Menyusuri Jenewa, Kota Cantik yang Menginspirasi Susi Menantang Anies-Sandi - Kompas.com

Menyusuri Jenewa, Kota Cantik yang Menginspirasi Susi Menantang Anies-Sandi

Bambang Priyo Jatmiko
Kompas.com - 04/12/2017, 18:03 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berada di tepi Danau Geneva beberapa waktu laluKOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berada di tepi Danau Geneva beberapa waktu lalu

KOMPAS.com - Jenewa adalah ebuah kota cantik yang terletak di pinggir Danau Geneva atau Lac Leman, Swiss.

Kota ini sangat penting bukan hanya karena kemolekannya, namun juga menjadi hub diplomatik, perdagangan, dan keuangan internasional. Danau Geneva sangatlah istimewa. Hampir seluruh nadi kehidupan Jenewa berada di sekitaran danau ini.

Di sisi sebelah barat Danau Geneva dijumpai kantor PBB dan organisasi-organisasi internasional, serta hotel-hotel mewah bersejarah. Sementara itu kantong-kantong bisnis dan perdagangan lebih banyak berada di selatan danau.

Baca juga : Pesona Danau Geneva yang Dibicarakan Menteri Susi

Berbicara mengenai perekonomian, industri jasa merupakan tulang punggung ekonomi Jenewa. Tak hanya pariwisata, industri jasa yang menopang kota ini adalah sektor keuangan. Banyak sekali private banking terkemuka dunia memilih Jenewa sebagai salah satu pusat kegiatan bisnisnya.

Selain industri jasa, ekonomi Jenewa juga digerakkan oleh industri-industri yang memroduksi perkakas dengan tingkat akurasi tinggi. Dan, salah satu industri yang menonjol dari kota ini adalah pembuatan jam tangan.

Rolex, Patek Philippe, Vacheron Constantin, dan beberapa produsen arloji kelas atas, menjadikan Jenewa sebagai kantor pusatnya.

Kantor produsen jam papan atas, Patek Philippe di Jenewa SwissKOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO Kantor produsen jam papan atas, Patek Philippe di Jenewa Swiss

Pembuatan jam tangan telah menjadi tradisi di Jenewa dan Swiss pada umumya. Sehingga gerai-gerai penjualan jam dengan berbagai merek dengan mudah dijumpai di berbagai sudut kota ini.

Jenewa juga menghasilkan produk pertanian berkualitas dari para petani yang tinggal di dataran tinggi.

Baca juga : Oh, Jenewa yang Kusayang...

Mengunjungi Jenewa, bagaimanapun, menjadi pengalaman tersendiri. Mengingat kota ini sangat indah dan banyak sekali destinasi penting yang bisa dikunjungi.

Penduduk yang ramah, angka kriminalitas rendah, hingga beragamnya pilihan makanan yang berbahan dasar dairy, menjadikan traveling ke Jenewa sangat valuable.

Saya baru-baru ini berkesempatan mengunjungi Jenewa untuk mengikuti kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ke sejumlah lembaga internasional. Berikut catatan singkatnya.

Transportasi Publik Gratis

Salah satu yang saya anggap hebat dari kota ini adalah transportasi gratis bagi wisatawan. Setiap wisatawan yang menginap di hotel atau penginapan mendapatkan kartu akses gratis ke transportasi publik dalam kota Jenewa.

Kartu akses tersebut diberikan kepada wisatawan saat check in, dan berlaku selama wisatawan menginap di hotel.

Kartu akses transportasi publik di jenewaKOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO Kartu akses transportasi publik di jenewa

Transportasi yang bisa dinaiki secara gratis dengan kartu ini meliputi trem, bis kota, serta perahu di Danau Geneva. Jaringan tiga moda transportasi publik di Jenewa ini cukup luas dan menjangkau hingga ke pinggiran kota.

Naik transportasi publik sangatlah efisien. Apalagi, peta yang disediakan oleh pengelola sangat membantu memudahkan wisatawan menelusuri lokasi-lokasi yang menarik untuk disinggahi.

Salah satu trem yang bisa dicoba adalah nomor 15. Trem ini melalui jalur yang paling banyak dicari wisatawan: kompleks kantor PBB dan organisasi internasional, stasiun kereta Cornavin yang menghubungkan Jenewa dengan kota-kota lain di Eropa serta kota tua.

Kota Berbahasa Perancis

Posisi Swiss yang berada di tengah-tengah negara berpengaruh di Eropa menjadikan negara ini memiliki setidaknya empat bahasa nasional, yakni Jerman, Perancis, Italia, dan Roman. Satu kota bisa menggunakan bahasa yang berbeda dengan kota lainnya, meskipun sama-sama berada di bawah naungan negara Swiss.

Di kota-kota yang berada di utara dan timur laut, seperti Zurich, Bern, bahasa yang digunakan adalah Bahasa Jerman. Sementara itu kota-kota yang berada di tenggara seperti Lugano, menggunakan Bahasa Italia, dan kota di bagian timur seperti St Moritz menggunakan Bahasa Roman.

Khusus di Jenewa, bahasa yang digunakan di kota ini adalah Bahasa Perancis. Ini karena Jenewa berada di bagian selatan Swiss dan sebagian besar wilayahnya berbatasan dengan Perancis.

Papan penunjuk jalan di salah satu sudut Kota JenewaKOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO Papan penunjuk jalan di salah satu sudut Kota Jenewa

Seluruh tanda, rambu dan berbagai papan petunjuk yang ada di kota ini menggunakan Bahasa Perancis.

Namun, wisatawan yang berkunjung ke kota ini tidak perlu khawatir, karena warga kota serta para staf hotel tetap bisa berbahasa Inggris.

Memanjakan Pejalan Kaki

Salah satu cara untuk menikmati Kota Jenewa, terutama danaunya, adalah dengan berjalan kaki. Terdapat tempat untuk pejalan kaki atau promenade yang lumayan luas dan panjang yang bisa dipakai untuk menyusuri danau dari utara hingga selatan.

Terletak di sisi danau dan Quai Wilson, melalui promenade ini para pejalan kaki bisa menyusuri taman, museum hingga hotel kelas atas yang bersejarah di Jenewa.

Dari utara, bisa dijumpai museum sejarah ilmu pengetahuan. Museum kecil ini menyimpan sejumlah koleksi berbagai peralatan pengetahuan yang dibuat pada abad ke-17 hingga 19 seperti thermometer, teleskop, mikroskop, dan sebagainya yang pernah digunakan oleh para ilmuwan Jenewa.

Deretan hotel-hotel papan atas di pinggir Danau GenevaKOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO Deretan hotel-hotel papan atas di pinggir Danau Geneva

Selanjutnya berjalan ke selatan, ada The Henry Dunant Museum. Museum ini didedikasikan secara khusus untuk Henry Dunant, pendiri Palang Merah yang lahir di Jenewa.

Semakin berjalan ke selatan, akan terlihat hotel-hotel papan atas. Sebut saja Hotel President Wilson yang mulai beroperasi pada 1962. Nama hotel ini diambil dari nama Presiden AS ke-28, Woodrow Wilson yang mencetuskan lahirnya Liga Bangsa-bangsa.

Selanjutnya ada juga Hotel Kempinski serta Beau-Rivage Hotel yang sangat bersejarah. Khusus untuk Beau-Rivage Hotel, hotel ini menjadi salah satu saksi perjalanan sejarah Eropa.

Ya, bagaimanapun, Jenewa dan danaunya telah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kota Jenewa telah menginspirasi banyak orang. Bahkan, tokoh-tokoh besar dunia lahir dan memulai perjalanan hidupnya dari kota ini.

Pusat bisnis di Jenewa yang berada di bagian selatan danauKOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO Pusat bisnis di Jenewa yang berada di bagian selatan danau

Salah satu tokoh tersebut adalah JJ Rousseau yang terkenal dengan teori kontrak sosialnya.

Mungkin juga dari kota Jenewa pula, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi mulai bisa mendapatkan inspirasi agar bisa bekerja lebih baik, setelah Menteri Susi menantang untuk menata Danau Sunter menjadi seindah Danau Geneva.

 ********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

PenulisBambang Priyo Jatmiko
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM