Salin Artikel

Jelajah Kastil Matsuyama, Menikmati Panorama hingga Bunga Sakura

Kastil Matsuyama, salah satunya. Kastil berumur 400-an tahun itu masih berdiri kokoh di Kota Matsuyama, Jepang.

Saya diajak mengekplorasi Kastil Matsuyama dalam rangkaian tur Shimanami Kaido beberapa waktu lalu.

Dari kawasan perbelanjaan Okaido, kami berjalan sekitar 200 meter menuju terminal kereta gantung Matsuyama.

Salah satu kastil tertua di Jepang itu berdiri di puncak gunung Katsu. Ada dua cara menuju pintu masuk, yakni mendaki sekitar 15 menit atau menumpang kursi gantung atau gondola sekitar lima menit.

Rasanya menyenangkan duduk di atas bangku yang bergerak perlahan ke atas sambil menikmati pemandangan.

Meski tak ada pengaman di kursi, perjalanan tetap aman lantaran di bawah terpasang jaring.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Dari pintu masuk, belum terlihat kastil lantaran tertutup dinding batu yang tinggi. Dinding dari susunan batu-batu besar itu adalah benteng terluar.

Untuk menuju kastil harus melewati benteng-benteng batu dan gerbang kayu yang tinggi dan kokoh. Ada pula pos-pos penjaga.

Gerbang-gerbang tersebut merupakan pertahanan untuk melindungi keluarga penguasa yang tinggal di dalam kastil, yakni keluarga Matsudaira.

Tepat di sambil gerbang besar, ada gerbang kecil yang tersembunyi. Musuh akan mengira gerbang besar itu adalah satu-satunya akses.

Jika diserang, para prajurit akan keluar menyerang melewati gerbang kecil tersebut. Musuh akan terkejut.

Di setiap dinding pertahanan terdapat lubang-lubang yang digunakan untuk mematau situasi luar. Begitu pula di setiap pos penjaga.

Ketika musuh menyerang, dari lubang itu para prajurit akan melawan dengan berbagai senjata.

Jadi, tidak mudah bagi musuh untuk menerobos hingga donjo atau bangunan utama kastil.

Halaman kastil ditumbuhi pohon-pohon sakura. Total ada 200 pohon Sakura di area kastil Matsuyama.

Panorama semakin indah jika datang ketika bunga sakura bermekaran pada musim semi. Halaman kastil akan berwarna-warni.

Saat musim semi, kastil ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan untuk melihat bunga Sakura.

Donjo tiga lantai

Untuk masuk ke dalam kastil, setiap pengunjung dikenakan tarif 510 yen (sekitar Rp 66.000). Tiket dijual di pos sebelum memasuki donjo atau bangunan utama.

Namun akhirnya donjon tersebut hancur saat kebakaran. Sementara donjon yang ada saat ini hasil renovasi tahun 1854. Total ada 21 bangunan di area tersebut.

Untuk masuk ke dalam donjon, pengunjung harus melewati beberapa benteng batu dan gerbang kayu. Namun, ukurannya lebih kecil dibanding yang ada di luar area kastil.

Di lantai dasar donjon, setiap pengunjung harus memakai sandal karet yang disediakan pengelola. Alas kaki yang kita pakai disimpan di loker.

Di lantai satu dipamerkan barang-barang peninggalan bersejarah seperti jubah-jubah perang yang dipakai para samurai, tombak berbagai ukuran, katana, hingga senjata api kuno.

Jadi, pengunjung bisa merasakan seberapa berat pedang yang dipakai para prajurit.

Ada pula ruangan untuk mencoba jubah perang atau pakaian tradisional Jepang. Anda bisa berfoto sebagai kenang-kenangan.

Sementara di Lantai 3 adalah tempat terbaik, menurut saya. Di lantai teratas ini, pengunjung bisa melihat panorama 360 derajat dari lubang jendela.

Setelah puas mengekplorasi, kami beristirahat sejenak di halaman kastil sebelum keluar dari kompleks kastil. Kopi hangat dan manisnya sepotong kue Ichiroku melengkapi tur.

https://travel.kompas.com/read/2018/11/08/181800827/jelajah-kastil-matsuyama-menikmati-panorama-hingga-bunga-sakura

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.