Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Unik, Kedai Teh di Glodok Ini Sediakan 8 Teko Teh Gratis Setiap Hari

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang bilang tinggal di ibu kota bertemu yang gratis itu langka. Bahkan untuk sekedar buang air kecil saja harus bayar saat tinggal di Jakarta.

Namun, jangan heran bila pergi ke daerah Glodok, Jakarta Barat. Ada sebuah kedai teh yaitu Pantjoran Tea House yang membagikan teh gratis setiap hari dan siapa saja boleh minum teh gratis, sepuasnya.

Pantjoran Tea House adalah kedai teh yang menyiapkan delapan teko teh dan gelas-gelas bersih di depan toko agar orang dapat minum. Hal yang tak lazim ini rupanya sebuah tradisi.

"Nama tradisinya patekoan. Pat itu delapan, teko itu ya teko. Tradisi ini dari daerah Glodok. Dulu ada satu kapitan keturunan China namanya Gan Djie, dia membagikan teh gratis kepada buruh dan orang-orang sekitar yang kepanasan dengan menaruh delapan teko di depan kantornya (sekarang Jalan Perniagaan)," kata Operation Manager Pantjoran Tea House, Ronald Dani Heriawan ditemui KompasTravel saat acara perayaan kue onde, di Pantjoran Tea House, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

"Tradisi itu berlangsung lama, kemudian dilanjutkan istrinya. Dengan Pantjoran Tea House ini kita meneruskan tradisi yang dulu," kata Ronald.

Tradisi patekoan ini dimulai oleh Pantjoran Tea House sejak Imlek tahun 2016. Awalnya, menurut Ronald, banyak orang yang ragu dan malu untuk minum teh gratis.

"Lama lama orang tahu ini memang disediakan untuk sekitar, juga higienis. Kami selalu mencuci gelas dan mengganti. Sekarang saya sering lihat orang minum di sini. Ada yang pulang kerja mampir minum dulu, bahkan ada yang bawa botol. Kita tidak apa-apa, kalau habis kita isi lagi," kata Ronald.

Setiap hari Pantjoran Tea House menyediakan delapan teko berisi teh penuh dari pukul 10.00-19.00 WIB dan terus akan disi bila habis. Bila akhir pekan, Ronald mengungkapkan dapat mengisi teko empat kali dalam sehari.

"Banyak tur datang, mampir minum teh dijelaskan pemandu turnya. Kemudian jalan lalu mereka datang untuk singgah ke sini," kata Ronald.

Pantjoran Tea House yang berada di Jalan Pancoran Raya Nomor 4-6, Glodok, Jakarta Barat merupakan bekas gedung apotek tertua ke dua di Jakarta, Apotheek Chung Hwa. Dahulu, Apotheek Chung Hwa buka pada tahun 1928, kemudian tutup dan bangunan menjadi lama terbengkalai.

Baru pada tahun 2015, setelah 1,5 tahun restorasi gedung dibuka menjadi Pantjoran Tea House.

https://travel.kompas.com/read/2017/12/17/090000027/unik-kedai-teh-di-glodok-ini-sediakan-8-teko-teh-gratis-setiap-hari

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+