Menpar: Wisatawan di Bali Harus Dilayani dengan Istimewa - Kompas.com

Menpar: Wisatawan di Bali Harus Dilayani dengan Istimewa

Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Kompas.com - 28/11/2017, 18:04 WIB
Sejumlah warga negara asing mencari informasi di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Senin (27/11/2017). Bandara Ngurah Rai menutup semua penerbangan pada Senin mulai pukul 07.00 WITA karena terdampak abu vulkanis letusan Gunung Agung.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Sejumlah warga negara asing mencari informasi di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Senin (27/11/2017). Bandara Ngurah Rai menutup semua penerbangan pada Senin mulai pukul 07.00 WITA karena terdampak abu vulkanis letusan Gunung Agung.

JAKARTA, KOMPAS.com – Terkait erupsi Gunung Agung di Bali, mulai Senin (27/11/2017) pagi, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup sementara karena dampak abu vulkanik.

Lain halnya dengan Bandara Lombok Praya yang sejak Selasa (28/11/2017) pagi sudah mulai membuka kembali penerbangan dari bandara tersebut. Sebelumnya, Bandara Lombok Praya ditutup sejak Minggu (26/11) petang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kemungkinan besar wisatawan datang ke Lombok untuk bisa mendapatkan jadwal penerbangan untuk kembali ke kota atau negara asalnya.

“Beri kemudahan dan layani mereka (wisatawan) dengan istimewa. Mereka adalah calon-calon customers loyal, jika industri berempati dengan mereka di saat mereka sedang membutuhkan pertolongan. Jika diperlakukan tidak wajar maka mereka akan antipati,” kata Arief dalam keterangan pers yang diterima KompasTravel.

Baca juga : 5 Destinasi di Bali yang Aman dari Dampak Letusan Gunung Agung

Arief berharap wisatawan bisa mendapatkan pelayanan yang baik. Menurut dia, hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misal hotel, resor, homestay, atau penginapan lain yang bisa memberi diskon sebesar 50 persen.

“Lebih besar (diskonnya) lebih bagus, agar wisatawan merasa tidak dimanfaatkan. Mereka sudah susah, jadwal pulang mereka tidak lancar karena bencana. Jangan dibikin makin susah,” kata Arief.

Selain itu Arief juga menyebutkan perihal transportasi. Arief menghimbau agar adanya transportasi gratis dari hotel ke bandara untuk memberikan kemudahan pada wisatawan.

“Siapkan transportasi free menuju bandara, jika memungkinkan perkenalkan destinasi unggulan di Lombok, agar mereka tidak boring, sekaligus promosi destinasi dan event,” kata dia.

Baca juga : Tak Perlu Panik Gunung Agung Meletus, Perhatikan 5 Hal Ini

Hal lainnya yang juga diharapkan Arief adalah adanya atraksi atau hiburan yang dapat diberikan pada wisatawan agar tidak merasa bosan.

Sejak tutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai pagi tadi, Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono menginstruksikan pengalihan penerbangan domestik maupun internasional tujuan Denpasar. Untuk penerbangan yang tengah mengudara saat ini, akan dialihkan ke Bandara-bandara terdekat seperti Juanda, Makassar, Lombok atau Kupang.

“Data yang masuk sementara ini terdapat tujuh penerbangan yang sudah dialihkan. Update terkini akan kami sampaikan kemudian,” kata Wisnu.

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

PenulisAnggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM