Salin Artikel

Nikmatnya Kopi dan Manisnya Cokelat di Puslitkoka Jember

JEMBER, KOMPAS.com – Jember tidak hanya memiliki destinasi wisata alam berupa pantai-pantai yang indah. Di sana juga terdapat kawasan wisata edukasi, salah satunya adalah Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).

Destinasi ini banyak dikunjungi oleh wisatawan setiap hari libur. Tidak hanya dari Jember, banyak wisatawan dari daerah lain yang juga berkunjung ke Puslitkoka untuk mengisi hari libur.

Puslitkoka terletak di Desa Nogosari, Kecamaran Rambipuji, Jember, Jawa Timur. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pusat Kota Jember, yakni sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh perjalanan kurang-lebih 45 menit.

Rute menuju Puslitkoka awalnya sama seperti jalur menuju kawasan Pantai Payangan, Watu Ulo, dan Tanjung Papuma. Nantinya perjalanan berbelok ke arah barat di Kecamatan Jenggawah. Terdapat plang petunjuk arah ke Puslitkoka di kecamatan itu.

Tempat wisata favorit keluarga

Meski berfungsi untuk melakukan penelitian dan mengembangkan komoditas kopi serta kakao secara nasional, Puslitkoka merupakan tempat wisata favorit keluarga.

Pihak Puslitkoka telah menambahkan aneka fasilitas penunjang wisata untuk memfasilitasi pengunjung, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Salah satunya adal fasilitas kereta kayu yang membawa pengunjung berkeliling kebun.

Pemandu akan memberikan penjelasan di atas kereta kayu. Penjelasannya sederhana dan mudah dimengerti, bahkan untuk anak-anak sekalipun. Biasnya pemandu akan menjelaskan tanaman dan buah kakao serta kopi yang tumbuh di kanan-kiri jalur.

Wisatawan, terutama anak-anak juga bisa memberi makan rusa. Selain itu, ada pula taman bermain di tengah kebun, lengkap dengan gazebo dan pendopo untuk bersantai atau acara kumpul keluarga.

Proses Pembuatan Cokelat dan Kopi

Wisatawan juga akan diajak untuk sekilas menyaksikan proses pengolahan kakao menjadi cokelat yang manis. Proses pengolahan dilakukan di sebuah ruangan, sementara wisatawan menyaksikan dari luar ruangan.

Pemandu pun masih setia menemani dan menjelaskan secara singkat, padat, dan jelas mengenai pengolahan buah kakao. Ternyata daging buah kakao berwarna putih, bukan coklat. Bahan baku cokelat dari buah kakao adalah bijinya.

Selanjutnya biji kakao akan mengalami serangkaian proses dengan peralatan yang berbeda-beda hingga akhirnya menjadi cokelat aneka bentuk. Namun wisatawan tidak bisa menikmati cokelat yang sudah jadi.

Tak hanya proses pengolahan biji kakao menjadi cokelat. Wisatawan juga akan diajak untuk sedikit mengenal proses pengolahan biji kopi hingga siap dipasarkan. Prosesnya sama dengan biji kakao, tetapi tentu saja dengan alur dan peralatan yang berbeda.

Nikmatnya Cokelat dan Kopi

Jika ingin menikmati cokelat dan kopi, maka wisatawan bisa mengunjungi outlet kopi dan kakao yang berada di dekat pintu masuk. Di sana terdapat aneka produk olahan kopi dan cokelat dari Puslitkoka yang bisa dinikmati.

Wisatawan bisa memesan kopi atau cokelat hangat yang nikmat. Ada pula aneka produk cokelat batangan yang manis. Satu hal yang perlu diketahui adalah aneka produk itu dijual sehingga wisatawan harus membeli jika ingin menikmatinya.

Tak hanya untuk dinikmati langsung. Berbagai produk kopi dan cokelat yang tersedia juga bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh. Tarif masuk Puslitkoka sangat terjangaku, yakni hanya sebesar Rp 3.000 saja. Sementara tarif naik kereta kayu adalah Rp 10.000.

https://travel.kompas.com/read/2019/02/15/200700827/nikmatnya-kopi-dan-manisnya-cokelat-di-puslitkoka-jember

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.