Destinasi Digital Bantu Wisatawan Dapatkan Spot Instagramable - Kompas.com

Destinasi Digital Bantu Wisatawan Dapatkan Spot Instagramable

Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Kompas.com - 13/01/2018, 08:22 WIB
Sejumlah wisatawan saat melintas di jembatan kaca yang menghubungkan Kampung Warna - warni dan Kampung Tridi di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (10/10/2017)KOMPAS.com / Andi Hartik Sejumlah wisatawan saat melintas di jembatan kaca yang menghubungkan Kampung Warna - warni dan Kampung Tridi di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (10/10/2017)

JAKARTA, KOMPAS.comDestinasi wisata yang memiliki banyak spot instagramble kian diincar oleh para wisatawan terutama wisatawan domestik. Seperti diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, di mana gaya hidup masyarakat dunia kini mencari lokasi wisata yang eksotis.

“Mereka (wisatawan) suka tempat yang bisa berfoto ria dan layak dimedsoskan, sedangkan differentiating-nya harus instagramable, dan branding-nya: Kids Zaman Now,” kata Arief Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTravel, Kamis (11/1/2018).

(Baca juga : Memahami Selera Wisatawan Milenial)

Menurut Arief, Indonesia memiliki potensi alam yang begitu indah juga kaya akan budaya yang tersebar luas dari ujung Timur hingga Barat.

Gang kecil menuju kampung warna warni ini penuh dengan lukisan 3 dimensi. Gang ini seperti gerbang masuk menuju dermaga tempat kapal-kapal siap membawa wisatawan menuju hutan bakau Teluk Seribu.KOMPAS.com/Dani J Gang kecil menuju kampung warna warni ini penuh dengan lukisan 3 dimensi. Gang ini seperti gerbang masuk menuju dermaga tempat kapal-kapal siap membawa wisatawan menuju hutan bakau Teluk Seribu.
Dengan demikian, untuk bisa mengikuti gaya hidup masyarakat, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) bersama dengan para generasi muda, memanfaatkan media sosial untuk menciptakan destinasi wisata digital

(Baca juga : 7 Destinasi Wisata di Indonesia Paling Instagramable Sepanjang 2017)

Arief menjelaskan, destinasi digital merupakan destinasi yang dikreasikan kaum milenial yang kreatif. Melihat saat ini sekitar 70 persen masyarakat aktif di dunia digital, destinasi wisata pun didorong untuk lebih kreatif menciptakan obyek gambar yang instagramable.

“Hal ini dimaksud agar wisatawan yang aktif di dunia maya dapat mem-posting foto yang menarik di media sosial sehingga mendapatkan banyak likes, comment, repost, share, dan interaksi positif,” kata Arief.

(Baca juga : 2018, Turis Milenial Lebih Banyak Berlibur ke Destinasi Domestik)

Dengan demikian, lanjut Arief, banyak tercipta destinasi digital dengan melibatkan Generasi Pesona Indonesia (GenPI). Misalnya saja Pasar Tahura di Lampung. Komunitas GenPI Lampung telah menghidupkan kembali Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdurahman atau youth camp.

Wisatawan menikmati pemandangan gugusan pulau karst dari Bukit Piaynemo, Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Senin (31/11/2016).KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Wisatawan menikmati pemandangan gugusan pulau karst dari Bukit Piaynemo, Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Senin (31/11/2016).
Destinasi tersebut menjadi lebih menarik, sesuai selera milenial dengan menciptakan tempat-tempat yang seru dan spot-spot instragramable berlatar keindahan kawasan Tahura.

Sementara itu, destinasi digital lainnya yakni Pasar Kaki Langit di Yogyakarta, Pasar Karetan, Kendal di Semarang, dan Pasar Siti Nurbaya di Padang. Lalu juga ada Pasar Baba Boen Tjit di Palembang, Pasar Pancingan di Lombok, dan Pasar Mangrove di Batam (Kepulauan Riau). (*)

PenulisAnggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM