Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kisah Soeparlan, Pemilik Kebun Kurma di Magetan

Di lahan seluas 1,2 hektar miliknya, lulusan sekolah pertanian Yogyakarta tahun 1970 tersebut menanaminya dengan pohon kurma sebanyak 270 pohon.

“Tertariknya dari Youtube, di mana petani di Thailand itu bisa menghasilkan 1,4 miliar dari lahan 1 hektar setelah pohon kurma sebanyak 150 pohon berusia 5 hingga 6 tahun,” ujarnya ditemui di kebunnya Senin (15/4/2019).

Soeparlan mulai menanami kebunnya dengan kurma pada akhir tahun 2015, dengan bibit awal sebanyak 60 batang yang didatangkan dari laboratorium pengembangan kurma di Inggris.

Pilihan Soeparlan membeli bibit di Inggris dibandingkan Arab Saudi karena pertimbangan waktu. “Kalau dari Arab butuh waktu 3 bulan baru sampai, kalau dari Inggris hanya 2 bulan sudah sampai,” katanya.

Selain menanam bibit yang dibeli dari Inggris dengan sistem pengembangan kultur jaringan, Soeparlan juga menanam pohon kurma hasil dari pembibitan yang dilakukan sendiri dengan cara menyemai.

Dari sejumlah teknik yang dikembangkan, Soeparlan memberikan perlakuan khusus kepada beberapa bibit kurma yang dikembangkan dengan cara memotong sepertiga dari calon bibit yang mulai tumbuh.

Bunga Matahari, Green Garden dan Lokasi Swafoto

Ketika melakukan perjalanan bersama keluarga ke Yogyakarta pada tahun 2016, Soeparlan tertarik dengan sebuah pemandangan kebun bunga matahari yang dijadikan lokasi berswafoto.

Meski lokasinya kecil, namun masyarakat harus antre untuk sekedar berswafoto. Bahkan mobil warga harus antre agar bisa mendapat giliran berfoto. "Pulang dari Yogya, separuh lahan ini dulunya kita tanami bunga matahari di sela-sela pohon kurma," katanya.


Dalam perkembangannya, bukan hanya bunga matahari yang dikembangkan Soeparlan di kebunnya, tetapi puluhan jenis tanaman buah dan puluhan jenis tanaman bunga turut dibudidayakan di kebunnya tersebut.

Untuk melengkapi kebunnya, Soeparlan membangun fasilitas seperti mushala, kolam renang anak anak, permainan outbond serta pemancingan untuk anak-anak serta 2 buah gardu pandang setinggi 10 meter. Pada akhir tahun 2017, Soeparlan membuka kebun kurmanya untuk umum.

Bibit kurma yang dibeli dari Inggris pada awal tahun 2019 terlihat mulai berbunga. Hal tersebut cukup mengejutkan, mengingat pohon kurma biasanya mulai berbuah pada usia 4 hingga 5 tahun. Namun 2 pohon kurma milik Soeparlan berbuah pada umur 2 tahun.

Sejumlah praktisi kurma dari Jawa Barat dan Kalimantan Selatan bahkan sampai melakukan penelitian terkait kurma yang telah berbuah di usia 2 tahun tersebut.

"Ada pengusaha kebun kurma dari Arab Saudi juga mau ke sini karena tidak percaya kurma di sini bisa berbuah di usia segitu. Mau lihat langsung," ujarnya.

Soeparlan sendiri belum bisa memastikan apa yang menyebabkan kurma yang ditanamnya berbuah di usia 2 tahun. Totalnya ada sekitar 8 pohon kurma yang ditanam di lahannya yang berbuah di usia 2 tahun, bahkan beberapa diantaranya belum mencapai usia 2 tahun.

Dia baru bisa menduga jika kondisi tanah di kaki Gunung Lawu merupakan salah satu penyebab kurmanya berbuah lebih awal. Faktor lainnya diantaranya pemupukan yang dilakukan sebelum musim hujan dan pasca musim hujan serta perlakuan pemotongan sepertiga bagian biji saat disemai disinyalir menjadi penyebab cepatnya kurma berbuah.

"Kami belum tahu pasti, tapi kemungkinan karena Magetan ini lokasinya yang bagus untuk bertanam kurma. Kita masih membuat percobaan," katanya.

Sayangnya buah kurma yang sudah mulai memasuki tahap masak tersebut mulai rontok karena faktor intensitas hujan yang tinggi. Untuk mencegah pembusukan, Soeparlan akhirnya memutuskan memanen buah kurmanya meskipun belum masak sempurna.

“Rasanya sudah manis tapi tahapannya baru mengkal. Orang Arab nggak jadi ke sini karena belum matang sempurna, belum sampai warna coklat,” katanya.

Soeparlan mengaku akan mengembangkan kebun pembibitan kurma yang berbuah lebih cepat di lahan kebunnya. Berkaca pada Thailand yang sukses mengembangkan kebun kurma, dia juga berharap Indonesia akan mengikuti jejak Thailand.

"Dengan tersedianya bibit yang bagus saya yakin Indonesia akan menjadi negara pengekspor kurma ke Arab, karena peluang pasarnya cukup besar,” pungkasnya.

https://travel.kompas.com/read/2019/04/18/131500127/kisah-soeparlan-pemilik-kebun-kurma-di-magetan

Terkini Lainnya

Gunung Bromo Kebakaran 19 Juni 2024, Wisata Tetap Buka

Gunung Bromo Kebakaran 19 Juni 2024, Wisata Tetap Buka

Travel Update
Kapal Pesiar Resorts World One Ingin Berlayar Lagi dari Jakarta

Kapal Pesiar Resorts World One Ingin Berlayar Lagi dari Jakarta

Travel Update
Rekomendasi 4 Vila di Bali untuk Musim Liburan Sekolah Tahun Ini

Rekomendasi 4 Vila di Bali untuk Musim Liburan Sekolah Tahun Ini

Travel Update
Taman Lalu Lintas: Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Buka

Taman Lalu Lintas: Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Tingkatkan Kunjungan Wisman, Mantan Menteri Pariwisata Usul Bebas Visa Kunjungan

Tingkatkan Kunjungan Wisman, Mantan Menteri Pariwisata Usul Bebas Visa Kunjungan

Travel Update
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Sebut Tambahan Penerbangan Belum Tuntas

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Sebut Tambahan Penerbangan Belum Tuntas

Travel Update
Kereta Tidur Berkecepatan Tinggi Hong Kong-Shanghai-Beijing Beroperasi

Kereta Tidur Berkecepatan Tinggi Hong Kong-Shanghai-Beijing Beroperasi

Travel Update
7 Penginapan di Dieng, Pesan untuk Ikut Dieng Culture Festival

7 Penginapan di Dieng, Pesan untuk Ikut Dieng Culture Festival

Hotel Story
Jelang Libur Sekolah, Pelaku Wisata Diminta Bersiap Hadapi Lonjakan Pengunjung

Jelang Libur Sekolah, Pelaku Wisata Diminta Bersiap Hadapi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Penumpang KA Bandara di Yogyakarta dan Medan Melonjak Drastis Saat Idul Adha

Penumpang KA Bandara di Yogyakarta dan Medan Melonjak Drastis Saat Idul Adha

Travel Update
Pengalaman Ikut Yoga di Vila Ubud Bali dan Tipsnya buat Pemula

Pengalaman Ikut Yoga di Vila Ubud Bali dan Tipsnya buat Pemula

Jalan Jalan
Sambut Libur Sekolah, Pergerakan Turis Domestik Diprediksi Naik hingga 20 Persen

Sambut Libur Sekolah, Pergerakan Turis Domestik Diprediksi Naik hingga 20 Persen

Travel Update
Pergerakan Turis Domestik Saat 'Long Weekend' Idul Adha Naik hingga 20 Persen

Pergerakan Turis Domestik Saat "Long Weekend" Idul Adha Naik hingga 20 Persen

Travel Update
Tur Zero Dollar Kembali Terjadi di Thailand, Dinilai Lebih Berbahaya

Tur Zero Dollar Kembali Terjadi di Thailand, Dinilai Lebih Berbahaya

Travel Update
Festival Kampung Wisata 2024 di Yogyakarta Digelar mulai 21 Juni

Festival Kampung Wisata 2024 di Yogyakarta Digelar mulai 21 Juni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke