Menpar: Bali Kehilangan Devisa hingga Rp 250 Miliar Per Hari - Kompas.com

Menpar: Bali Kehilangan Devisa hingga Rp 250 Miliar Per Hari

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 30/11/2017, 22:04 WIB
Sejumlah warga negara asing mencari informasi di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, di Denpasar, Bali, Senin (27/11/2017). Bandara Ngurah Rai menutup semua penerbangan pada Senin mulai pukul 07.00 WITA karena terdampak abu vulkanis letusan Gunung Agung.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Sejumlah warga negara asing mencari informasi di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, di Denpasar, Bali, Senin (27/11/2017). Bandara Ngurah Rai menutup semua penerbangan pada Senin mulai pukul 07.00 WITA karena terdampak abu vulkanis letusan Gunung Agung.

SABANG, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut sektor pariwisata Bali kehilangan devisa mencapai Rp 250 miliar per hari. Hal itu merupakan dampak dari penutupan Bandara Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Agung.

Arief mengatakan jumlah tersebut berdasarkan perhitungan wisatawan mancanegara yang masuk per hari melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, dikali jumlah rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara dan kurs nilai tukar dollar Amerika Serikat ke rupiah.

"Assesment kerugian? Per hari saja ya. Itu paling gampang per hari (hitungnya). Nanti tinggal (kali berapa hari). Per hari itu Bali wismannya (yang masuk) 15.000 orang. Kalau kita konversi ke devisa itu 250 miliar. Itu yang hilang (devisa) untuk Bali," kata Arief saat ditemui di sela-sela kunjungan kerja di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, Aceh, Kamis (30/11/2017).

Arief menyebut perkiraan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara sekali berwisata ke Bali yaitu 1.200 dollar Amerika Serikat. Bila dihitung secara keseluruhan dengan kurs nilai tukar dollar Amerika Serikat ke rupiah yaitu Rp 13.500 akan menghasilkan total sekitar Rp 250 miliar.

"Itu hampir 250 miliar, saya bulatkan. Kenapa? karena 15.000 (wisman) itu sudah bergeser sebenarnya. 15.000 wisman itu angka aman (ke Bali per hari)," ujarnya.

Baca juga : Buktikan Bali Aman, Para Turis Selfie Berlatar Gunung Agung

Erupsi Gunung Agung pekan lalu menyebabkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup beberapa hari. Untuk diketahui, secara resmi Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup sejak Senin (27/11/2017) pukul 07.00 Wita sampai Selasa (28/11/2017) atau selama 24 jam.

Dari hasil pengamatan di Bandara Ngurah Rai, partikel abu sangat tipis pada pengamatan Senin (27/11) pukul 05.30 Wita. Namun, ruang udara tertutup abu vulkanik sehingga otoritas penerbangan mengambil keputusan bandara ditutup selama 24 jam.

Kemudian, penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai diperpanjang 24 jam sampai Rabu (29/11/2017) pukul 07.00 Wita.

Baca juga : Bandara Ngurah Rai Tutup, Hotel di Bali Tawarkan Diskon hingga Perpanjangan Menginap

Perpanjangan penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk 24 jam sampai Rabu (29/11) dilakukan karena mempertimbangkan ruang udara bandara yang masih tertutup oleh sebaran abu vulkanik Gunung Agung sesuai dengan plotting Volcanic Ash Advisory Centre. 

Kepala Humas PT Angkasa Pura I, Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, mengatakan sebanyak 445 penerbangan terdampak akibat penutupan Bandara Ngurah Rai di Bali. Jumlah penerbangan yang terdampak tersebut dihitung pada hari pertama Bandara Ngurah Rai ditutup.

Penerbangan yang terdampak pada hari pertama Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup terdiri dari 196 penerbangan internasional dan 249 penerbangan domestik. Dengan rincian, kedatangan internasional 97 penerbangan dan keberangkatan internasional 99 penerbangan.

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM