Ini Dia Gerai Pencetus "Cheesecake" Panggang - Kompas.com
Karaksa Media Partner adalah media online penyedia berita terkini seputar Jepang dari sumber terpercaya, “Japan Walker”. Kami akan menyampaikan berita seputar Jepang terkini dari semua genre, seperti kuliner, produk & tren terbaru, festival musiman, tempat hangout, hidden spot, dan masih banyak lainnya.

Ini Dia Gerai Pencetus "Cheesecake" Panggang

Kompas.com - 12/01/2018, 19:07 WIB
Cheesecake berdiameter 18 cm ini dihargai 685 Yen per porsi. Kue ini merupakan dessert khas Osaka, Jepang yang sangat populer.KARAKSA MEDIA Cheesecake berdiameter 18 cm ini dihargai 685 Yen per porsi. Kue ini merupakan dessert khas Osaka, Jepang yang sangat populer.

KOMPAS.com - Bagi yang sudah pernah mencicipi cheesecake di Jepang, pernahkah mendengar tentang Rikuro Ojisan?

Cheesecake berdiameter 18 cm ini dihargai 685 Yen per porsi. Kue ini merupakan dessert khas Osaka yang sangat populer.

Baca juga : Seperti Ini Food Court di Jepang

Kue ini dijual sesaat setelah keluar dari oven pemanggangan dan memiliki tekstur yang sangat lembut seakan lumer di dalam mulut. Akan tetapi, bukan berarti tidak bisa dinikmati saat dingin. Rasakan juga sensasi berbeda ketika telah didinginkan.

Daya Tarik Rikuro Ojisan

Sesaat usai kue matang, staf akan memberikan pengumuman dengan membunyikan lonceng sambil meneriakkan "kue baru saja matang!", yang kemudian diikuti oleh antrean pelanggan di depan toko.

Di bagian atas toko cheesecake di Osaka, Jepang ini terdapat lambang Rikuro Ojisan yang merupakan ilustrasi karakter sang pemilik, Nishimura Rikuro.KARAKSA MEDIA Di bagian atas toko cheesecake di Osaka, Jepang ini terdapat lambang Rikuro Ojisan yang merupakan ilustrasi karakter sang pemilik, Nishimura Rikuro.
Di bagian atas toko terdapat lambang Rikuro Ojisan yang merupakan ilustrasi karakter sang pemilik, Nishimura Rikuro.

Baca juga : Bersantap ala Penduduk Lokal Jepang di Fukuoka

Awal sejarah berdirinya toko kue ini, Rikuro berkeinginan untuk membuat kue yang dijual sesaat setelah selesai dibuat. Awalnya ia tidak suka keju. Tapi saat proses pembuatan cheesecake inilah, ia jadi menyukai keju.

Bertujuan membuat kue yang tidak mudah hancur, ia menggunakan cream cheese Denmark, telur, susu, dan lainnya yang menghasilkan cheesecake nan lembut yang bisa dinikmati oleh siapa pun dari berbagai kalangan usia.

Baca juga : Toko Unik Berkonsep Do It Yourself di Nagoya, Jepang

Dessert selalu identik disajikan dalam keadaan dingin. Namun, Rikuro yang mempunyai pengalaman sebgai pembuat kue khas Jepang ini berkeinginan untuk menyajikan sebaliknya. Selain itu, sebagai tanda baru saja selesai dimasak, ia juga membubuhi cap di atasnya.

Proses pembuatan cheesecake di Osaka, Jepang. Setelah selesai diaduk, adonan dimasukkan ke dalam masing-masing loyang kertas dari jarak yang cukup tinggi.KARAKSA MEDIA Proses pembuatan cheesecake di Osaka, Jepang. Setelah selesai diaduk, adonan dimasukkan ke dalam masing-masing loyang kertas dari jarak yang cukup tinggi.
Harganya yang terjangkau membuat toko ini selalu dipenuhi antrean pengunjung. Walau demikian, ia tidak ingin menambah cabang di luar wilayah Kansai atau menambah variasi rasa lainnya.

Gerai cheesecake yang kini telah 33 tahun berjualan ingin menjadikan cheesecake-nya sebagai kue populer khas Osaka bahkan hingga mencapai 100 tahun dengan tetap mempertahankan rasanya yang klasik.

Proses Pembuatan Cheesecake

Pembuatan cheesecake dimulai dengan memadukan bahan-bahan pilihan yang terdiri dari cream cheese asal Denmark, telur, susu, dan bahan lainnya dalam mixer. Kemudian, kismis dijajarkan dalam loyang kertas dengan menggunakan tutup panci agar sejajar.

Pemanggangan cheesecake memakan waktu sekitar 45 menit. Setelah matang dan diangkat dari oven, cheesecake langsung dijual.KARAKSA MEDIA Pemanggangan cheesecake memakan waktu sekitar 45 menit. Setelah matang dan diangkat dari oven, cheesecake langsung dijual.
Setelah selesai diaduk, adonan dimasukkan ke dalam masing-masing loyang kertas dari jarak yang cukup tinggi. Cara ini juga salah satu bagian dari atraksi.

Pemanggangan memakan waktu sekitar 45 menit. Setelah matang dan diangkat dari oven, cheesecake akan langsung dijual. Pada saat ramai, toko ini memanggang 12 buah kue setiap 5 menit!

Setelah diangkat, tidak lupa cap berlambang Rikuro Ojisan dibubuhkan pada setiap kue di depan para pelanggan sambil membunyikan lonceng. Setelah itu, kue dimasukkan ke dalam kantung.

Setelah cheesecake diangkat, tidak lupa cap berlambang Rikuro Ojisan dibubuhkan pada setiap kue di depan para pelanggan sambil membunyikan lonceng. Cheesecake berdiameter 18 cm ini dihargai 685 Yen per porsi. Kue ini merupakan dessert khas Osaka yang sangat populer.KARAKSA MEDIA Setelah cheesecake diangkat, tidak lupa cap berlambang Rikuro Ojisan dibubuhkan pada setiap kue di depan para pelanggan sambil membunyikan lonceng. Cheesecake berdiameter 18 cm ini dihargai 685 Yen per porsi. Kue ini merupakan dessert khas Osaka yang sangat populer.
"Kami selalu mempertahankan cara pembuatan yang sama seperti pertama kali dibuka dan hanya memiliki satu jenis cheesecake saja. Kami selalu ingin membuat cheesecake yang tidak membosankan bila dimakan siapa saja dari semua usia, bahkan oleh turis sekali pun," ujar bagian perencanaan Rikuro Ojisan.

Provided by Japan Walker™, Kansai Walker™  (20 September 2017)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM