Enam Hidangan Khas Imlek dan Artinya - Kompas.com

Enam Hidangan Khas Imlek dan Artinya

Kompas.com - 15/02/2018, 07:01 WIB
Pedagang merapikan sejumlah tanaman pohon jeruk Imlek (kim kat) yang dijual di lapaknya yang berada di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (17/1/2012). Harga tanaman pohon jeruk Imlek tersebut bervariatif anatara Rp 500.000 hingga Rp 1 juta tergantung dari tinggi tanaman dan banyaknya buah.KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Pedagang merapikan sejumlah tanaman pohon jeruk Imlek (kim kat) yang dijual di lapaknya yang berada di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (17/1/2012). Harga tanaman pohon jeruk Imlek tersebut bervariatif anatara Rp 500.000 hingga Rp 1 juta tergantung dari tinggi tanaman dan banyaknya buah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun Baru China dirayakan dengan bersantap bersama keluarga dan silaturahmi. Beberapa hidangan menjadi ciri khas dari perayaan Imlek dan selalu ada di setiap perayaan tersebut.

Berikut adalah arti dari hidangan khas Imlek sesuai wawancara KompasTravel bersama Guru Besar Program Studi China Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Hermina Sutami, Kamis (8/2/2018).

1. Ikan

Kata “ikan” yang berbunyi yu sama bunyinya dengan kata “lebih”. Dengan makan ikan diharapkan rezeki selalu berlebih. 

2. Jeruk

Jeruk berwarna kuning emas karena itu dianggap sebagai lambang kekayaan.

3. Manisan

Manisan biasanya terdiri dari bermacam-macam buah yang dipersembahkan di atas meja abu leluhur. Di Indonesia manisan buah tersebut adalah nanas, pisang putri, pepaya mengkal.

Yu ShengDok. Resinda Hotel Karawang Yu Sheng
4. Yu Sheng

Budaya menyantap Yu Sheng berasal dari etnis China di Singapura. Yu Sheng merupakan hidangan yang terdiri dari ikan mentah, yaitu ikan salmon. Ada pula sayuran yang digunakan terdiri dari potongan wortel, lobak, jeruk, kacang, daun jeruk limau, acar jahe merah, lobak, aneka manisan, dan paprika merah.

Baca juga : Makan Bandeng Saat Imlek, Hanya Ada di Tradisi Tionghoa Indonesia

Saus Yu Sheng terdiri dari sari buah plum, lada putih, minyak zaitun, wijen panggang, dan kayu manis bubuk. Tidak semua orang Tioghoa di Indonesia merayakan Imlek dengan Yu Sheng. 

5. Lapis Legit

Lapis legit bukan kue tradisional China karena merupakan bolu yang “bergengsi” dan mahal tidak dapat dimakan setiap hari.

Baca juga : Filosofi Angpao, Amplop Merah Berisi Uang saat Imlek

Maka pada kesempatan istimewa seperti Imlek, lapis 
legit menjadi kue lambang kemewahan. Kue lapis legit sendiri merupakan kue yang diadaptasi dari resep kue Belanda menggabungkan rempah asli Indonesia.

Proses pembuatan kue keranjang di industri rumah tangga milik Tan Joe Lie di di Jalan Veteran Gang Syukur 3, Pontianak, Kalimantan Barat (8/2/2018). Kue keranjang merupakan penganan khas berbahan dasar ketan dan gula pasir yang selalu tersaji setiap perayaan Imlek.KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Proses pembuatan kue keranjang di industri rumah tangga milik Tan Joe Lie di di Jalan Veteran Gang Syukur 3, Pontianak, Kalimantan Barat (8/2/2018). Kue keranjang merupakan penganan khas berbahan dasar ketan dan gula pasir yang selalu tersaji setiap perayaan Imlek.
6. Kue Keranjang

Ada cerita rakyat menarik mengenai kue keranjang, yang disebutkan sebagai makanan dari ketan berbentuk batu bata, lalu dibungkus, dikeringkan dan ditanam di dalam tanah. Inisiatif menanam kue tersebut diberikan kepada seorang menteri kepada raja yang tidak berempati pada rakyat. 

Saat terjadi bencanan kelaparan, ada orang yang ingat bahwa sang menteri pernah menyuruh menyimpan makanan dari ketan di dalam tanah. Waktu menemukan ketan tersebut sudah berbentuk bulat. Kue tersebut digali dekat jelang Imlek. 

Pengucapan kue keranjang alias niangao dalam bahasa China menggunakan nada yang meninggi pada akhir suku kata. Hal ini melambangkan pendapatan yang lebih tinggi, posisi yang lebih tinggi, pertumbuhan anak-anak, dan umumnya menjanjikan tahun yang lebih baik.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X