Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

Kenapa Makanan China Mudah Diterima Orang Indonesia?

Keadaan ini sedikit berbeda dengan, katakanlah, pengaruh masakan India atau Thailand yang relatif lebih mudah disadari.

Pertanyaannya, mengapa pengaruh China bisa berbaur sedemikian dalam pada khazanah kuliner Nusantara?

Salah satu jawaban paling mudah ialah besarnya diaspora China di negeri ini. Penelitian Poston dan Wong,The Chinese diaspora: The current distribution of the overseas Chinese (2016) mencatat, lebih dari 8 juta penduduk keturunan China menetap di Indonesia. Jumlah ini setara dengan 20 persen diaspora China di seluruh dunia.

Lebih dari itu, keturunan China menyebar ke berbagai pelosok negeri, mulai dari Medan, Bangka, Pontianak, Semarang, sampai Manado. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah diaspora China terbesar sejagat, menurut penelitian tersebut.

Arus migrasi diaspora China ke Nusantara telah terjadi sejak era perdagangan. Awal abad ke-20, arus migrasi ini kembali terjadi menyusul gejolak yang terjadi di China antara kalangan nasionalis dan komunis.

Meresapnya pengaruh China dalam kuliner Nusantara pun dipermudah dengan terjadinya asimilasi. Peradaban China yang selangkah lebih maju membawa teknik-teknik baru.

Di sisi lain, kekayaan tanah Nusantara pun menyediakan aneka bahan makanan yang tak ditemui di China. Ditambah dengan keunikan selera Nusantara, jadilah modifikasi kuliner China yang disesuaikan dengan lidah lokal, semisal kecap manis.

“Kecapnya dikenalkan imigran, tapi kecap manisnya asli Indonesia. Di China tidak ada kecap manis,” sebut pakar kuliner peranakan China, Aji Bromokusumo.

“Siomay dari yang asli dari China pakai kulit dan parutan wortel di atasnya. Di Bandung, siomay malah tanpa kulit. Mi Aceh juga sama, minya dari China, bumbunya lokal. Fleksibel sekali,” tambahnya.

Luwesnya penerimaan pengaruh China ini pun tampak dari segi penyebutan jenis makanan. Meskipun kerap terdapat salah kaprah, tetapi orang-orang Indonesia cenderung menyerap langsung penamaan jenis makanan yang dibawa orang-orang China, seperti kwetiau (dari kata “guo tiau”) atau lumpia (dari kata “lun pia”).

“Penyebutan ‘mi’ (dari kata “mian”) pun hanya ada di Indonesia awalnya. Baru-baru ini saja Malaysia dan Singapura ikut memakainya,” terang Aji.

https://travel.kompas.com/read/2019/01/28/080600327/kenapa-makanan-china-mudah-diterima-orang-indonesia

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Tempat Ngabuburit Murah Jakarta Utara, Bioskop Rakyat hingga Pantai 

8 Tempat Ngabuburit Murah Jakarta Utara, Bioskop Rakyat hingga Pantai 

Jalan Jalan
Panduan Wisata ke Museum Fatahillah 2023, Jam Buka hingga Harga Tiket

Panduan Wisata ke Museum Fatahillah 2023, Jam Buka hingga Harga Tiket

Travel Tips
Syarat Naik Kapal Laut Terbaru Jelang Mudik Lebaran 2023  

Syarat Naik Kapal Laut Terbaru Jelang Mudik Lebaran 2023  

Travel Update
Jokowi Larang Pejabat dan ASN Buka Bersama, Banyak Pembatalan Acara di Hotel-hotel Kota Batu

Jokowi Larang Pejabat dan ASN Buka Bersama, Banyak Pembatalan Acara di Hotel-hotel Kota Batu

Travel Update
4 Aktivitas di Museum Fatahillah, Masuk Penjara Bawah Tanah

4 Aktivitas di Museum Fatahillah, Masuk Penjara Bawah Tanah

Travel Tips
Cara menuju ke Museum Fatahillah, Naik KRL dan Transjakarta

Cara menuju ke Museum Fatahillah, Naik KRL dan Transjakarta

Travel Tips
Tali Bungee Jumping di Thailand Putus, Turis Selamat karena Bisa Renang

Tali Bungee Jumping di Thailand Putus, Turis Selamat karena Bisa Renang

Travel Update
5 Gunung Sekitar Soloraya yang Pas Dikunjungi Saat Puasa, Ada yang Tak Perlu Jalan Kaki

5 Gunung Sekitar Soloraya yang Pas Dikunjungi Saat Puasa, Ada yang Tak Perlu Jalan Kaki

Travel Tips
10 Tempat Ngabuburit Murah di Jakarta Timur, Bisa Sambil Wisata Religi

10 Tempat Ngabuburit Murah di Jakarta Timur, Bisa Sambil Wisata Religi

Jalan Jalan
5 Wisata Dieng yang Pas Dikunjungi Saat Puasa, Tak Perlu Jalan Jauh

5 Wisata Dieng yang Pas Dikunjungi Saat Puasa, Tak Perlu Jalan Jauh

Travel Tips
Apa itu Prepaid Baggage untuk Bagasi Pesawat?

Apa itu Prepaid Baggage untuk Bagasi Pesawat?

Travel Tips
3 Syarat Masuk Museum Fatahillah, Dilarang Foto Pakai Flash

3 Syarat Masuk Museum Fatahillah, Dilarang Foto Pakai Flash

Travel Tips
Berkunjung ke Masjid Al Ma'shum Blora, Menyusuri Jejak NU

Berkunjung ke Masjid Al Ma'shum Blora, Menyusuri Jejak NU

Jalan Jalan
Cara Beli Tiket Masuk Museum Fatahillah, Bayar Pakai Kartu Ini

Cara Beli Tiket Masuk Museum Fatahillah, Bayar Pakai Kartu Ini

Travel Tips
Pertunjukan Jalan di Atas Bara Api di Festival Munara Beba Byak Karon

Pertunjukan Jalan di Atas Bara Api di Festival Munara Beba Byak Karon

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+