Salin Artikel

Cerita Para Perempuan Perkasa dari Pasar-pasar di Yogyakarta

Ia dapat menggendong beban sampai satu kuintal, hanya dengan bantuan lilitan kain lurik untuk menggendong barang.

Ruminah adalah satu dari sekian banyak buruh gendong yang tersebar di pasar-pasar Yogyakarta. Sehari-hari Ruminah mencari nafkah di Pasar Giwangan.

Dari subuh sampai siang terus menggendong barang. Entah berat mana, beban barang atau beban hidup yang diangkat Ruminah dan kawan-kawan.

"Habis ibu tidak sekolah, tidak punya ijazah, adanya cuma kekuatan ini. Pokoknya ibu balas dendam. Ibu boleh tidak bisa sekolah tapi tiga anak ibu harus sekolah," cerita Ruminah saat ditemui di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Sabtu (21/4/2018).

"Alhamdulillah, anak ibu tiga tiganya bisa kuliah," kata Ruminah sambil tersenyum lebar.

Penghargaan untuk Para Buruh Gendong

"Para buruh gendong ini tidak hanya mengangkut beban barang, tetapi juga beban keluarga. Banyak dari mereka yang ditinggal suami atau suaminya tidak bekerja," kata Public Relations Manager Hotel Tentrem Yogyakarta, Adventa Pramushanti.

Venta bercerita karena menjadi tulang punggung keluarga, sampai ada buruh gendong yang hamil delapan bulan masih terus menggendong beban. Ada juga yang sudah berusia 80 tahun lebih masih terus bekerja.

Banyak buruh gendong yang menyewa kos atau tinggal di pasar untuk mengirit biaya hidup. Rata-rata dari mereka adalah pendatang dari luar Yogyakarta.

Di momen perayaan Hari Kartini, Hotel Tentrem Yogyakarta memberi penghargaan kepada 20 perwakilan buruh gendong dari Pasar Kranggan, Pasar Giwangan, dan Pasar Gamping Yogyakarta.

“Acara ini kami persembahkan sebagai bentuk apresiasi kepada para wanita hebat dan kuat yang disimbolkan oleh ibu-ibu yang ada di sini, para buruh gendong dan juga wanita-wanita yang berkarya di Hotel Tentrem Yogyakarta," kata Corporate General Manager Hotel Tentrem Yogyakarta, Mey Nurnaningsih.

Semoga kita dapat menginspirasi satu dan yang lainnya, menjadi wanita yang kuat untuk bangsa yang hebat," sambung Mey.

KompasTravel melihat para buruh gendong sampai akhir acara. Para perempuan kuat dari Pasar Yogyakarta ini bersolek dan mengenakan busana terbaik khusus di hari lahir Kartini.

Mereka tersenyum ceria, bercanda sembari berfoto bersama. Satu hari dalam setahun, beban mereka dibantu angkat.

https://travel.kompas.com/read/2018/04/26/111800827/cerita-para-perempuan-perkasa-dari-pasar-pasar-di-yogyakarta

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.