Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Telaga Claket, Miniatur Ranu Kumbolo di Wonogiri

Kompas.com - 30/04/2019, 18:08 WIB
Anggara Wikan Prasetya,
Sri Anindiati Nursastri

Tim Redaksi

WONOGIRI, KOMPAS.com – Ranu Kumbolo mungkin menjadi lokasi impian bagi sebagian orang. Danau alam di tengah jalur pendakian Gunung Semeru itu memang menyajikan panorama alam yang spektakuler.

Namun, tidak semua orang bisa dengan mudah menyambangi keindahan Ranu Kumbolo. Menuju danau terkenal di lereng gunung tertinggi Pulau Jawa itu membutuhkan perjalanan mendaki yang cukup panjang.

Baca juga: Asyiknya Terbang Naik Perahu di Langit Wonogiri

Bagi masyarakat Wonogiri dan sekitarnya, menikmati secuil suasana Ranu Kumbolo bisa dilakukan dengan mudah. Ada satu obyek wisata berupa telaga yang lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Wonogiri bernama Claket.

Telaga Claket ini tepatnya berada di Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Jarak tempuh dari Kota Wonogiri hanyalah kurang-lebih 10 kilometer dengan waktu tempuh sekitar setengah jam.

Telaga asri di kaki bukit

Obyek wisata Telaga Claket juga berada dekat dengan sungai terpanjang di Pulau Jawa, Bengawan Solo. Telaga ini berada di kaki Bukit Widodaren atau bidadari dalam bahasa Indonesia yang diselimuti rerumputan hijau.

Letak Telaga Claket yang berada di kaki bukit sekilas menjadikannya semacam miniatur Ranu Kumbolo. Pintu masuk telaga dan tempat pengunjung bisa menikmati suasana ada di sisi timur serta menghadap ke arah barat.

Baca juga: Menikmati Sejuk dan Asrinya Alam di Bendungan Candi Muncar Wonogiri

Sisi barat berupa hamparan telaga dan Gunung Widodaren yang menjulang menjadi pemandangan pertama yang menyambut pengunjung ketika sampai di sini.

Pengelola dari masyarakat juga telah menambahkan beberapa spot foto seperti dek dan ornamen menarik dengan latar belakang pemandangan tersebut. Sementara sisi barat tetap dibiarka alami untuk mempertahankan kesan miniatur Ranu Kumbolo.

Pengunjung berfoto di Telaga Claket Wonogiri.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Pengunjung berfoto di Telaga Claket Wonogiri.

Sebenarnya jika dibandingkan dengan Ranu Kumbolo, Telaga Claket jauh lebih kecil. Namun, sedikit nuansa Ranu Kumbolo tetap terpancar dari obyek wisata ini.

Beristirahat santai di gazebo tepi danau rasanya cukup mendamaikan karena suasananya yang asri. Berada di kaki bukit dan jauh dari jalan utama membuat suasana di Telaga Claket cukup tenang.

Jika pesona Ranu Kumbolo dikarenakan keindahan matahari terbit di antara dua bukit, maka di Telaga Claket, keindahan sore menjadi salah satu unggulan. Meski matahari terbenam tidak tampak, tetapi warna oranye langit membuat panorama semakin indah.

Baca juga: Menikmati Syahdunya Senja di Puncak Joglo, Wonogiri

Memang matahari terbit tidak bisa dilihat dengan sempurna dari obyek wisata yang menghadap barat ini. Namun, cahaya matahari terbit dari timur mampu menghidupkan warna bukit dan telaga sehingga menjadikannya semakin instagramable.

Saat tidak ada angin, maka air telaga semakin menawan karena bisa memantulkan bayangan bukit. Harga tiket masuk Telaga Claket adalah Rp 10.000. Obyek wisata ini buka dari pagi sekitar pukul 07.00 sampai maghrib.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Hotel Story
Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Travel Update
5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

Jalan Jalan
Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Travel Update
4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

Jalan Jalan
Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Travel Update
5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

Jalan Jalan
Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Travel Update
Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Jalan Jalan
Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com