Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tiket Masuk TN Komodo Sudah Termasuk dalam Biaya Konservasi Rp 3,75 Juta

Kompas.com - 12/07/2022, 11:11 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Biaya konservasi sebesar Rp 3,75 juta per orang per tahun yang rencananya diterapkan mulai 1 Agusutus 2022 di Taman Nasional (TN) Komodo, sudah termasuk tiket masuk dan biaya untuk semua aktivitas wisatawan.

"Biaya tersebut dibayarkan untuk semua aktivitas di kawasan TN Komodo, secara kolektif. Jadi mau melakukan apa saja di dalam, bisa dilakukan dengan biaya tersebut," kata Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi di TN Komodo Carolina Noge dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (11/07/2022).

Lebih lanjut, Carolina menuturkan bahwa biaya kontribusi konservasi ini akan melekat pada setiap individunya.

Baca juga: 9 Pulau di Taman Nasional Komodo, Kunjungi Saat Liburan ke Sana

"Siapa pun yang sudah melakukan reservsi, dia bisa bolak-balik mengakses Taman Nasional Komodo tanpa harus bersama-sama dengan kelompok kolektif lainnya. Akses ini berlaku secara individual," jelas Carolina.

Sistem registrasi masuk TN Komodo per 1 Agustus 2022

Pihak Balai TN Komodo telah merancang aplikasi bernama INISA yang akan mengakomodasi seluruh kegiatan keluar-masuk wisatawan di tiga area, yakni Pulau Padar, Pulau Komodo, dan kawasan perairan sekitarnya.

Nanti, calon pengunjung dapat melakukan reservasi di sistem itu. Bagi tour operator, travel agent, dan para pelaku industri pariwisata, mereka bisa masuk ke dalam sistem sebagai travel agent, sehingga dapat memesankan langsung bagi para para wisatawannya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

"Sistem ini bisa digunakan siapa pun yang mau masuk ke Pulau Padar, Pulau Komodo, dan kawasan perairan sekitar, jadi tidak hanya bisa diakses secara personal saja," ujar Carolina.

Baca juga:

Carolina menyampaikan, hingga saat ini belum ada kuota pembatasan pendaftaran bagi tour operator. Namun, ke depannya akan dilakukan evaluasi.

Dari mana asal penerapan Rp 3,75 itu?

Adapun angka Rp 3,75 juta diperoleh dari hasil kajian yang telah dilakukan sejumlah tim ahli dari berbagai perguruan tinggi Indonesia di TN Komodo.

Diperolehlah hasil bahwa biaya konservasi yang harus dibayarkan ada di rentang Rp 2,8 juta sampai Rp 5,8 juta dengan pembatasan kunjungan dari 219.000 sampai dengan 292.000.

"Maka, kami memberikan angka 200.000 kunjungan dengan kompensasi Rp 3,75 juta per orang per tahun," tutur dia.

Komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).SHUTTERSTOCK/SERGEY URYADNIKOV Komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di sisi lain, penerapan biaya konservasi yang berlaku langsung untuk satu tahun ini didasarkan atas pertimbangan upaya konservasi yang juga dilakukan untuk masa per satu tahun.

"Logikanya saat wisatawan datang ke TN Komodo dan membuang limbah, kan penanganannya harus dilakukan dengan program-program konservasi. Adapun program konservasi ini akan dilakukan dari biaya kontribusi konservasi yang diberikan pengunjung," jelasnya.

Baca juga: Pelaku Pariwisata Diminta Tak Khawatir Soal Biaya TN Komodo Rp 3,75 Juta

Pada akhir masa berlakunya kontribusi, Balai TN Komodo akan memberi pertanggungjawaban terkait apa saja upaya konservasi yang sudah dilakukan dari kontribusi wisatawan yang datang ke kawasan Pulau Padar, Pulau Komodo, dan kawasan peraian sekitarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Travel Tips
Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Travel Update
Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com