Salin Artikel

Indonesia Vs Malaysia, Siapa yang Unggul dari Segi Indeks Daya Saing Pariwisata?

Malaysia berada di peringkat 29, sementara Indonesia berada di peringkat 40 dari total 140 negara.

Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia berada di posisi kedua setelah Singapura. Indonesia berada di posisi keempat.

Malaysia memiliki skor indeks daya saing pariwisata senilai 4,5, sedangkan skor Indonesia yaitu 4,3.

Adapun skala penilaian yaitu 1 untuk terburuk sedangkan angka 7 untuk terbaik.

Malaysia unggul di pillar lingkungan pendukung pariwisata, persaingan harga, dan infrastruktur pendukung.

Adapun skala penilaian yaitu 1 untuk terburuk sedangkan angka 7 untuk terbaik.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan posisi Malaysia selalu ada di atas Indonesia. Ia mengatakan indeks daya saing pariwisata tahun 2011, Malaysia sudah ada di peringkat 35, sedangkan Indonesia di posisi 74 atau terpaut 39 peringkat.

Adapun perjalanan peringkat Malaysia tahun 2013 (25) sementara di awal kepemimpinan Jokowi, Indonesia ada di peringkat 70.

Di tahun 2015, Malaysia turun satu peringkat menjadi 26, sedangkan naik menjadi posisi 50 atau naik 20 peringkat.

Di tahun 2017, Malaysia di peringkat 29 atau turun lagi 3 peringkat, sedangkan Indonesia naik ke posisi 42 atau naik 8 peringkat.

Di tahun 2019, Malaysia di peringkat 29, sedangkan Indonesia di peringkat 42.

"Jadi kalau dibuat grafik, maka Malaysia trendnya turun, dari posisi 35 - 34 - 25 - 26 - 29.
Lihat grafik Indonesia, trendnya naik: 74 - 70 - 50 - 42 - 40," Arief dalam pesan singkat kepada KompasTravel, Kamis (5/9/2019) malam.

Menurut Arief, pebisnis dan investor lebih melihat proyeksi daripada performance pariwisata suatu negara.

"Jadi, terhadap daya saing pariwisata Malaysia, saya bisa membayangkan, untuk mengalahkannya. Ketika kita bisa membayangkan, maka kita juga bisa mewujudkannya," tambahnya.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Malaysia pada tahun 2017 sebanyak 25.948.500 orang. Sementara, pendapatan dari sektor pariwisata 18,3 miliar dollar AS.

Pada tahun 2015, Indonesia berada di peringkat 50 dunia. Pada tahun 2017, peringkat Indonesia melonjak menjadi peringkat 42. Sementara, pada tahun 2019, pemerintah Indonesia menargetkan naik ke peringkat 30 di dunia.

Terkait devisa, sumbangan dari sektor pariwisata terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2015 tercatat pariwisata menyumbang 12,2 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Kemudian, tahun 2016 naik menjadi 13,6 miliar dollar AS dan tahun 2017 menjadi 15 miliar dollar AS.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 15,81 juta wisatawan. Bila dibandingkan tahun 2017, kunjungan wisatawan mancanegara naik 12,58 persen.

Selama lebih dari satu dekade, World Economic Fourm melibatkan para pemimpin sektor pariwisata untuk melakukan analisis mendalam tentang daya saing pariwisata.

Diterbitkan dua tahun sekali, Laporan The Travel & Tourism Competitiveness Report menjadi tolok ukur daya saing pariwisata dari 140 ekonomi dan mengukur serangkaian faktor dan kebijakan yang memungkinkan pengembangan berkelanjutan sektor pariwisata.

https://travel.kompas.com/read/2019/09/05/194238227/indonesia-vs-malaysia-siapa-yang-unggul-dari-segi-indeks-daya-saing

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Travel Update
Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Travel Update
Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Travel Update
Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Travel Update
Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Travel Update
Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Travel Update
Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

Jalan Jalan
Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Travel Tips
Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Travel Update
Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Travel Update
Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Travel Tips
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.