Salin Artikel

Sejarah di Balik Angkernya Danau Koliheret di Sikka Flores

Di balik panorama yang indah itu, Danau Koliheret juga diceritakan sangat angker. Karena dianggap angker, masyarakat dan pemerintah tidak berani mengembangkan danau mungil ini menjadi untuk menjadi tempat wisata.

Kompas.com berusaha mewawancari salah satu tokoh sesepuh Desa Watu Diran yang bernama Petrus Hugo Pulung. Petrus ini juga adalah pemilik lahan Danau Koliheret.

Petrus menceritakan kisah yang membuat Danau Koliheret angker.

Ia menceritakan, dahulu sekitar ratusan tahun silam, nenek moyang orang Watu Diran membuka kebun di sebuah daerah yang bernama Duking. Lumbungnya berada di Wua Bahang Bale Kloang.

Saat menjaga lumbung, keduanya hidup ibarat suami isteri. Meski menurut adat hal itu dilarang. Usai memanen, keduanya kembali ke Kampung Koliheret.

Petrus menuturkan, dulu nenek moyang mereka biasanya melakukan tradisi syukuran usai panen di Kampung Koliheret. Tradisi itu pun tetap ada sampai sekarang. Tradisi itu namanya "Togo Pare".

Di dalam kampung inilah keduanya bersuka ria. Keduanya mengikuti tarian Tandak bersama masyarakat Kampung Koliheret.

Dia melanjutkan, pada saat pesta adat ada orang yang tidak ikut menari bersama sehingga luput dari bencana. Keturunan mereka hingga saat ini masih ada di sebuah kampung yang namanya Ilianit.

"Waktu itu, ada seorang perempuan tua yang selamat dan membawa ayam. Tetapi karena dia menoleh ke belakang, dia berubah jadi batu yang saat ini ada di dekat danau," sambung Petrus.

Petrus menceritakan, pada waktu-waktu tertentu di permukaan danau ada muncul tiang-tiang rumah warga yang ikut tenggelam saat bencana menimpa Kampung Koliheret. Selain itu, ada juga pohon Koli yang sewaktu-waktu muncul ke permukaan danau.

Ia juga menceritakan, ayam milik warga yang tenggelam masih hidup hingga saat ini di tengah danau. Nama ayam-ayam tersebut ayam Rano yang sewaktu-waktu muncul ke permukaan danau. Terkadang ayam tersebut muncul apabila dipanggil warga dengan memukul kayu dan bertepuk tangan.

Petrus menambahkan, saat ini Danau Koiheret sudah tidak angker lagi. Masyarakat dan siapa pun bisa masuk untuk menyaksikan keindahan danau di tengah hutan itu.

"Kami sudah buat adat. Danau ini sudah tidak angker lagi. Pemerintah bisa mengembangkan ini jadi tempat wisata supaya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desa," kata Petrus.

https://travel.kompas.com/read/2019/04/27/141500327/sejarah-di-balik-angkernya-danau-koliheret-di-sikka-flores-

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Catat, Syarat Naik Kereta Api untuk Libur Nataru

Catat, Syarat Naik Kereta Api untuk Libur Nataru

Travel Update
20 Wisata Tahun Baru di Jakarta, Ada Tempat Nongkrong Instagramable 

20 Wisata Tahun Baru di Jakarta, Ada Tempat Nongkrong Instagramable 

Jalan Jalan
Alun-alun Bandungan Sudah Buka, Jadi Jujugan Baru Wisatawan

Alun-alun Bandungan Sudah Buka, Jadi Jujugan Baru Wisatawan

Travel Promo
Serba-serbi Jelang Natal 2022 di Gereja Katedral Jakarta, Jemaat Bisa Parkir di Masjid Istiqlal

Serba-serbi Jelang Natal 2022 di Gereja Katedral Jakarta, Jemaat Bisa Parkir di Masjid Istiqlal

Jalan Jalan
5 Aktivitas Wisata di Korea 360 Jakarta, Bisa Bikin Konten

5 Aktivitas Wisata di Korea 360 Jakarta, Bisa Bikin Konten

Jalan Jalan
Kondisi Jalan Cemara Sewu ke Sarangan, Magetan, Awas Rawan Rem Blong

Kondisi Jalan Cemara Sewu ke Sarangan, Magetan, Awas Rawan Rem Blong

Travel Tips
Ratusan Koleksi Museum Katedral Jakarta, Ada Potongan Tulang

Ratusan Koleksi Museum Katedral Jakarta, Ada Potongan Tulang

Jalan Jalan
10 Tips Naik Kapal Feri bagi Pemula yang Wajib Diketahui

10 Tips Naik Kapal Feri bagi Pemula yang Wajib Diketahui

Travel Tips
Musisi Ade Govinda Kagumi Keindahan dan Kesejukan Kota Takengon

Musisi Ade Govinda Kagumi Keindahan dan Kesejukan Kota Takengon

Travel Update
Erupsi Semeru 2022, Jalur Alternatif Malang-Lumajang via Curah Kobokan Putus

Erupsi Semeru 2022, Jalur Alternatif Malang-Lumajang via Curah Kobokan Putus

Travel Update
Refund Tiket Pesawat, Berapa Persen Uang Tiket Pesawat Dikembalikan?

Refund Tiket Pesawat, Berapa Persen Uang Tiket Pesawat Dikembalikan?

Travel Tips
Erupsi Semeru 4 Desember 2022, Desa Wisata Ranu Pani Aman

Erupsi Semeru 4 Desember 2022, Desa Wisata Ranu Pani Aman

Travel Update
Puncak Waringin Labuan Bajo Segera Buka, Dikelola Pemda Manggarai Barat

Puncak Waringin Labuan Bajo Segera Buka, Dikelola Pemda Manggarai Barat

Travel Update
8 Hotel Dekat Taman Bunga Celosia Bandungan, Cocok untuk Keluarga

8 Hotel Dekat Taman Bunga Celosia Bandungan, Cocok untuk Keluarga

Jalan Jalan
10 Wisata di Kota Batu dan Malang, Pas Dikunjungi Saat Libur Nataru

10 Wisata di Kota Batu dan Malang, Pas Dikunjungi Saat Libur Nataru

Jalan Jalan
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.