Petualangan Profesor Korea Mencari Durian Terenak di Indonesia - Kompas.com

Petualangan Profesor Korea Mencari Durian Terenak di Indonesia

Kompas.com - 13/02/2018, 15:11 WIB
Eje Kim (kedua kiri), profesor asal Korea Selatan yang sangat menyukai durian Indonesia, sedang berfoto setelah berdiskusi bersama anaknya (tengah) dan rekannya di Padang, Sumatera Barat.Dok. Pribadi Eje Kim Eje Kim (kedua kiri), profesor asal Korea Selatan yang sangat menyukai durian Indonesia, sedang berfoto setelah berdiskusi bersama anaknya (tengah) dan rekannya di Padang, Sumatera Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika durian Indonesia digemari oleh masyarakatnya tentu hal yang biasa. Namun, seorang profesor Korea, berhasil "meracuni" keluarganya hingga kecanduan durian Indonesia.

Eje Kim, kisahnya meraih gelar profesor telah membawanya menemukan hal baru dalam hidup. Karunia Tuhan di alam yang sampai saat ini amat ia cintai, khususnya yang ada di Indonesia, ialah durian.

Sepenggal kisah perjalanannya pun ia bagikan saat launching buku "Happy Yummy Journey", sebuah buku petualangan menyibak durian ternikmat, dan kearifan lokal berbagai negara di ASEAN.

(Baca juga : Eje Kim, Profesor asal Korea yang Jatuh Cinta dengan Durian Indonesia)

Awal pertemuannya dengan durian, ialah saat kesibukan menyelesaikan disertasi membuatnya mencoba buah tersebut di Singapura.

"Tahun 2003 saat saya tinggal di Singapura menyelesaikan disertasi untuk pertama kalinya saya mencicipi durian. Pada saat itu saya merasa ajaib, karena tempat membeli dan makan durian bersama-sama orang lain selalu penuh tawa dan kebahagiaan," katanya saat peluncuran buku "Happy Yummy Journey" di Gramedia Central Park, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Eje Kim, seorang profesor asal Korea Selatan yang mencintai durian Indonesia sedang menjelaskan kecintaannya pada Indonesia, dalam acara launching bukunya Happy Yummy Journey, di Gramedia Central Park, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).KOMPAS.COM/Muhammad Irzal Adiakurnia Eje Kim, seorang profesor asal Korea Selatan yang mencintai durian Indonesia sedang menjelaskan kecintaannya pada Indonesia, dalam acara launching bukunya Happy Yummy Journey, di Gramedia Central Park, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).
Sejak itu ia memiliki definisi tersendiri untuk durian, yaitu simbol cinta dan kebahagiaan. Di mana ada durian, pasti ada yang senang, tertawa, dan bahagia.

(Baca juga : Ini Perbedaan Durian di Indonesia dengan Negara ASEAN Lainnya...)

Setelah ditelusuri, ternyata durian-durian nikmat yang ia coba di Singapura bukan asli dari negeri tersebut. Ia menemukan beragam durian tersebut berasal dari Medan, Aceh, dan Pekanbaru.

"Akhirnya saya memutuskan mengambil sample disertasi di Indonesia. Sebelumnya di Vietam, tapi kok ternyata masyarakatnya kurang bahagia, workaholic seperti di Korea. Jadi mending di Indonesia, juga ada durian," pekiknya sembari tertawa.

(Baca juga : 7 Festival Durian Terheboh Sepanjang 2017)

Lalu ia pun menemukan Indonesia dengan melihat kemajemukan masyarakatnya yang luar biasa, indeks kebahagiaan yang cukup tinggi. Selain itu, menurutnya akan ada banyak hal yang bisa ia eksplor untuk penelitiannya, termasuk durian.

Eje Kim (tengah kiri), profesor wanita asal Korea Selatan yang sangat menyukai durian Indonesia, sedang berfoto di Balaikota Bukittinggi, Sumatera Barat. Iamenyusuri berbgai kota untuk mengambil data disertasi, juga menikmati ragam durian Indonesia kesukaannya.Dok. Pribadi Eje Kim Eje Kim (tengah kiri), profesor wanita asal Korea Selatan yang sangat menyukai durian Indonesia, sedang berfoto di Balaikota Bukittinggi, Sumatera Barat. Iamenyusuri berbgai kota untuk mengambil data disertasi, juga menikmati ragam durian Indonesia kesukaannya.
Aceh, Medan, dan Pekanbaru ialah kota-kota di Indonesia, yang ia sambangi di awal petualangannya. Menurutnya ketiga kota tersebut memiliki potensi durian yang luar biasa.

Tak puas dengan itu, ia pun terus bepergian dari satu kota ke kota lain, kota besar-kota kecil ia sambangi.

Ia mengingat saat itu tahun 1997 pertama kali ia mengunjungi Indonesia, saat masa Presiden Soeharto. Lalu di 2003 ia mulai sering dan kian mengeksplor Indonesia, karena disertasinya, dan karena semakin mengenal durian tentunya.

"Dihitung sejak pertama ke Indonesia, lebih dari 20 tahun lalu. Kemana-mana pakai ojek, dari kota ke kota. Mungkin lebih dari 100 kota kecil-besar sudah saya kunjungi," tuturnya saat ditanya jumlah kota di Indonesia yang pernah ia kunjungi.

Sontak ia pun menyebutkan beberapa kota besar yang sempat ia singgahi. Mulai Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bukittinggi, Bali, Jakarta, Makassar, hingga Papua Barat.

Eje Kim (kedua kiri), profesor asal Korea Selatan yang sangat menyukai durian Indonesia, sedang menyantap bersama anaknya (tengah) dan rekannya di Padang, Sumatera Barat.Dok. Pribadi Eje Kim Eje Kim (kedua kiri), profesor asal Korea Selatan yang sangat menyukai durian Indonesia, sedang menyantap bersama anaknya (tengah) dan rekannya di Padang, Sumatera Barat.
Kini, ia juga sudah punya agenda rutin bersama keluarganya, untuk berkunjung setiap satu hingga dua bulan sekali, untuk mengunjungi Indonesia. Satu per satu anggota keluarganya menggemari durian Indonesia.

" Durian bisa mengobati stres, saya kalau pusing-penat tinggal ke Indonesia, sama anak. Makanlah durian! Bersyukurlah kalian," kata Eje Kim.

Ia memberikan bocoran, banyak orang di dunia yang sedang meneliti khasiat durian. Eje mengatakan salah satunya di Manchester University yang sedang meneliti jenis durian asal Sumatera.

"Durian memang lebih baik dari alkohol karena memiliki zat yang memberikan efek senang, seperti alkohol, tapi paling alami," tuturnya berdasarkan hasil riset di Korea.

Eje Kim (kanan), seorang profesor asal Korea Selatan yang mencintai durian Indonesia sedang menjelaskan kecintaannya pada Indonesia, dalam acara launching bukunya Happy Yummy Journey, di Gramedia Central Park, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).KOMPAS.COM/Muhammad Irzal Adiakurnia Eje Kim (kanan), seorang profesor asal Korea Selatan yang mencintai durian Indonesia sedang menjelaskan kecintaannya pada Indonesia, dalam acara launching bukunya Happy Yummy Journey, di Gramedia Central Park, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).
Kecintaannya terhadap durian Indonesia pun tak hanya menuntaskan gelar akademiknya, namun juga buku-buku yang sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.

Salah satunya buku "Happy Yummy Journey" yang pada saat itu ia luncurkan. Buku ini bercerita tentang petualangannya ke berbagai negara ASEAN, mencicipi durian, juga menyatu dengan budaya lokal.

"Hampir setiap bulan saya sempatkan ke Indonesia, Satu dua bulan sekali bersama anak atau keluarga. Namun kini saya profesor di Korea, jadi hanya bisa sebentar-sebentar saja keluar," ucapnya pada hadirin yang datang di peluncuran bukunya kala itu.

Buku "Happy Yummy Journey" saat ini sudah tersedia di seluruh toko buku dan toko buku online di Indonesia. Buku yang seluruh halamannya dicetak berwarna ini bisa didapatkan dengan harga Rp 115.000.


Komentar

Close Ads X