Salin Artikel

5 Tips Berburu Foto di Danau Anggi Papua Barat

Bagi pencinta fotografi niscaya tak mampu berpaling dari keindahan alamnya yang belum banyak dijamah serta keunikan budaya penduduknya.

Salah satu obyek wisata yang menawarkan panorama untuk berburu foto yakni di sekitaran Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida. Sepasang danau ini terletak berdampingan di dua distrik yang bertetangga, yakni Distri Anggi dan Distrik Anggi Gida, dipisahkan oleh sekat perbukitan.

Dua Danau Anggi terbilang merangkum seluruh eksotisme Pegunungan Arfak. Berikut panduan KompasTravel berdasarkan pengalaman berkunjung ke Danau Anggi bersama Mapala UI untuk wisatawan yang ingin berburu foto.

Opsi sewa sehari penuh menjadi pilihan bijak bagi wisatawan agar lebih leluasa menemukan angle dan waktu terbaik mendokumentasikan Anggi. Waktu normal untuk mengelilingi Danau Anggi Giji ditempuh selama 3 jam.

Sementara itu, mengelilingi Danau Anggi Gida perlu waktu yang lebih lama akibat medan yang lebih sulit. Bahkan beberapa titiknya hanya dapat dicapai dengan menyeberangi danau menggunakan perahu penduduk setempat.

 Wisatawan yang berkemah di tempat ini akan mendapat banyak foto dengan hasil yang maksimal. Di malam hari, kawasan Anggi dan Pegunungan Arfak yang nyaris gelap total menampakkan taburan bintang-gemintang secara cemerlang tanpa penghalang.

Bahkan, jika cuaca sedang cerah, wisatawan dapat meneropong sabuk bima sakti.

Pagi harinya, sedikit berjalan kaki menuju arah Anggi Gida, wisatawan akan mendapati serbuan embun yang menggelayut di kelopak aneka bunga warna-warni yang juga bermandikan cahaya fajar. Panorama danau pun tampak amat anggun dikecup emasnya mentari pagi.

Wisatawan berkesempatan diajak ikut bermain bola, bertani, menangkap ikan, bahkan mempraktikkan kemahiran memanah menggunakan panah tradisional.

Penduduk setempat pun takkan segan memberi tawaran menginap di rumah kaki seribu, rumah tradisional Arfak, sampai mengajak wisatawan menari “tumbuk tanah” sebagai simbol persahabatan.

Kesempatan itu cocok untuk para penggandrung fotografi human interest.

Kendati tak setenar honai di Wamena, arsitektur rumah kaki seribu juga istimewa. Di sekitaran Anggi Gida, malahan rumah kaki seribu masih berdiri dengan 100 persen elemen alami, tanpa paku, tanpa atap seng.

Lain halnya di Anggi Giji. Walau begitu, rumah kaki seribu di sekitar kedua danau sama-sama antigempa.

Dalam keadaan terik, misalnya, jalanan di sekeliling Anggi yang tak beraspal akan menerbangkan partikel debu dalam jumlah besar. Dalam keadaan basah, jalanan di sekeliling Anggi yang becek akan mencipratkan lumpur seiring laju mobil gardan ganda.

Ada risiko lensa akan tergores bila tak hati-hati. Wisatawan juga perlu secara rutin membersihkan lensa kamera. Partikel-partikel halus pasti menghinggapi lensa usai dibawa berburu mengitari Anggi.

                 

               

https://travel.kompas.com/read/2018/12/13/201100327/5-tips-berburu-foto-di-danau-anggi-papua-barat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Travel Update
Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Jalan Jalan
Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Travel Update
Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.