Salin Artikel

Klarifikasi Yayasan Terumbu Rupa tentang Karang Rusak di Pantai Jikomalamo

YTR juga sudah menyadari ada sebagian karang yang akan terdampak ketika instalasi ditenggelamkan.

Ketua Pengurus YTR, Asrul Hanif Arifin mengatakan dalam klarifikasinya, keputusan terbaik yang diambil guna mengurangi resiko dampak negatif pada karang adalah menumpangkan instalasi di area karang dengan luas cakupan 0,53 meter persegi.

Hal ini dengan pertimbangan bahwa area karang yang ditumpangkan adalah seminimal mungkin sehingga mengurangi resiko negatif pada karang.

Kemudian, langkah berikutnya, cakupan area karang 0,53 meter persegi yang terdampak akan tergantikan dengan karang-karang baru yang terpasang pada instalasi dan juga natural rekrutmen karang.

Estimasi cakupan luasnya 61,6 meter persegi (atau 80 persen dari luas area kubah).

Penenggelaman instalasi kubah seberat 400 kilogram ini melibatkan 20 penyelam dengan menggunakan pelampung 8 buah drum, satu kapasitas 200 liter dan lift bag berkapasitas total 400 lbs.

Hal ini yang membuat proses penurunan berlangsung secara lambat selama 25 menit dengan tujuan instalasi dapat mendarat halus di dasar laut.

Adapun titik lokasi penenggalaman instalasi terletak di luas 7x7m dengan kedalaman 6,5 m saat surut dan 8-10 m saat pasang.

Semua instalasi tersebut sudah diturunkan di berbagai tempat di Indonesia sejak 2014, termasuk di antaranya pantai Waha -Wakatobi, Pulau Sepa – Kepulauan Seribu Jakarta, Pulau Bangka – Sulawesi Utara, dan berbagai tempat lainnya.

YTR mengatakan dalam setiap pengerjaan proyek selalu berkonsultasi dengan pemerintah lokal, para tokoh yang berkaitan dengan dunia selam Indonesia, serta para ahli di bidang kelautan dan perikanan.

Dikatakan YTR pula, mereka mengedukasi pentingnya menjaga laut kepada masyarakat.

Menurut YTR, pilihan yang jatuh pada pantai Jikomalamo dilandasi lima pertimbangan.

Pertama adanya area yang cukup luas dengan kontur rata di bawah laut untuk meletakkan struktur ARTificial Reef di tempat yang karangnya sudah rusak; kedua, kualitas air yang ideal untuk tumbuh kembang karang.

Alasan ketiga, tersedianya bibit karang untuk ditransplantasi pada struktur; keempat, tersedianya logistik penyelaman yang dekat dengan lokasi ARTificial Reef; dan kelima keinginan untuk mendorong potensi pariwisata Pantai Jikomalamo.

YTR melanjutkan, dalam klarifikasinya, perizinan diajukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kota Ternate yang telah menerbitkan surat izin pada tanggal 5 Agustus 2019. Perizinan ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kota Ternate, Ruslan Bian.

Selain itu, YTR juga telah memastikan pertumbuhan karang akan berjalan sebagaimana yang diharapkan.

YTR menempatkan secara penuh selama 2 tahun dengan 2 orang tenaga pemeliharaan dan monitoring karang.

Adapun kegiatan pemeliharaan mencakup pemasangan bibit karang dan pengukuran pertumbuhan, dan pembersihan karang dari invasi alga dan sponge yang bisa mengganggu pertumbuhan.

Sementara, penggantian bibit karang jika ada bibit yang pertumbuhannya kurang baik, identifikasi dan pengawasan pertumbuhan karang dari rekrutmen alami, dan identifikasi biota laut yang ditemui di struktur ARTificial Reef.

Tak hanya itu, seluruh kegiatan pemeliharaan dan monitoring akan didokumentasikan dalam laporan setiap tiga bulan dengan dibantu pengawasan dari Kampus Universitas Khairun, Ternate.

YTR juga mengundang secara terbuka bagi pihak-pihak yang ingin melakukan penelitian struktur ARTificial Reef.

Terakhir, YTR bertekad untuk terus melestarikan terumbu karang sebagai warisan kepada generasi penerus dan mengajak semua pihak bergandengan tangan demi laut Indonesia yang lebih baik.

Sebagai organisasi yang masih terhitung muda berkecimpung di pelestarian terumbu
karang, YTR menyadari masih harus terus belajar dan berkenan menerima berbagai
masukan dan kritik membangun dari para pemangku kepentingan.

Dengan semangat untuk terus melestarikan terumbu karang sebagai warisan kepada generasi penerus, YTR dengan tangan terbuka mengajak semua pihak bergandeng tangan demi laut Indonesia yang lebih baik.

Sebelumnya, penurunan instalasi Daun Khatulistiwa karya Teguh Ostenrik dinilai merusak terumbu karang. Hal ini dikatakan Divemaster Ternate, Adita Agoes. Ia memprotes penenggelaman ini karena mengenai terumbu karang yang hidup.

“Semua yang diturunkan itu merusak kalo dilihat data sih (bis, spbu, dll), dan dari jenisnya sih akan dijadikan media wisata kalo menurut saya, karena dibuat sebagai spot foto,” kata Adita lewat pesan kepada Kompas.com, Selasa (1/10/2019).

https://travel.kompas.com/read/2019/10/04/185609427/klarifikasi-yayasan-terumbu-rupa-tentang-karang-rusak-di-pantai-jikomalamo

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.