Salin Artikel

Sarapan Siang ala Bavarian di Munich, Jerman

Ibu kota negara bagian tenggara Bavaria ini adalah pusatnya sejarah yang dapat dilihat dari bangunan berarsitektur kuno, museum dan budaya minum bir!

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Munich adalah awal April hingga Juni, tepat sebelum musim liburan dimulai.

Jika ingin datang untuk festival tahunan bir yang dikenal dengan nama ‘Oktoberfest’ sebaiknya memesan hotel di sekitar Fruhlingsfest setahun di depan atau bayar tarif kamar tiga kali lebih mahal.

Oktoberfest adalah festival tahunan bir terbesar di dunia yang berlangsung selama tiga minggu di bulan September sampai akhir minggu pertama Oktober.

(BACA: Terbuai Slogan I Amsterdam, Kami Langsung Jatuh Cinta...)

Dari Belanda saya dan Welah naik kereta ke Munich di awal bulan Juni yang lalu.

Ini adalah hari pertama dari paket tiket lima hari pemakaian ‘Eurail Four Country Select Pass’ di Benelux (Belanda dan Belgia), Jerman, Austria dan Italia.

Sedangkan Perancis yang merupakan satu dari enam negara pilihan, kami beli tiket kereta malam Trenitalia. Ini lebih hemat dalam memilih ‘tiket terusan’ Eurail selama liburan kami di Eropa.  

(BACA: 7 Tips Berlibur Keliling Eropa dan Persiapannya)

Kami pilih jadwal kereta jam 10.37 dengan perkiraan tiba di Munich sebelum malam mengingat perjalanan akan memakan waktu delapan jam dari Amsterdam Central ke stasiun München Hauptbahnhof (HBF).

Munich memiliki salah satu sistem transportasi terbaik di Eropa. Tersedia jalur transportasi kereta, bus juga sepeda ke seluruh pelosok kota Munich.

Tujuan ke kota-kota di Jerman maupun ke negara-negara Eropa lainnya sangat mudah dicapai dan selalu tepat waktu. Namun, kami memilih untuk berjalan kaki untuk mengeksplor jalanan kecil di kota di mana kantor pusat BMW berlokasi.

Selain Kastil Residenz, bangunan sekuler Renaissance Antiquarium terbesar, Cuvilliés Theater, St. Michael's Church, National Theater Munich and the Bavarian State Opera, Nymphenburg Palace, Königsplatz and the Kunstareal District, The Olympic Park, Ludwig Maximilians University of Munich dan Justizpalast, kami sempatkan juga mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi landmark Munich.

Berikut beberapa gedung bersejarah yang berada dekat stasiun München Hauptbahnhof.

Di sisi timur Balai Kota Tua Munich (Altes Rathaus) berada. Ini adalah gedung dewan gothic dengan aula dan menara yang telah direkonstruksi ulang.

Di samping kiri berdiri Gereja Frauenkirche yang berfungsi sebagai Katedral Keuskupan Agung Munich yang menjadi simbol ibu kota Bavaria.

Tak jauh dari Marenplatz dan Frauenkirche terlihat gedung Bavarian Library.

Perpustakaan Bavaria di Munich ini adalah salah satu perpustakaan universal terpenting di Eropa. Ada lebih dari 10 juta lebih koleksi buku, termasuk buku penelitian terbaik di seluruh dunia.

Sarapan Siang ala Bavarian di Viktualienmarkt

Hari sudah siang saat kami berjalan kaki empat menit dari Marienplatz ke Viktualienmarkt, untuk sarapan. Tak perlu heran, sarapan di sini dimulai jam 11.

Bagi saya tidak masalah, karena saya memang jarang bisa makan pagi.

Sudah terlihat keramaian pengunjung lokal maupun wisatawan sedang menikmati sarapan mereka di teras restoran dan kafe saat kami tiba.

Saya sangat ingin mencoba spesialisasi sarapan tradisional ala Bavarian. Yang pertama adalah WeiBwurst (sosis putih rebus) yang disajikan dengan mustard manis dan sekeranjang pretzel panggang yang masih hangat, langsung dari oven.

Welah hanya mencicipi sedikit dari piring saya. Ia lebih suka sosis goreng. Kami juga memesan dua gelas bir dan minum bersama bapak-bapak tua Munich yang masing-masing sudah menghabisi dua gelas besar. Prost!

Orang Jerman menganggap prost (atau cheers, bersulang) saat minum bir adalah hal yang sangat serius.

Setiap kali mengatakan prost pastikan untuk melihat mata semua orang, tanpa berkedip untuk menghindari ‘tahayul’ yaitu nasib buruk selama tujuh tahun.

Jika tidak melakukan ini, orang Jerman mengira kita menginginkan hal tidak baik terjadi pada mereka. Berkali-kali, setiap bersulang, saya pastikan mata saya melotot dan teriak, prost!

Di kota FC Bayern Munchen (klub sepak bola terbesar dan terkaya di Jerman) ini terdapat 120 beer halls dan beer gardens. Lucunya, tradisi di Jerman mengamini bir sebagai ‘makanan cair’ mereka.

Beragam jenis bir diproduksi oleh berbagai pabrik bir seperti Salvator, Maximator, Triumphator, Augustiner, Löwenbräu, Paulaner dan masih banyak lagi.

Katanya, kalau belum pernah mencoba bir di sini, wisatawan dianggap belum tahu apa-apa soal Munich. Karenanya, kami wajib ke Hofbrauhaus Beer Hall Munchen.

Sejak empat abad yang lalu, 'istana' bir Hofbrauhaus telah menjadi simbol keriaan bangsa Bavaria yang menjadi magnet bagi pengunjung internasional.

Daya tarik utama tempat ini tentu saja adalah bir-nya. Bir klasik Hofbräu yang melambangkan suasana khusus kota Munich, beraroma tajam namun menyegarkan.

Hofbrauhaus beroperasi setiap hari dan dibuka dari jam 7 pagi hingga tutup pada jam 11.30 malam. Pada hari-hari ramai sedikitnya ada seratus pelayan yang melayani 30.000 pengunjung.

Para pelayan memakai kostum tradisional Jerman yang otentik berbahan kulit yaitu Lederhosen untuk pria atau Drindl untuk wanita.

https://travel.kompas.com/read/2017/09/07/101600827/sarapan-siang-ala-bavarian-di-munich-jerman

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.