Kenapa Bali Selalu Menarik Untuk Dikunjungi? - Kompas.com

Kenapa Bali Selalu Menarik Untuk Dikunjungi?

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 14/01/2018, 19:30 WIB
Tari Legong Lasem dimainkan dengan gaya bedulu di Bentara Budaya Bali, Minggu (23/4/2017). Legong klasik ini telah mencapai generasi kelima di Desa Bedulu, Gianyar, Bali. Saat pementasan, penari mengenakan pakaian warisan dari penari Legong Lasem generasi pertama.KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Tari Legong Lasem dimainkan dengan gaya bedulu di Bentara Budaya Bali, Minggu (23/4/2017). Legong klasik ini telah mencapai generasi kelima di Desa Bedulu, Gianyar, Bali. Saat pementasan, penari mengenakan pakaian warisan dari penari Legong Lasem generasi pertama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pulu Dewata surganya pariwisata di Indonesia. Pulau ini seolah tidak ada habisnya untuk dieksplor keindahannya, baik alamnya, budayanya, maupun atraksi lainnya.

Bagi beberapa orang yang sudah pernah berunjung ke Bali, seperti tak ada kata "bosan" untuk datang ke Bali. Selalu ada hal baru, yang menarik untuk dieksplorasi.

(Baca juga : 5 Destinasi Wisata di Karangasem, Wajib Mampir Kalau ke Bali!)

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Yuniartha menjelaskan hal tersebut. Mengapa pariwisata Bali seolah tak ada habisnya untuk dan eksplorasi, dan selalu menarik untuk dikunjungi?

"Pariwisata Bali adalah pariwisata budaya yang didasarkan Trihita. Karana hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhannya, hubungan keharmonisan antara sesama umat, dan hubungan manusia dengan lingkungannya," ungkapnya saat dihubungi KompasTravel, Jumat (12/1/2018).

Beberapa bangunan yang tak kalah menarik adalah Pura Manikan, Balai Kambang, Balai Bundar, Balai Lunjuk, Balai Warak, dan Kolam Air Mancur. KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Beberapa bangunan yang tak kalah menarik adalah Pura Manikan, Balai Kambang, Balai Bundar, Balai Lunjuk, Balai Warak, dan Kolam Air Mancur.
Ketiga hal itulah yang saling terikat di pariwisata Bali, dari dulu hingga sekarang, menurutnya. Setelah ketiganya berjalan, menurutnya masyarakat Bali mengembangkan pariwisatanya ditopang oleh budaya dan keindahan alamnya.

"Hal ini dibuktikan dengan kesanggupan masyarakat Bali dalam mengakomodir kearifan lokal dan budaya yang mengemuka dalam kehidupan masyarakat Bali," tuturnya.

Oleh karena itu, terlihat juga dari keseimbangan wisata alamnya yang tetap indah tetapi budaya dan kearifan lokalnya pun amat terjaga. Hal tersebut menjadi magnet yang kuat untuk menarik wisatawan.

(Baca juga : Berkunjung ke Taman Ujung di Karangasem, Bali)

Panorama langit dan laut di Pantai Kuta, Bali Jumat (17/2/2017).KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Panorama langit dan laut di Pantai Kuta, Bali Jumat (17/2/2017).

Untuk menjaga konsistensi, ia mengatakan terus mengembangkan ragam destinasi, baik yang bersifat budaya, alam, juga buatan. Harapannya, dari pengembangan itulah wisatawan tak akan cukup sekali datang ke Bali, dan selalu ingin melihat hal-hal baru yang ada di Bali.

"Kalau kita melihat perkembangan wisatawan yang datang ke Bali dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan yang sangat signifikan," ujarnya pada KompasTravel.

(Baca juga : Tahun 2017 Ada Lebih 5 Juta Wisman ke Bali, Paling Banyak dari China)

Dari data hasil penelitian Universitas Udayana, Bali, turis senang datang ke Bali faktor utamanya ialah dari budayanya.

"Jadi memang budaya kami ini tidak ada duanya di dunia. Jadi pengembangan destinasi disesuaikan dengan budaya kami," tutupnya.

******************

Mau merasakan liburan seru ke Pulau Bali? Kali ini liburannya gratis dan ke destinasi anti-mainstream! Selama empat hari tiga malam, seluruh biaya peserta sudah ditanggung. Termasuk tiket PP Jakarta-Bali, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone OPPO F5.

Caranya mudah, ikuti photo competition 'Unforgettable Journey'. Klik link ini.

PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorWahyu Adityo Prodjo
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM