Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Festival Seni Budaya Pesisiran Digelar di Cirebon

Kompas.com - 10/10/2014, 08:12 WIB
Kontributor KompasTV, Muhamad Syahri Romdhon

Penulis

CIREBON, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi membuka Festival Seni dan Budaya Pesisiran, dan Haul Sunan Gunung Jati ke-461, di Bangsal Pagelaran, Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (8/10/2014). Festival Seni Budaya yang diikuti lima provinsi itu akan berlangsung selama lima hari.

Sebelum pembukaan, rombongan Kemenparekraf, Kesultanan Kasepuhan, perwakilan lima provinsi, serta Pemerintah Daerah Kota Cirebon, diarak dengan genjring Cirebon dari dalam Keraton, ke Bangsal Pagelaran. Mereka disambut dua tarian khas Cirebon, pakung wati, dan Tari Topeng Kelana.

Dalam sambutannya, Sultan Sepuh ke XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat, menyebutkan, Festival Seni Dan Budaya Pesisiran yang diikuti lima provinsi sudah dinanti sejak lama. Festival Seni Budaya digelar untuk terus meningkatkan nilai seni dan budaya di Nusantara.

“Kami berusaha, potensi seni dan budaya yang dimiliki, dijadikan sebagai inspirasi untuk membangun kesatuan bangsa, menciptakan ekonomi kreatif, dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dan inilah sebagai tujuan dari bangsa Indonesia ini,” kata Arief.
Di depan hadirin, Arief berharap kepada Kemenparekraf agar Festival Seni dan Budaya Pesisiran dapat dijadikan agenda tahunan.

Dirjen Ekonomi Kreatif Seni Dan Budaya Kemenparekraf, Ahmansyah, menyampaikan pemilihan Cirebon sebagai tuan rumah, lantaran Cirebon memiliki banyak keraton, dan kekayaan seni, budaya, dan juga peninggalan sejarah yang cukup banyak.

Selain itu, beberapa unsur dari 15 kategori ekonomi kreatif juga dimiliki Cirebon. “Jadi kalau wisatawan, datang ke Cirebon, tidak mencoba empal gentong, tahu gejrot, dan terasi khas Cirebon, dijamin, akan menyesal seumur hidup,” katanya disambut riuh hadirin.

Secara esensi, Cirebon sejak dulu menjadi pusat perdagangan, dan asimilasi berbagai macam kebudayaan. Maka dari itu, kekayaaan nilai sejarah di Cirebon, dapat dijadikan parameter dari daerah-daerah lainnya.  Persoalannya adalah, bagaimana meneruskan budaya-budaya ini pada generasi penerus.

KOMPAS.COM/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Dirjen Ekonomi Kreatif Seni Dan Budaya Kemenparekraf Prof Ahmansyah (tengah), Sultan Keraton Kasepuhan XIV PRA Arief Natadiningrat (kiri), dan Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno (kanan) memukul gendang untuk membuka Festival Seni Budaya Pesisiran Lima Provinsi, di bangsal Pagelaran, Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (8/10/2014).
Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang akan menjadi bahan pembahasan saresehan Festival Seni Budaya Pesisiran. “Termasuk di dalamnya reinventarisasi untuk memberikan edukasi kepada seluruh pihak, bahwa Cirebon memiliki kekayaan budaya yang tinggi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmansyah menyetujui permintaaan Sultan Kasepuhan untuk menjadikan Festival Seni Budaa Pesisiran sebagai agenda tahunan. Bahkan, tahun mendatang diagendakan lebih dari lima provinsi yang akan turut meramaikan festival seni dan budaya pesisiran.

Festival seni dan Budaya Pesisiran berlangsung selama empat hari, 7–10 Oktober 2014, yang berlokasi di Keraton Kasepuhan Cirebon. Lima provinsi yakni Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, akan menampilkan kesenian, kebudayaan, dan kreatifitas lokal setempat.

Beberapa penampilan Festival Seni Budaya Pesisiran yang dijadwalkan antara lain, Samba Sunda (Jawa Barat), Tari Ngancak Balo (Jawa Tengah), Ngamen Lenggeran (Jawa Timur), Tari Pamanah Rasa Pandeglang (Banten), dan lainnya. Festival pun diisi dengan lomba-lomba tradisional daerah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com