Salin Artikel

Karena Langka, Kopi Liberika di Kendal Jadi Primadona

Seperti yang diakui oleh petani kopi asal Desa Mlatiharjo Patean Kendal, Widodo, Senin (6/8). Menurutnya, di Kendal kopi liberika sudah semakin langka. Langkanya kopi yang dibawa oleh orang Belanda ini, dikarenakan batangnya besar dan tinggi.

Petani kesulitan bila mau memanen karena kondisi fisik batang kopi. Akibatnya, banyak petani yang memotong batangnya, lalu dicangkok dengan tanaman kopi Arabika.

“Sekarang banyak dicari oleh penggemar kopi. Terutama setelah kopi ini sering muncul di media ,karena beraroma nangka,” kata Widodo.

Widodo, menambahkan dirinya masih mempunyai beberapa tumbuhan kopi Liberika. Bahkan tumbuhan kopi liberika miliknya, batangnya ada yang besar, tidak cukup bila dipeluk oleh orang dewasa.

“Tumbuhan kopi Liberika miliknya, berusia ratusan tahun. Tumbuhan itu, peninggalan nenek moyangnya, “ ujarnya.

Harga kopi liberika, untuk yang masih ada kulitnya, saat ini sekitar Rp 24.000 hingga Rp 26.000 per kilo. Untuk jenis robusta, Rp 23.000 - Rp 24.000 per kilogram dan Arabika Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

“Kalau dibandingkan tahun kemarin, harga kopi naik sekitar 25 persen. Hal ini disebabkan cuacanya bagus untuk menjemur kopi,” jelasnya.

Petani kopi asal Singorojo Kendal, Yoyok, mengaku kalau kopi liberika masih menjadi primadona. Menurutnya, kopi liberika merupakan barang yang langka dan mulai banyak ditulis di media massa.

“Termasuk Kompas.com. Beberapa kali menulis kopi yang mempunyai aroma nangka ini,” katanya.

Menurut Widodo, dirinya lebih memilih menanam kopi Robusta. Ia beralasan tanamannya tidak tinggi, dan mudah memanennya.

“Saya juga mempunyai beberapa pohon kopi liberika. Sekarang banyak dicari orang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Kendal, Hardjito, mengakui kalau kopi liberika sudah mulai digemari para penikmat kopi, terutama di kafe-kafe.

Tidak heran, kalau harga kopi yang bisa tumbuh di ketinggian 400 – 600 di atas permukaan laut (DPl) tersebut, terus naik.

“Dulu banyak petani yang memapras tumbuhan kopi liberika, tapi sekarang dicari orang,” kata Hardjito.

Menurut Hardjito, ada ribuan hektar kebun kopi di Kabupaten Kendal. Kopi liberika tumbuh di dataran tinggi seperti Singorojo, Limbangan, Boja, Patean, Sukorejo, Plantungan, dan Pageruyung.

Untuk kebun kopi robusta seluas 2.800 hektar, arabica sekitar 500 hektar, dan liberika 50 hektar.

“Saat ini masih musim panen kopi,” jelasnya.

https://travel.kompas.com/read/2018/08/07/100500127/karena-langka-kopi-liberika-di-kendal-jadi-primadona

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wacana Biaya Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Wacana Biaya Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Travel Update
Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Travel Update
6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

Jalan Jalan
Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Travel Update
Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Pasir Putih PIK 2

Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Pasir Putih PIK 2

Travel Tips
Sandiaga Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas Wisata Halal

Sandiaga Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas Wisata Halal

Travel Update
Ho Chi Minh City Jadi Kota Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Ho Chi Minh City Jadi Kota Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Travel Update
Machu Picchu Nyaris Terbakar karena Kebakaran Hutan Dekat Reruntuhan Inca

Machu Picchu Nyaris Terbakar karena Kebakaran Hutan Dekat Reruntuhan Inca

Travel Update
Tank Rusak Militer Rusia Jadi Sasaran 'Selfie' Warga Ukraina

Tank Rusak Militer Rusia Jadi Sasaran "Selfie" Warga Ukraina

Travel Update
Pesona Wisata Sungai dan Seni Budaya di Desa Pandean Trenggalek

Pesona Wisata Sungai dan Seni Budaya di Desa Pandean Trenggalek

Jalan Jalan
Ubud Masuk 10 Destinasi Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Ubud Masuk 10 Destinasi Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Travel Update
Jalur Pendakian Cemara Kandang di Gunung Lawu Bakal Ditata

Jalur Pendakian Cemara Kandang di Gunung Lawu Bakal Ditata

Travel Update
Libur Sekolah, Kunjungan ke Gunungkidul Diprediksi Naik 30 Persen

Libur Sekolah, Kunjungan ke Gunungkidul Diprediksi Naik 30 Persen

Jalan Jalan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.