Salin Artikel

Upaya Singapore Airlines Kurangi Jejak Karbon dan Sampah Plastik dalam Pesawat

KOMPAS.com – Senior Vice President Customer Experience Singapore Airlines (SIA), Yeoh Phee Teik, mengatakan pihaknya telah melakukan beragam upaya untuk mengurangi jejak karbon dan sampah plastik dalam penerbangan.

Ia mengatakan, upaya tersebut dilakukan melalui berbagai langkah seperti mengurangi limbah makanan dalam pesawat, mengurangi penggunaan plastik untuk barang-barang dalam penerbangan, serta meningkatkan penggunaan bahan-bahan makanan yang berkelanjutan dalam pesawat.

“Kami sangat bangga dapat memulai era baru untuk upaya-upaya keberlanjutan yang lebih luas melalui peningkatan fokus terhadap praktek-praktek ramah lingkungan dalam pesawat. Hal ini secara signifikan akan mengurangi jejak karbon kami serta meningkatkan pengalaman perjalanan yang berkelanjutan bagi para pelanggan,” kata dia.

Mengurangi limbah makanan

SIA telah melakukanan survei kepada pelanggan, untuk mengetahui makanan apa saja yang paling disukai dan yang tidak disukai. Hasil analisis ini nantinya akan dikomunikasikan dengan pihak katering, sehingga makanan yang tak begitu diminati dapat dikurangi dan tak menimbulkan limbah.

Selain itu, SIA juga berencana untuk mengadakan pengumpulan data secara otomatis dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan pembelajaran mesin (machine learning) untuk meningkatkan kemampuan dalam memprediksi pola konsumsi pelanggan sekaligus mengurangi limbah makanan dalam pesawat.

Melalui peningkatan sistem pengawasan terhadap pola konsumsi pelanggan dan analisis data, SIA berharap dapat menyesuaikan jumlah produk makanan tertentu untuk meminimalisir pemborosan tanpa mengurangi pengalaman perjalanan para pelanggan.

Mengurangi penggunaan plastik

SIA telah mulai menggunakan bahan-bahan alternatif yang ramah lingkungan untuk mengurangi sampah plastik dalam pesawat.

Penggunaan plastik sekali pakai dilakukan dan menggantinya dengan bahan-bahan alternatif yang berkelanjutan. Misalnya saja, SIA berencana untuk menjadi maskapai yang sepenuhnya bebas dari sedotan plastik mulai bulan September 2019.

Adapun sejak September 2018, SIA sudah menghilangkan seluruh penggunaan sedotan plastik dalam penerbangan, kecuali sedotan anak-anak, dan akan mengganti sedotan plastik dengan sedotan berbahan kertas yang ramah lingkungan.

Perubahan-perubahan ini diharapkan akan mengurangi sekitar 820.000 sedotan plastik setiap tahunnya.

SIA juga berencana mengganti stik pengaduk minuman dengan stik yang berbahan kayu pada September 2019. Kemudian mulai bulan Mei 2019, SIA akan mengganti polybag dari mainan anak-anak dengan kemasan kertas daur ulang.

Tak hanya itu, produk berbahan kertas milik SIA, seperti kartu menu, tisu kertas, serta gulungan toilet dibuat oleh kertas bersertifikasi FSC yang ramah lingkungan dan sosial.

Beberapa inisiatif ramah lingkungan mendatang lainnya akan mencakup proses percetakan buku dan peralatan mewarnai anak-anak yang menggunakan tinta berbahan dasar kedelai dan ramah lingkungan.

https://travel.kompas.com/read/2019/03/27/220600327/upaya-singapore-airlines-kurangi-jejak-karbon-dan-sampah-plastik-dalam

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.