Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pesona Menakjubkan Salar de Uyuni, "Cermin Langit" Raksasa di Bolivia

KOMPAS.com – Dunia memang memiliki berbagai keunikan alam. Ada banyak tempat unik di dunia yang memiliki berbagai keunikan alam dengan pesona nan membuat takjub banyak orang.

Bahkan saking uniknya, muncul banyak pertanyaan dari orang-orang yang mengunjungi suatu keunikan fenomena alam tentang bagaimana proses terbentuknya. Bahkan, tidak jarang orang-orang mengira jika fenomena alam itu dibuat dengan sengaja.

Salah satu fenomena alam paling memukau di dunia adalah Salar de Uyuni yang berada di Negara Bolivia. Tempat ini begitu terkenal karena menyajikan atraksi menawan berupa cermin langit raksasa yang tidak bisa dijumpai di belahan dunia lain.

Salar de Uyuni berada sekitar 200 kilometer sebelah selatan Ibukota Bolivia, La Paz. Uyuni merupakan kota terdekat untuk bisa menjelajah fenomena alam yang paling unik di dunia ini.

Cermin Langit Raksasa

Salar de Uyuni sejatinya merupakan danau garam terbesar di dunia. Tempat ini mampu menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya untuk datang kemari karena fenomena spektakuler berupa cermin langit raksasa.

Refleksi langit yang nyaris sempurna dari luasnya hamparan danau garam membuat menjadikan panorama di Salar de Uyuni begitu spektakuler. Inilah yang menyebabkan tempat ini dijuluki cermin langit raksasa.

Permukaan danau yang mampu memantulkan langit menjadikannya sekilas memang mirip dengan cermin. Pantulan langit biru di permukaan danau membuat seolah langit menyatu dengan bumi.

Langit dan bumi yang seolah menyatu membuat cakrawala seolah tidak berujung di sini. Berada di tengah danau ini akan memunculkan perspektif yang berbeda-beda bagi siapa pun yang melihatnya.

Dengan sudut pandang yang pas, orang yang sedang berdiri di atas Salar de Uyuni seolah tengah berpijak pada cermin nan begitu luas. Rasanya panorama seperti itu merupakan sesuatu yang mustahil.

Selain itu ketika langit menyatu dengan bumi, berdiri di tengah Salar de Uyuni rasanya seperti terbang di angkasa. Tidak jarang mereka yang pertama kali melihatnya menganggap hasil jepretan di Salar de Uyuni adalah editan.

Tak hanya menawarkan keunikan fenomena alam berupa cermin langit raksasa. Wisatwan juga menyaksikan keunikan lain di Salar de Uyuni berupa kuburan kereta api.

https://travel.kompas.com/read/2019/05/02/210800427/pesona-menakjubkan-salar-de-uyuni-cermin-langit-raksasa-di-bolivia

Terkini Lainnya

Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Travel Update
Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Travel Update
Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke