Ini Warung Makan Kaki Lima di Thailand yang Dapat Michelin Star - Kompas.com

Ini Warung Makan Kaki Lima di Thailand yang Dapat Michelin Star

Silvita Agmasari
Kompas.com - 11/01/2018, 14:49 WIB
Jay Fai, koki warung kaki lima yang mendapat bintang Michelin dari Bangkok, Thailand. South China Morning Post Jay Fai, koki warung kaki lima yang mendapat bintang Michelin dari Bangkok, Thailand.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekilas tidak ada yang istimewa dari warung makan kaki lima milik Jay Fai (72) di Samran Rat, Bangkok, Thailand. Warung makan bernama Raan Jay Fai tampak sederhana. Hanya memuat beberapa meja dan puluhan kursi plastik. 

Namun makanan yang dimasak Jay Fai selama lebih dari 30 tahun ternyata istimewa. Warung makan Jay Fai masuk sebagai salah satu dari 17 restoran dalam buku Michelin Guide Bangkok. Jay Fai lantas diganjar bintang Michelin, penghargaan bergengsi di dunia kuliner.

"Saya sangat gembira mendapat ini," kata Jay Fai saat menerima penghargaan bintang Michelin di awal Desember 2017.

Baca juga : Koki Michelin Italia Datang ke Jakarta. Seenak Apa Masakannya?

Di warung makannya, Jay Fai menyajikan makanan dengan bahan utama hidangan laut. Salah satu masakan Jay Fai yang paling terkenal adalah omelette kepiting. Telur dadar berisi daging kepiting yang melimpah.

Omellete kepiting buatan koki bintang Michelin dari warung makan di Bangkok. Independent Omellete kepiting buatan koki bintang Michelin dari warung makan di Bangkok.
Namun sayang, satu bulan setelah mendapat bintang Michelin, ternyata kegembiraan Jay Fai tidak berdampak baik. Ia ingin mengembalikan penghargaan yang direbutkan oleh banyak koki dunia tersebut.

Baca juga : Kisah Koki Kaki Lima Dapat Penghargaan Michelin Star

Penghargaan Michelin membuat banyak perubahan pada bisnis Jay Fai. Mulai dari antrean panjang yang memenuhi jalan, putrinya yang harus berhenti kerja untuk mengurus antrean tamu sampai ditagih pajak restoran resmi.

"Banyak orang yang datang melihat hanya untuk mengambil foto tetapi tidak makan," kata Jay Fai, koki yang mengenakan kacamata ski setiap kali memasak. 

Ia juga mengaku tidak berani menaikkan harga makanan karena takut pelanggan lama kabur. Untung tidak seberapa, namun ia harus menghabiskan bahan makanan lebih banyak dan waktu lebih untuk memasak.

"Sebelum atau sesudah Michelin, kami sebenarnya sama. Jay Fai masih tetap Jay Fai. Ketika tamu berkunjung dan berkata mereka suka makanan kami, sebenarnya mereka sudah memberikan jutaan bintang kepada kami setiap hari," kata Junsuta, anak Jay Fai.

PenulisSilvita Agmasari
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM