Salin Artikel

6 Cara Wisata Kuliner Ramah Lingkungan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuliner jadi salah satu motivasi terbesar turis dunia untuk memilih destinasi wisata. Tak heran banyak kota di dunia yang menonjolkan makanan sebagai bintang utama untuk menarik wisatawan.

Tak terkecuali di Indonesia, negara yang kaya akan khazanah makanan dan minuman lokal ini begitu menarik untuk dijelajah dalam soal rasa hidangan.

Masalahnya wisata kuliner juga meninggalkan jejak karbon yang tidak sedikit. Mulai dari yang dihasilkan transportasi dari dan menuju restoran, kemasan, sampai produk makanan itu sendiri. Berikut adalah enam cara berwisata kuliner ramah lingkungan:

1. Lebih Baik Makan di Tempat Langsung dibanding Bungkus

Makan langsung di rumah makan, cafe atau restoran berarti memangkas bungkus kemasan makanan seperti sterofoam, kotak karton, kertas bungkus, atau plastik. Belum lagi ditambah alat makan dari plastik.

Makan di tempat langsung sebenarnya juga terbilang praktis dan dapat merasakan suasana kehidupan masyarakat setempat.

2. Bawa Kotak Makan Sendiri

Mulailah untuk mempertimbangkan membawa kotak makan sendiri saat berwisata. Hal ini untuk mengakali jika Anda memang gemar membungkus makanan. Pilihlah kotak makan kedap udara, bertutup rapat, dan kalau bisa dengan bahan yang dapat dipanaskan langsung di microwave. Membuat makanan dapat disimpan lebih awet.

3. Habiskan Makanan yang Telah Disajikan

Limbah makanan merupakan penyumbang karbon terbesar ke tiga di dunia. Habiskan makanan yang Anda pesan. Cara lain adalah memesan dalam porsi yang sesuai dengan Anda agar tidak berlebih. Jika masih bersisa, bungkuslah makanan Anda dengan kotak makan yang telah dibawa. Makanan ini dapat disantap ketika Anda lapar di jalan atau di penginapan.

4. Pilih Rumah Makan Hasil Tani Lokal

Rantai makanan menyumbang emisi yang cukup besar. Dengan memilih rumah makan yang memanfaatkan produk lokal, secara tidak lansung mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari distribusi makanan. Jika bisa, pilihlah rumah makan yang memanfaatkan produk hasil tani organik dan ramah lingkungan.

5. Pilih Produk Kuliner Tradisional

Sebelum plastik dikenalkan, orang Indonesia sebenarnya memanfaatkan produk ramah lingkungan untuk membungkus barang dan makanan. Contohnya daun pisang, daun jati, besek dari anyaman bambu atau pandan.

Sampai saat ini produk makanan tradisional seperti kue, terasi, ikan asin, nasi rames, dan berbagai hidangan tradisional lain masih mengandalkan kemasan ini. Selain lebih ramah lingkungan, sebenarnya kemasan organik tersebut membuat makanan terasa lebih mantap dari segi rasa dan aroma.

6. Hindari Menggunakan Alat Makan Sekali Buang

Sedotan, sumpit bambu, sendok, serta garpu plastik adalah peralatan makan sekali pakai yang langsung dibuang. Hindari menggunakan peralatan makan tersebut, alih-alih bawalah sendiri seperti sedotan stainless, sendok, garpu, dan sumpit alumunium.

Jika memang tidak punya atau lupa dibawa, ada cara lain yakni meminum langsung minuman dari gelas atau makan secara tradisional dengan jari bersih langsung.

https://travel.kompas.com/read/2019/04/23/150500027/6-cara-wisata-kuliner-ramah-lingkungan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Travel Update
Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Travel Update
Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Travel Promo
7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Travel Update
3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

Jalan Jalan
Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Travel Update
Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Travel Update
22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

Travel Update
PBB Prediksi Pariwisata Internasional Belum Akan Pulih hingga 2024

PBB Prediksi Pariwisata Internasional Belum Akan Pulih hingga 2024

Travel Update
Ini Usia Minimal Bayi yang Boleh Naik Pesawat Menurut Dokter

Ini Usia Minimal Bayi yang Boleh Naik Pesawat Menurut Dokter

Travel Tips
Water Blow di Nusa Dua Bali Kembali Dibuka untuk Turis

Water Blow di Nusa Dua Bali Kembali Dibuka untuk Turis

Travel Update
Catat, 5 Tips agar Barang Tidak Ketinggalan Saat Check-Out Hotel

Catat, 5 Tips agar Barang Tidak Ketinggalan Saat Check-Out Hotel

Travel Tips
Lion Air Akan Layani Rute Manokwari-Jayapura PP, Harga Mulai Rp 484.300

Lion Air Akan Layani Rute Manokwari-Jayapura PP, Harga Mulai Rp 484.300

Travel Update
10 Kafe Instagramable Dago Bandung, Bisa untuk Nongkrong dan Kerja

10 Kafe Instagramable Dago Bandung, Bisa untuk Nongkrong dan Kerja

Jalan Jalan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.