5 Kuliner Lezat Bandung yang Cocok Saat Musim Hujan - Kompas.com

5 Kuliner Lezat Bandung yang Cocok Saat Musim Hujan

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 05/12/2017, 15:10 WIB
Ragam hidangan di Seblak Jeletet Murni, isian dari seblak di sini bisa menggunakan berbagai macam, seperti otak-otak, ceker, dumpling, bakso, sosis, tulang, kikil, dan masih banyak lagi.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Ragam hidangan di Seblak Jeletet Murni, isian dari seblak di sini bisa menggunakan berbagai macam, seperti otak-otak, ceker, dumpling, bakso, sosis, tulang, kikil, dan masih banyak lagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkunjung ke Bandung, saat musim hujan, sangat tepat untuk berburu kuliner. Kota yang terkenal "surga" kulinernya ini, punya ragam kuliner khas yang cocok saat udara dingin.

Tak heran, Jokowi pun saat kunjungan kerjanya ke Bandung, menyempatkan untuk kulineran. Ia mencoba kupat tahu petis, dan kerupuk guyur.

Selain itu masih banyak lagi kuliner berkuah, juga pedas yang cocok untuk musim hujan di Bandung. Berikut KompasTravel rangkum beberapa kulinernya:

1. Seblak

Kini siapa tak kenal kuliner pedas berkuah ini? Sejak awal kemunculannya di bumi Parahyangan, kuliner ini kerap dijadikan bahan tantangan bagi penyuka pedas.

(Baca juga : Ini Rahasia Pedas yang Nampol dari Seblak Jeletet)

Kuliner dengan bahan pokok kerupuk ini juga kian menyebar ke pelosok Jawa, hingga luar Jawa. Karena sensasi pedas, gurih dan hangatnya, kuliner ini jadi salah satu opsi terbaik dinikmati saat musim hujan.

Saat ini seblak bandung tak hanya berisikan kerupuk, mi, bakso, sosis saja. Namun, Anda bisa mencobanya yang berisikan ceker, tempura, kwetiauw, jamur, brokoli, wortel, hingga keju.

Cita rasa gurih pedasnya bisa Anda temukan di Seblak Deu Tjenghar di Jalan Purnawarman, Seblak Mg. Ogo di Gading Tutuka, Soreang, Seblak Dago, di Jalan Dago, dan banyak lainnya.

Mih Kocok? Mang Dadeng, tempat makan mie kocok di Jalan Banteng (KH.Ahmad Dahlan) No. 67 ini memiliki ciri khas di bumbu spesial yang merupakan rahasia keluarga. Ada 27 bumbu rempah yang digunakan.KOMPAS.com/Agie Permadi Mih Kocok? Mang Dadeng, tempat makan mie kocok di Jalan Banteng (KH.Ahmad Dahlan) No. 67 ini memiliki ciri khas di bumbu spesial yang merupakan rahasia keluarga. Ada 27 bumbu rempah yang digunakan.

2. Mi Kocok

Semangkuk mi kuning, tauge, potongan kikil, dan sum-sum, diguyur dengan kuah kaldu sapi yang panas, bisa membuat siapa pun yang melihatnya mendadak lapar.

Kelezatan kuliner khas Bandung ini memang sudah tersohor. Kental kuah kaldunya berasal dari rebusan tulang dan daging sampi ber jam-jam. Tak heran rasanya "nendang".

Tak lupa potongan kikil yang kenyal, juga daging sapi yang empuk akan mengobati lapar Anda. Harga satu porsinya sekitar Rp 23.000.

Mi kocok bandung cukup banyak tersebar dan mudah dijumpai. Penjual yang sudah melegenda, di antaranya ialah Mie Kocok Persib di Jalan Ahmad Yani, Mih Kocok Mang Daeng di Jalan Banteng (KH Ahmad Dahlan) no 67, dan yang lainnya.

Cuanki Serayu, mirip dengan bakso malangNOVA/Agus Dwianto Cuanki Serayu, mirip dengan bakso malang

3. Bakso Cuanki

Jika Malang punya bakso khasnya, inilah bakso khas Bandung. Campuran bakso, pangsit, siomay, bakwan, dan tahu dalam satu mangkok, diguyur kuah berbumbu yang panas, siap menggoyang lidah Anda.

Bakso cuanki ini disajikan tanpa menggunakan mi. Ragam isian bakso tadi, hanya diguyur kuah dan ditambah seledri, juga bawang merah goreng. Anda bisa menambah sambal agar rasanya semakin mantap.

Satu porsinya berkisar Rp 15.000. Salah satu penjual cuanki yang sudah tersohor ialah di Jalan Serayu no 2, Cihapit, Bandung.

4. Rujak Cireng

Cireng yang terbuat dari sagu, disantap bersama sambal rujak yang pedas. Menjadi camilan nikmat di kala musim hujan.

Bumbu rujak dari cireng ini biasanya lebih cair dan merah dari rujak buah. Juga lebih sedikit menggunakan kacang, lebih seperti sambal uleg dengan jabai rawit merah juga cuka.

5. Batagor Kuah

Tak kalah dengan versi gorengnya, bagi Anda yang sedang tidak bisa melahap hidangan berminyak, inilah solusinya.

Batagor kuah sangat nikmat disantap saat kuahnya masih panas. Terlebih di tengah derasnya hujan.

Wujud batagornya tentu tak berbeda dengan versi goreng, olahan daging dan tepung dibalut renyahnya pangsit. Namun, kuahnya lah yang diberi sedikit bumbu seperti bawang putih sehingga menambah lezat.

Tempat menyantap batagor kuah ini biasanya juga menyediakan batagor goreng. Antara lain di Batagor Yunus, di Jalan Kopo 68, lalu Batagor Darto di Simpang Dago, dan masih banyak lainnya.

PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM