Salin Artikel

Menengok Sentra Kerajinan Kayu Ukir di Kuningan

Siang itu saya datang dengan rombongan wartawan pariwisata  bersama Kementerian Pariwisata RI. Bengkel kreatif yang berlokasi di Desa Babakanmulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan itu memproduksi 30 hingga 40 pajangan kayu setiap harinya.

Di sisi depan rumah "jengki", bergaya khas Sunda itu terpampang puluhan hasil keterampilan Sakri dan kawan seniman lainnya. Terdapat bentuk ukiran kuda Kuningan, kujang, sepeda, dan lainnya.

Saya pun coba menelusuri asal pembuatan suvenir unik dengan bentuk-bentuk khas Kuningan tersebut. Saat menoleh ke bagian belakang bengkel kreasi ini, terlihat barisan kayu rapi pun siap untuk diukir untuk jadi karya.

"Alhamdulillah kalau di Kuningan itu banyak limbah kayunya, banyak yang ngasih juga. Kalau busuk tinggal diobat, nanti mulus lagi," terang Saharudin Kibro, sang pemilik sanggar pada KompasTravel.

Wisatawan yang datang pun bisa melihat dan coba membuat kerajinan ukir kayu di sana. Mulai membuat pola di atas kayu lalu kayu dipotong sesuai bentuk, barulah diperhalus permukaannya.

"Terakhir yang paling menentukan, finishing. Ada tiga tahapan, mulai penghalusan dan vernis beberapa kali sampai warnanya keluar, dan awet," terang Sakri, pengrajin di sini.

Meskipun limbah kayu, bukan berarti Udin tidak memperhatikan bahan baku. Menurutnya yang terbaik ialah dari kayu pinus, lalu kayu jati, dan mahoni kering.

"Tergantung pesanan, paling banyak dari jati, tapi paling bagus pinus, karena warna serat kayunya keluar," terang Udin pada KompasTravel.

Saung Kreatif Kharisma Alam ini baru berdiri sejak 2007. Namun, tiga tahun pertama ia memproduksi wayang golek, lalu beralih ke kerajinan suvenir kayu, karena lebih banyak peminat.

Wisatawan pun bisa langsung membelinya dengan harga mulai Rp 60.000 hingga jutaan rupiah. Semakin rumit dan besar ukuran kerajinan kayu tersebut, semakin mahal harganya. Paling mahal seperti bentuk kuda kuningan dengan berbagai model, lalu yang sederhana seperti gantungan bentuk kujang.

Permasalahan

Udin dan beberapa pengrajin lainnya memang belum terlalu terbuka dengan wisatawan. Salah satunya adalah urusan menyediakan suvenir khas Kuningan.

Hal tersebut ternyata karena terkendala alat produksi yang masih dikerjakan secara manual. Oleh karena itu, hasil produksi olahan limbah kayu ini sangat terbatas.

Ia mengharapkan adanya bantuan berupa alat-alat produksi, yang bisa membantu ke lima karyawannya. Sampai saat ini ia berhasil memasarkan hingga ke Jambi, dan tahun depan sudah ada rencana ke Kamboja dan Khazakstan.

Ia pun berencana akan membuat fasilitas khusus untuk wisatawan belajar membuat kerajinan tersebut. Sampai saat ini masih sedikit wisatawan yang mau datang untuk belajar dan membeli suvenir tersebut.

https://travel.kompas.com/read/2017/12/24/203000227/menengok-sentra-kerajinan-kayu-ukir-di-kuningan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turis Indonesia dan 97 Negara Lain Bisa Masuk Jepang Mulai 10 Juni 2022 Tanpa PCR

Turis Indonesia dan 97 Negara Lain Bisa Masuk Jepang Mulai 10 Juni 2022 Tanpa PCR

Travel Update
Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Travel Tips
Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Jalan Jalan
Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Travel Tips
Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Travel Tips
Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.