Salin Artikel

5 Tips Jika Ingin Naik "Perahu Terbang" di Soko Gunung, Wonogiri

WONOGIRI, KOMPAS.com – Akhir pekan memang paling pas jika dimanfaatkan untuk berwisata atau menjelajah tempat-tempat baru dengan panorama alam yang memesona.

Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah, misalnya, menjadi salah satu wilayah yang memiliki banyak obyek wisata dengan lanskap alam yang memanjakan mata. Salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Wonogiri adalah Soko Gunung.

Selain menawarkan pemandangan alam dari ketinggian, terdapat ornamen perahu di sana. Naik ornamen perahu itu rasanya seolah terbang dengan perahu awan di langit Wonogiri.

Jika Anda berencana merasakan sensasi naik perahu awan di Soko Gunung, berikut ini lima tips-nya:

1. Gunakan kendaraan yang kuat menanjak

Jarak Soko Gunung dengan pusat kota Wonogiri sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 9,5 kilometer. Waktu tempuhnya kurang lebih 22 menit.

Meskipun dekat, kondisi jalan untuk sampai ke sana cukup terjal dan menanjak. Ada tiga tanjakan terjal di sana, yang pertama sebelum pos retribusi. Setelah pos retribusi, masih ada dua jalur naik terjal yang harus dilewati.

Oleh karena itu, kendaraan yang kuat menanjak menjadi pilihan tepat untuk menuju Soko Gunung, terlebih jika berboncengan. Jika kendaraan tidak terlalu kuat, salah satu orang harus turun dan berjalan kaki sampai ujung tanjakan.

2. Periksa kondisi rem kendaraan

Jalur menuju Soko Gunung hanya ada satu. Jika perjalanan berangkat melewati tanjakan, otomatis perjalanan pulang akan melewati turunan curam. Jadi, kondisi rem kendaraan harus diperhatikan.

Ketika melewati turunan, rem menjadi bagian kendaraan yang paling penting. Terlebih jika menggunakan kendaraan matic, yang tak punya engine brake untuk memperlambat kendaraan. Karena itu, peran rem menjadi semakin vital.

Jika rem dalam kondisi prima, lebih baik berhenti sejenak sekitar 5-10 menit ketika sampai di pos retribusi. Hal itu guna mendinginkan rem untuk mengatasi blong. Masih ada satu turunan terakhir sampai jalan utama Wonogiri-Pracimantoro.

3. Datang saat cuaca cerah

Keindahan panorama ke segala arah menjadi daya tarik utama di Soko Gunung. Ditambah dengan beberapa spot foto yang telah ditambahkan, Soko Gunung sangat pas untuk hunting foto atau swafoto.

Tentu saja pemandangan yang tersaji di sana akan terlihat jelas jika cuaca cerah. Selain itu, berkunjung ketika cerah juga lebih leluasa karena tidak ada rasa khawatir akan hujan yang turun tiba-tiba.

Jika cuaca hujan atau sedang tidak baik, biasanya alam sekitar tidak terlihat karena terhalang kabut. Berfoto naik ornamen perahu terbang dengan latar belakang alam yang menawan jelas tidak akan bisa dilakukan.

Selain itu, berkunjung ketika cuaca buruk di Soko Gunung juga cukup berbahaya. Selain jalan licin, risiko tersambar petir juga tinggi karena letaknya berada di puncak bukit.

4. Datang pagi atau sore hari

Ketika cuaca cerah, kemolekan Soko Gunung bisa didapatkan kapan pun selama jam buka, mulai pukul 05.00 WIB sampai 18.00 WIB atau magrib. Meski demikian, pagi dan sore menjadi waktu terbaik untuk berkunjung ke sini.

Selain tidak terlalu panas, momen pagi dan sore ketika cuaca cerah akan semakin memunculkan kecantikan hamparan alam Soko Gunung. Warna oranye matahari pagi dan sore akan begitu padu dengan hijaunya bukit dan birunya langit.

Jika datang sore hari, akan lebih baik untuk segera turun sebelum kondisinya semakin gelap. Perjalanan tentu akan menjadi lebih berbahaya dalam keadaan minim cahaya, baik itu jalan setapak atau jalan aspal di kawasan perbukitan.

5. Patuhi aturan dan jaga kebersihan

Soko Gunung juga memiliki peraturan yang harus dipatuhi oleh para pengunjung. Salah satunya adalah jumlah maksimal orang yang naik ke ornamen menara pandang atau perahu terbang dalam satu waktu.

Selain demi keawetan ornamen, peraturan itu hendaknya dipatuhi demi keselamatan pengunjung. Aturan lain yang juga menjadi kewajiban pengunjung adalah tetap menjaga kebersihan.

Tentu keindahan panorama di Soko Gunung akan sirna jika penuh sampah. Selain itu, menjaga kebersihan juga turut menjaga kelestarian kawasan perbukitan hijau di sebelah barat Kota Wonogiri ini.

https://travel.kompas.com/read/2019/02/22/190758627/5-tips-jika-ingin-naik-perahu-terbang-di-soko-gunung-wonogiri

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gembox, Pasar Malam dan Tempat Nongkrong Baru di Malaysia

Gembox, Pasar Malam dan Tempat Nongkrong Baru di Malaysia

Jalan Jalan
Daftar 20 Maskapai Terbaik Dunia 2022 Versi World Airline Awards

Daftar 20 Maskapai Terbaik Dunia 2022 Versi World Airline Awards

Travel Update
Geopark Meratus Siapkan Geosite Menuju UNESCO Global Geopark

Geopark Meratus Siapkan Geosite Menuju UNESCO Global Geopark

Travel Update
Korea Selatan Longgarkan Aturan Masker di Luar Ruangan

Korea Selatan Longgarkan Aturan Masker di Luar Ruangan

Travel Update
Hong Kong Hapus Karantina untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Hong Kong Hapus Karantina untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Travel Update
Bandara Sam Ratulangi Siap Layani Rute Manado-Bali Per Oktober 2022

Bandara Sam Ratulangi Siap Layani Rute Manado-Bali Per Oktober 2022

Travel Update
Kunjungan Turis Eropa di DIY Makin Naik, Promosi Makin Digencarkan

Kunjungan Turis Eropa di DIY Makin Naik, Promosi Makin Digencarkan

Travel Update
Tiket Pesawat Mahal, Tren Tunjukkan Wisatawan Lebih Pilih Beli Paketan

Tiket Pesawat Mahal, Tren Tunjukkan Wisatawan Lebih Pilih Beli Paketan

Travel Update
Wisata Edukasi TPA Talangagung, Lihat Pengelohan Gas Metana Jadi Bahan Bakar Kompor

Wisata Edukasi TPA Talangagung, Lihat Pengelohan Gas Metana Jadi Bahan Bakar Kompor

Jalan Jalan
Aturan Snorkeling di Karimunjawa, Jangan Pegang Biota Laut

Aturan Snorkeling di Karimunjawa, Jangan Pegang Biota Laut

Travel Tips
Sport Tourism di Malang Raya Jadi Bidikan Gubernur Jatim Khofifah

Sport Tourism di Malang Raya Jadi Bidikan Gubernur Jatim Khofifah

Travel Update
Thailand Akhiri Darurat Covid-19 Per 30 September 2022, Ini Syarat Masuk ke Sana

Thailand Akhiri Darurat Covid-19 Per 30 September 2022, Ini Syarat Masuk ke Sana

Travel Update
Virtual Tourism Diperlukan untuk Gaet Pasar Wisata Halal di Indonesia

Virtual Tourism Diperlukan untuk Gaet Pasar Wisata Halal di Indonesia

Travel Update
Asyiknya Membaca di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Jakarta yang Baru Direvitalisasi

Asyiknya Membaca di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Jakarta yang Baru Direvitalisasi

Jalan Jalan
Wisata Edukasi Roasting Kopi di Malioboro Yogyakarta, Nikmatnya Aroma Kopi

Wisata Edukasi Roasting Kopi di Malioboro Yogyakarta, Nikmatnya Aroma Kopi

Jalan Jalan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.