa Anda gunakan. Diantaranya bus, kereta api, dan penyeberangan kapal feri.

Berikut alternatif transportasi yang bisa digunakan menuju Bali selain mendarat di Bandara Ngurah Rai.

Ilustrasi bus antar kota.Tribunnews Ilustrasi bus antar kota.
Bus

Untuk bus, ada rute dari Jakarta yang langsung bisa sampai ke Denpasar, Bali. Bus yang menyediakan rute ini pun beragam.

Perlu Anda catat, menggunakan bus pasti membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama ketimbang menggunakan pesawat. Lama perjalanan sekitar 24 hingga 30 jam.

(Baca juga : Asita: Destinasi Bali Masih Banyak, Jangan Hanya Unggah Gunung Agung)

Sebab, lama perjalanan disesuaikan pula dengan kondisi jalan. Apakah banyak menemukan titik macet atau tidak. Nantinya, bus tersebut juga akan menyeberang menggunakan kapal feri dari Banyuwangi ke Bali.

Suasana kereta api wisata priority sesaat sebelum keberangkatan dari Jakarta menuju Yogyakarta di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (4/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif. Harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana kereta api wisata priority sesaat sebelum keberangkatan dari Jakarta menuju Yogyakarta di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (4/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif. Harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum.

Kereta Api

Kereta api juga bisa menjadi alternatif pilihan menuju Bali. Anda bisa naik dari Stasiun Gambir atau Pasar Senen sebelum melanjutkan perjalanan naik bus dan kapal feri.

Pertama, dari Jakarta ke Surabaya. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dari Surabaya ke Banyuwangi.

(Baca juga : Tak Perlu Panik Gunung Agung Meletus, Perhatikan 5 Hal Ini)

Setelah sampai di Banyuwangi, Anda pun bisa naik bus hingga Terminal Ubung dengan menyeberangi Selat Bali terlebih dahulu.

Nah jika ditotal, lama perjalanan menggunakan kereta dengan bus hingga Bali ini sekitar 25 hingga 25 jam.

 Bandara Blimbingsari Banyuwangi bakal makin sibuk dengan adanya 12 jadwal penerbangan setiap harinya. Menggeliatnya bisnis pariwisata di Banyuwangi mendorong berbagai maskapai penerbangan membuka direct flight Jakarta-Banyuwangi.FIRMAN ARIF/KOMPAS.com Bandara Blimbingsari Banyuwangi bakal makin sibuk dengan adanya 12 jadwal penerbangan setiap harinya. Menggeliatnya bisnis pariwisata di Banyuwangi mendorong berbagai maskapai penerbangan membuka direct flight Jakarta-Banyuwangi.
Pesawat

Jika Anda ingin memangkas waktu perjalanan, tentu saja masih bisa menggunakan transportasi udara. Hanya saja, jika Bandara Ngurah Rai masih belum beroperasi, maka Anda bisa turun di Bandara Juanda, Surabaya; Bandara Blimbingsari, Banyuwangi; dan Bandara Abdul Rahman Saleh, Malang.

Dari Bandara Juanda, Anda bisa ke Stasiun Surabaya Gubeng dan melanjutkan perjalanan naik kereta hingga Banyuwangi. Kemudian melanjutkan perjalanan dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ke Terminal Ubung Bali menggunakan bus yang menyeberangi Selat Bali terlebih dahulu.

(Baca juga : Erupsi Gunung Agung, PHRI Bali Siapkan Kamar Hotel Gratis Sehari)

Sementara, bila dari Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Anda bisa langsung melanjutkan ke Pelabuhan Ketapang dengan bus. Begitu juga bila Anda dari Bandara Abdul Rahman Saleh menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Adapun pesawat-pesawat yang melayani penerbangan ke Surabaya dari Jakarta seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink, Lion Air, Batik Air, dan Air Asia. Sementara, Jakarta - Banyuwangi tersedia penerbangan Nam Air dan Garuda Indonesia.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAnggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
EditorWahyu Adityo Prodjo
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM