Salin Artikel

Sumba Timur Kembangkan Ekowisata

Dalam rangkaian acara tersebut hadir Bupati Sumba Timur, Ketua DPRD Sumba Timur, Sekretaris Daerah Sumba Timur, Forkompinda, Kepala Pengadilan Negeri Waingapu, Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur, Kepala Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa).

Hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumba Timur, Koordinator Burung Indonesia-Sumba, Forum Jamatada, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat dari Desa Binaan Laputi.

(BACA: Bertemu Edelweis di Puncak Wanggameti Pulau Sumba)

Adapun jenis bantuan yang diberikan adalah berupa satu unit mesin penggiling kopi yang masing-masing diberikan kepada Desa Persiapan Laputi, Desa Nangga, Desa Umamanu dan Desa Katikuloku.

Bertempat di Hotel Padadita, Wiratno secara resmi membuka acara peluncuran buku "Burung-burung di Taman Nasional Manupeu Tanah dan Laiwangi Wanggameti" sekaligus menyerahan Bantuan Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif kepada Desa Binaan Laputi.

(BACA: Ayo ke Pulau Sumba...)

Peluncuran buku tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah sambutan oleh Dirjen KSDAE, Bupati Sumba Timur dan Kepala Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa), Maman Surahman.

Dalam sambutannya Wiratno menjelaskan pentingnya keterpaduan pengelolaan kawasan konservasi antara unsur nature dan culture. Khususnya untuk wilayah Sumba, desain konsep pengembangan wisata yang prospektif adalah ekowisata berbasis lansekap dan budaya.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora sudah memilih konsep ekowisata sebagai strategi utama pengelolaan dan pengembangan wisata di Sumba Timur.

Dalam acara tersebut secara simbolis Dirjen KSDAE didampingi Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora menyerahkan bantuan satu unit mesin penggiling kopi kepada Pejabat Kepala Desa Persiapan Laputi, Leonardus M Anaung.

Setelah menerima bantuan, perwakilan dari kelompok masyarakat, Leonardus mengungkapkan rasa bahagia dengan mengucap syukur dan rasa terima-kasih kepada Dirjen KSDAE yang telah memberikan bantuan.

Ia sangat yakin bahwa mesin penggiling kopi yang diberikan akan digunakan dengan sebaik-baiknya oleh kelompok masyarakat “Kanjailu”, sehingga bisa memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat di Desa Persiapan Laputi.

Kepala Balai TN MataLawa Sumba, Maman Surahman kepada KompasTravel, Sabtu (19/8/2017) menjelaskan, kunjungan Dirjen KSDAE ke Pulau Sumba untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan di kawasan TN MataLawa sekaligus membuka secara resmi lomba memotret dan mengamati burung endemik Pulau Sumba yang diikuti belasan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Ada kompetisi memotret burung endemik Pulau Sumba yang ikuti dari berbagai peserta di Indonesia, baik pengamat burung, fotografer di Indonesia," katanya.

Salah satu peserta Kompetisi Lomba Foto Burung dari Flores, Yohanes Jehabut kepada KompasTravel, Jumat (18/8/2017) mengungkapkan dirinya sangat tertarik dengan alam dan dunia burung.

"Saya sering memotret burung di alam bebas, juga di kawasan hutan di Pulau Flores," katanya.

"Saya bangga bisa mengikuti pertandingan ini sekaligus saya melakukan survei untuk mempromosikan keunikan burung endemik Pulau Sumba. Sekaligus mencari peluang untuk membuat paket perjalanan wisata di Pulau Sumba untuk mengamati burung endemik Sumba," katanya.

Menurut Jehabut mereka senang berkeliling di persawahan di areal pertanian di Flores serta mengamati burung endemik di Pulau Flores.

"Saya sudah menjual paket wisata ekologi Mbeling di Pulau Flores. Hasilnya, warga merasakan kunjungan wisatawan karena wisatawan langsung menginap di rumah warga. Terjadi pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya antara orang lokal dengan orang asing. Sudah banyak turis berwisata ekologi Mbeling di Manggarai Timur," katanya.

https://travel.kompas.com/read/2017/08/20/152700727/sumba-timur-kembangkan-ekowisata

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.