Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cokelat Ransiki, Pengembangan Kakao Berkelanjutan di Papua Barat

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebatang cokelat dari Pipiltin Cocoa bernama Ransiki 72 persen tampak seperti cokelat pada umumnya. Selain cita rasa yang khas, cokelat Rasinki ini juga terbilang unik karena menjadi produk akhir dari perjalanan panjang dan kerja sama berbagai pihak di Papua Barat.

Perjalanan cokelat Ransiki dimulai dari Desa Abreso, Dusun Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat.

Kakao merupakan komoditas lokal yang dihasilkan lewat hutan zona penyangga di area Pegunungan Arfak. Masyarakat setempat sejak lama menjadi petani kakao dan mencapai puncak kejayaan pada 1980-an. Sampai akhirnya usaha harus terhenti lantaran perusahaan penerima pasokan kakao rasinki gulung tikar.

"Kakao ini sempat ditinggalkan oleh masyarakat setempat sejak 2006. Sampai ada pemekaran daerah dan dibentuk koperasi kembali pada 2017," Kata Kepala Koperasi Petani Cokran Eiber Suth di Distrik Rasinki, Yusup saat ditemui di acara peluncuran Rasinki 72 persen dari Pipiltin Cocoa di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (22/9/2019).

Geliat petani kakao di Rasinki kembali hidup. Terutama ketika ada kolaborasi dari Pemprov Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, Pipiltin Cocoa, dan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau.

Kini setiap bulan koperasi Eiber Suth menerima sekitar 45 ton kakao. Ada sekitar 200 petani kakao lokal yang menjual kakao ke koperasi.

"Adanya kakao ini membantu kesejahteraan masyarakat, terlihat perbandingan (kesejahteraan) sebelum dan sesudah ada koperasi," Kata Yusup.

Harga kakao fluktuatif. Namun rata-rata satu kilogram kakao dihargai Rp 23.000 sedangkan kakao yang telah difermentasi dihargai Rp 45.000 per kilogram.

Papua Barat mendaulat diri sebagai provonsi dengan 70 persen daerah konservasi. Meski demikian menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat, Professor Charlie D Heatubun bukan berarti Papua Barat tidak menerima investor.

"Kita harus cari jalan untuk menyelaraskan kelestarian alam, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan yang berkelanjutan," kata Charlie.

Strategi yang diambil oleh pemerintah Papua Barat dijelaskan oleh Charlie adalah dengan tidak menghabiskan lahan di hulu. Menemukan pasar, mengetahui permintaan, dan memperbaiki rantai pasok.

Ia berharap cokelat Ransiki dapat menjadi pembuka jalan dan menarik investor untuk mau berbisnis yang selaras dengan alam di Papua Barat.

"Branding konservasi bukan berarti berhenti untuk bisnis tetapi bisa lewat bisnis yg bertanggung jawab juga ecotourism," jelas Charlie.

Ada cokelat, kopi, pala, lawang, minyak mesohi, kelapa, buah merah, dan hasil perikanan yang masih bisa digarap di Papua Barat. Masyarakat setempat, menurut Charlie sendiri, sudah sadar akan pentingnya berbisnis yang selaras dengan alam. Mengingat selama turun temurun masyarakat Papua hidup dari alamnya sendiri.

"Mereka tahu ketika hutan-hutan ditebang, berarti akan berpengaruh pada kualitas dan rasa dari cokelat yang mereka tanam. Juga untuk kegiatan ecotourism seperti bird watching," kata Charlie.

Ketua Koperasi Eiber Suth Yusup mengatakan bahwa yang mereka harapkan hanyalah investor seperti Pipiltin Cocoa, yang mau berbisnis dapat memberi bantuan manajemen untuk koperasi.

Sebab potensi cokelat di Rasinki terbilang besar, dengan koperasi mengelola 200 hektar lahan dan total 200 orang petani mengelola 1.668 hektar tanaman kakao.

https://travel.kompas.com/read/2019/08/22/211100627/cokelat-ransiki-pengembangan-kakao-berkelanjutan-di-papua-barat

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemeriahan Cap Go Meh 2023 di Bogor, Beda dari Tahun-tahun Sebelumnya

Kemeriahan Cap Go Meh 2023 di Bogor, Beda dari Tahun-tahun Sebelumnya

Travel Update
Dikunjungi Jennie Blackpink, Ini 8 Fakta Masjid Agung Sheikh Zayed

Dikunjungi Jennie Blackpink, Ini 8 Fakta Masjid Agung Sheikh Zayed

Jalan Jalan
Sendratari Ramayana Prambanan yang Tampil pada Seremoni Pembukaan ATF 2023

Sendratari Ramayana Prambanan yang Tampil pada Seremoni Pembukaan ATF 2023

Jalan Jalan
4 Penginapan Dekat Tempat Wisata Boemisora Semarang, Bisa Camping

4 Penginapan Dekat Tempat Wisata Boemisora Semarang, Bisa Camping

Jalan Jalan
Cara ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok Naik KRL dan Kendaraan Pribadi

Cara ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok Naik KRL dan Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Fasilitas Niang Komodo di Pulau Rinca Diresmikan, Sumber Info Wisata dan Edukasi

Fasilitas Niang Komodo di Pulau Rinca Diresmikan, Sumber Info Wisata dan Edukasi

Travel Update
Festival Pecinan Cirebon 2023, Komitmen Jaga Sejarah dan Tradisi Tionghoa di Tanah Wali

Festival Pecinan Cirebon 2023, Komitmen Jaga Sejarah dan Tradisi Tionghoa di Tanah Wali

Travel Update
Ribuan Pengunjung Padati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Ribuan Pengunjung Padati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Travel Update
Sejumlah Fasilitas di TN Komodo Perlu Dibenahi Demi Kenyamanan Wisatawan

Sejumlah Fasilitas di TN Komodo Perlu Dibenahi Demi Kenyamanan Wisatawan

Travel Update
Festival Imlek di Banyuwangi, Ada Beragam Jajanan Khas Tionghoa

Festival Imlek di Banyuwangi, Ada Beragam Jajanan Khas Tionghoa

Jalan Jalan
10 Fakta Visa Transit Arab Saudi, Bisa Umrah dan Ziarah

10 Fakta Visa Transit Arab Saudi, Bisa Umrah dan Ziarah

Jalan Jalan
Main ke Boemisora Semarang, Bisa Belanja 2 Oleh-oleh Ini

Main ke Boemisora Semarang, Bisa Belanja 2 Oleh-oleh Ini

Jalan Jalan
Pelayaran Rute Kepri-Kalbar Kini hanya 24 Jam Pakai Kapal Roro Terbaru

Pelayaran Rute Kepri-Kalbar Kini hanya 24 Jam Pakai Kapal Roro Terbaru

Travel Update
Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Travel Tips
Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+