Salin Artikel

Diminati Wisatawan, Tenun Ikat Bukukan Nilai Transaksi Tertinggi di Festival Sandalwood

KOMPAS.com - Festival Sandalwood 2019 berhasil menarik minat wisatawan dengan beragam keunikan yang dimiliki. Festival yang diselenggarakan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menawarkan Parade Kuda Sandel dan Expo Tenun Ikat Sumba sebagai daya tarik utama.

“Wisatawan sangat tertarik dengan konten-konten yang ditampilkan Festival Sandalwood, seperti expo tenun yang menampilkan seluruh motif di Sumba Timur," terang Kepala Dinas Pariwisata Sumba Timur Umbu Maramba Meha di Waingapu.

Menurut dia, kain tenun diminati karena memiliki motif eksotis serta proses pembuatannya masih tradisional. Corak tenun yang ditampilkan dalam expo di antaranya Kambera, Kanantang, Kaliuda, Rindi dan Umalulu.

Motif Kambera memiliki 18 corak dan Rindi 11 motif. Sementara itu, Umalulu memiliki 8 corak dan 3 motif yang masing-masing dimiliki Kaliuda juga Kanatang.

Karena sangat diminati wisatawan, tak heran pada festival yang ditutup, Jumat (12/7/2019) lalu itu, berhasil mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp250 juta hingga Rp300 juta dari 2 hari penyelenggaraan Expo.

Dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Senin (15/7/2019) dijelaskan, transaksi tertinggi diraih oleh kain tenun Kanantang yang dijual Rp 50 juta per lembar. Kain tenun berusia 50 tahun ini memiliki warna dasar biru dengan ukuran sekitar 1,5 x 3,5 meter.

Harga tenun ikat Sumba sendiri sangat beragam. Umumnya perlembar kain dibanderol mulai dari Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta. Namun, ada juga yang dijual dengan harga Rp 300.000.

Kontribusi bagi ekonomi

Tidak hanya tenun, secara keseluruhan Festival Sandalwood 2019 mampu berkontribusi optimal terhadap perekonomian masyarakat dan para pelaku bisnis di Sumba Timur.

"Artinya, mereka mendapatkan manfaat secara ekonomi melalui agenda tersebut. Pergerakannya tentu akan terus berlanjut. Event tersebut mampu mengangkat Sumba Timur dan Pulau Sumba,” ungkap Don Kordono, Minggu (14/7/2019).

Selain tenun, menurut Ketua Tim Pelaksana Calendar of Events (CoE) Kemenpar Esthy Reko Astuty, wisata belanja dan kuliner turut berkontribusi menorehkan capaian positif.

"Industri kreatif tenun memang besar. Namun, wisatawan juga menikmati beragam wisata belanja. Selain tenun, ada kuliner dan ini jumlahnya pasti maksimal," ujar Esthy.

Hal itu terbukti dari spending wisatawan yang cukup besar. Esthy menjelaskan, wisatawan mancanegara (wisman) memiliki kemampuan spending sebesar 1.240,22 dollar Amerika Serikat (AS) dan wisatawan nusantara (wisnus) Rp 800.000.

Sementara itu, para pemilik hotel ikut menikmati pendapatan optimal dari penyelenggaraan festival tersebut. Okupansi hotel mencapai angka 90 persen selama festival berlangsung. Jumlah ini naik 30 persen dari okupansi rata-rata di hari biasa.

“Semua lini industri pariwisata di Sumba Timur, bahkan mungkin Pulau Sumba, ikut mendapat berkah ekonomi. Dengan potensi bisnis dan kontennya yang eksotis, Festival Sandalwood bisa dimaksimalkan. Dengan begitu, masa tinggal wisatawan menjadi lebih lama di Sumba Timur,” tegas Asisten Depduti Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani.

Travel Agent/Tour Operator (TA/TO) pun tak mau ketinggalan untuk memanfaatkan peluang itu. Mereka menawarkan berbagai paket wisata menarik bertema Escape to Sumba.

Melalui paket 4 hari 3 malam (4D3N) dan 7 hari 6 malam (7D6N), para TA/TO berhasil meraup pendapatan sekitar Rp27,1 juta. Selain itu, ada juga paket 3D2N dengan harga Rp1,9 juta per pax dan Rp2,65 Juta per 2 pax. Untuk paket 5D4N harganya Rp 4,2 juta per pax.

Melihat optimalnya dampak ekonomi dari penyelenggaraan Festival Sandalwood 2019, Menpar Arief Yahya berharap, ajang tersebut dapat dilakukan untuk jangka panjang. Pasalnya, acara ini dapat menjadi pemantik arus wisatawan yang optimal.

"Sebab, potensi transaksi atau keuntungan ekonomi jangka panjang akan lebih besar. Untuk itu, aliran wisatawan harus dijaga agar optimal sepanjang tahun,” pungkas Menpar.

https://travel.kompas.com/read/2019/07/15/105927327/diminati-wisatawan-tenun-ikat-bukukan-nilai-transaksi-tertinggi-di-festival

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tempat Wisata Sekitar Puncak Argapura Ketep Pass Magelang

7 Tempat Wisata Sekitar Puncak Argapura Ketep Pass Magelang

Jalan Jalan
Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Travel Update
Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Jalan Jalan
Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Travel Update
Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Jalan Jalan
Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Travel Update
Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Travel Update
Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Travel Update
Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Travel Update
Hari Kelima Travel Bubble Singapura-Indonesia, Turis Asing Masih Sepi

Hari Kelima Travel Bubble Singapura-Indonesia, Turis Asing Masih Sepi

Travel Update
Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Travel Update
Jangan Lakukan 3 Kesalahan Umum Ini Saat Bikin Paspor via M-Paspor

Jangan Lakukan 3 Kesalahan Umum Ini Saat Bikin Paspor via M-Paspor

Travel Tips
8 Pecinan di Indonesia yang Penuh Sejarah

8 Pecinan di Indonesia yang Penuh Sejarah

Jalan Jalan
Cara Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Setelah Daftar via M-Paspor

Cara Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Setelah Daftar via M-Paspor

Travel Tips
Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Travel Update
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.