Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Terdampak Virus Corona, Apakah Jepang Aman untuk Dikunjungi?

JAKARTA, KOMPAS.com  - Jepang termasuk salah satu negara yang terdampak virus corona dan jumlah kasusnya pun kian bertambah. Saat ini disebutkan 40 orang terinfeksi.

Lantas, apakah aman jika wisatawan pergi berlibur ke Jepang?

Shogo Isobe, Senior Director, Jakarta Office Japan National Tourism Organization mengatakan saat ini Jepang masih aman untuk dikunjungi oleh wisatawan.

"Sekarang di Jepang masih dikatakan aman dan virus corona tidak terlalu berbahaya, sehingga wisatawan tidak perlu untuk terlalu kawatir," jelas Isobe, saat ditemui di HSBC-ANA Travel Fair 2020 di Central Park, Kamis (6/2/2020).

Namun, ia mengimbau para wisatawan untuk menggunakan masker selama berkunjung ke Jepang. Selain itu, wisatawan juga perlu menjaga kebersihan tubuh, seperti cuci tangan dan menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit.

Sementara itu, Christian Bradley, Digital & Marketing Staff All Nippon Airways Jakarta mengungkapkan, virus corona belum berdampak pada penerbangan ANA dari Indonesia ke Jepang.

"Dari ANA sendiri belum ada penerbangan yang dibatalkan ke Jepang, Jepang masih aman. (Namun) pastinya flight dari wuhan yang sudah kita suspense sementara, karena corona virus," papar Christian saat ditemui, Kamis (6/2/2020).

All Nippon Airways juga berpatokan dari JNTO yang menyatakan Jepang masih aman dari virus corona.

Oleh karena itu, penumpang yang akan pergi ke Jepang tidak perlu khawatir karena Pemerintah Jepang belum mengeluarkan travel warning.

Sementara itu, pihak dari agensi perjalanan Panorama JTB juga masih membuka paket tur yang berangkat ke Jepang. Agensi perjalanan itu baru-baru ini memberangkatkan wisatawan melalui turnya ke Jepang dan semunya aman terkendali.

Untuk mengantisipasi dan menambah rasa aman wisatawan local travel agent dari Panorama JTB di Jepang menganjurkan untuk menggunakan masker selama melakukan perjalanan.

"Selain itu juga wisatawan dianjurkan untuk menjaga kebersihan diri sendiri seperi mencuci tangan lalu, menjaga jarak dengan orang lain yang sedang sakit," papar Winda Travel Consultant dari Panorama JTB di HSBC ANA Travel Fair 2020 di Central Park, Kamis (06/02/2020).

Hal serupa juga dilakukan travel agent dari Antavaya yang mengimbau wisatawan dari turnya menggunakan masker ketika berkunjung ke Jepang.

Rya Dwijayanti, Branch Manager Antavaya mengatakan, jika wisatawan yang akan ke Jepang tidak perlu khawatir. Semua perjalanan pesawat dan tur ke Jepang masih aman dan masih berjalan seperti biasa.

Namun, ia mengakui jika pengawasan untuk wisatawan yang datang ke Jepang sudah mulai ketat.

Wisatawan yang memasuki bandara di Jepang akan dites dengan alat detektor. Jika orang tersebut sakit maka akan dikarantina dalam kurun waktu tertentu.

"Ada tamu yang berangkat ke Jepang itu grup tur kami, dicek dulu suhu badan dan keadaan tubuh kalau ada deman pasti akan dikarantina dulu. Begitu pula waktu balik ke Indonesia," papar Rya di Central Park, Kamis (6/2/2020).

https://travel.kompas.com/read/2020/02/07/081000427/terdampak-virus-corona-apakah-jepang-aman-untuk-dikunjungi-

Terkini Lainnya

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Travel Update
Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Jalan Jalan
Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke