Salin Artikel

Situs Patung Buddha Terbesar di Dunia Kembali Dibuka untuk Umum

KOMPAS.com - Patung Buddha raksasa di China bernama Buddha Leshan baru-baru ini menjalani pemeriksaan rutin yag biasanya dilakukan 6 bulan sekali. Hal ini dilakukan setelah patung Buddha terbesar di dunia tersebut telah mengalami degradasi akibat pelapukan, polusi udara, dan kerumunan wisatawan.

Namun, pekan lalu situs ini secara resmi dibuka kembali untuk wisatawan.

Pembukaan situs patung terbesar di dunia ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat dunia. Pasalnya, siapa saja yang melintasi patung ini pasti akan merasa kagum.

Situs ini terletak di dekat kota Leshan di provinsi Sichuan, Cina Barat Daya. Dengan tinggi 71 meter, patung ini meraih gelar patung Buddha terbesar di dunia dan patung pra-modern tertinggi di dunia.

Bahu patung Buddha ini memiliki lebar 28 meter, bahkan kuku terkecilnya cukup Anda jadikan sebagai tempat duduk.

Patung batu yang menakjubkan itu diukir dari tebing batu pasir merah Cretaceous yang terletak di pertemuan Sungai Min dan Sungai Dadu.

Menurut sejarah, patung itu dibangun selama periode 90 tahun antara 713 dan 803 selama Dinasti Tang yang awalnya dipimpin oleh seorang biarawan Cina bernama Hai Tong.

Konstruksi patung ini ternyata mampu mengubah arus sungai sehingga membuat air lebih aman untuk kapal yang melintas.

Patung ini juga dilengkapi dengan sistem drainase yang canggih yang memiliki pipa drainase yang mampu mengalirkan air hujan sehingga dapat mengurangi pelapukan patung.

Karena ukurannya yang begitu besar dan menakjubkan, masyarakat lokal membuat ungkapan “The mountain is a Buddha and the Buddha is a mountain".

Yang lebih menarik, pada tahun 1996, Area Pemandangan Gunung Emei, termasuk Area Pemandangan Buddha Leshan, terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Agama Budha masih sangat dominan di Tiongkok.

Untuk menjaga keamanan pengunjung, pada Oktober 2018 hingga Maret 2019, Buddha Leshan diperiksa menggunakan teknologi canggih seperti survei udara melalui drone, pemindaian laser 3D, dan metode resistivitas kepadatan tinggi yang canggih.

Menurut komite manajemen Area Pemandangan Buddha Leshan, hal ini terpaksa dilakukan karena patung itu mengalami retakan dan beberapa kerusakan di bagian dada dan perutnya.

Menurutnya ini bukanlah kali pertama Buddha Leshan harus menjalani pekerjaan restorasi.

Pada tahun 2001, proyek senilai 37,1 juta dollar AS ini menjalani pembersihan bangunan, perbaikan struktur batu semen, perbaikan keretakan, dan pemasangan pipa drainase.

Langkah ini dilanjutkan dengan perbaikan lain pada tahun 2007 untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh pelapukan dan hujan asam.

https://travel.kompas.com/read/2019/04/30/140900627/situs-patung-buddha-terbesar-di-dunia-kembali-dibuka-untuk-umum

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.