Salin Artikel

Berburu Foto Selfie di Indian Camp, Tempat Wisata Terbaru di Bondowoso

Ada tenda berbentuk segitiga dengan corak warna-warni dipasang dengan rapi. Kain tenda ala suku india itu dilukis dengan berbagai gambar hewan. Mulai dari burung elang, kuda, banteng hingga serigala.

Ada banyak tempat camping di sebelah kanan dan kiri. Sementara pintu masuk dibuat gerbang modern, lalu di tengahnya ada hiasan api unggun.

Tampak dari kejauhan, rumah selfie dengan berbagai gambar di dalamnya. Meskipun tidak berada di tengah hutan. Namun suasana seperti sedang ada di kawasan suku Indian.

Lokasi tempat wisata ini berada tak jauh dari Kota Bondowoso. Hanya sekitar enam kilometer dengan jarak tempuh 15 menit. Tak sulit mencarinya, sebab sudah ada penunjuk jalan yang mengarahkan ke wisata selfie suku Indian.

Setelah melewati tenda camping, pengunjung akan diberi pilihan untuk memakai berbagai aksesoris suku Indian, suku asli asal Amerika ini.

Seperti kostum penutup kepala yang terbuat dari bulu ayam. Kemudian, ada juga baju dan tongkat lengkap menirukan penampilan suku Indian.

Kostum yang dipakai oleh suku Indian ini disewakan dengan murah. Hanya Rp 5.000. Begitu juga penutup kepala yang terbuat dari bulu ayam. Sewa satu paket Rp 10.000.

Setelah memakai kostum suku Indian tersebut, para pengunjung langsung menyalakan gawainya, memilih aplikasi kamera. Lalu mencari spot foto menarik untuk swafoto.

Ada satu ruangan khusus yang didesain dengan unik untuk foto selfie. Memasuki kamar ini, musik khas suku Indian terdengar merdu.

Di dalam, ada spot yang seringkali dipakai untuk foto selfie. Bahkan, bisa digunakan untuk foto pre-wedding.

Selesai di sana, bisa mencoba masuk ke kemah. Masuknya harus menunduk, begitu pula ketika hendak keluar.

Rupanya cara ini memiliki filosofi tersendiri. Yakni hidup itu harus merendah. Spot foto di tenda membuat semakin menarik. Karena foto yang dihasilkan seperti asli suku indian.

Memanfaatkan lahan tak terpakai

Menariknya, destinasi ini merupakan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Desa Penambangan. Memanfaatkan lahan mati yang tidak terpakai.

“Dulu ini lahan mati, rawa-rawa,” kata kepala Desa Penambangan Martha Suprihasti saata ditemui Kompas.com.

Menurut dia, ide untuk membangun tempat wisata itu karena melihat fenomena generasi milenial yang tak bisa dipisahkan dari swafoto.

Apalagi, ketika menemukan tempat yang Instagramable. Akhirnya, pada Oktober 2019 lalu, tempat wisata ini diresmikan.

Ternyata, minat anak muda untuk berkunjung cukup tinggi. Mereka berdatangan untuk menikmati berbagai spot foto unik dan menarik. Destinasi tersebut semakin ramai dengan wisatawan.

“Saya promosikan melalui media sosial, unggah foto yang menarik di Instagram dan Facebook, banyak yang tanya,” terang Martha.

Banyak pengunjung yang mengetahui lokasi destinasi wisata tersebut dari media sosial. Sebab Martha begitu gencar mempromosikan wisata yang dibangun dengan dana desa ini di instagram facebook.

Bahkan, juga menyelenggarakan lomba fotografi untuk mengenalkannya.

“Banyak yang booking untuk mengadakan kegiatan di sini, dari PAUD hingga SMA,” ujarnya.

Setiap hari libur, selalu ramai oleh pengunjung. Para pelajar datang tak hanya untuk berwisata, namun juga belajar permainan tradisional. Bahkan, perempuan yang hobi menulis ini juga menyediakan perpustakaan mini.

Di sela anak-anaknya bermain, orang tua memilih kegiatan lain di tempat ini. Wisata ini juga menyediakan paket keluarga yang hendak berkunjung ke sana.

Malam ada paket hiburan, siang pengenalan pada potensi alam, seperti berkunjung ke lokasi pertanian.

Satu-satunya bertema Indian Camp

Menurut Martha, di Bondowoso, wisata dengan tema Indian Camp baru satu. Sedangkan di Jawa Timur, hanya ada di Kediri.

“Ketika masuk ke rumah selfie, banyak spot foto menarik yang tidak dimiliki oleh destinasi wisata lain,” terangnya.

Suku Indian dipilih sebagai sajian destinasi wisata karena merupakan suku yang sudah terkenal di dunia. Bersifat universal. Semua orang tahu tentang suku ini dan tertarik dengan pakaian yang mereka pakai.

“Suku apache lebih banyak digemari kaum remaja dengan kostumnya yang unik,” imbuhnya.

Harga tiket

Tiket masuk destinasi wisata ini hanya Rp 8.000. Bila ingin berkunjung ramai-ramai, harus pesan dulu melalui media sosial atau nomor kontak pengelola.

Sebab, bila terlalu ramai, wisatawan kurang bisa menikmati tempat ini. Buka sejak pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Semangat mendirikan destinasi wisata ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Masyarakat diminta untuk terus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan pariwisata.

“Pemerintah terus membangun akses sarana pariwisata di Bondowoso,” kata Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin.

Untuk itu, masyarakat diajak agar turut membangun Bondowoso dengan kemampuan yang dimiliki.

Apalagi, mulai bermunculan di desa destinasi wisata yang digagas oleh para pemuda desa. Menggali potensi desa untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar.

https://travel.kompas.com/read/2020/02/09/150518427/berburu-foto-selfie-di-indian-camp-tempat-wisata-terbaru-di-bondowoso

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nikahan Kaesang, Wisata Istana Mangkunegaran Tutup 7-11 Desember 2022

Nikahan Kaesang, Wisata Istana Mangkunegaran Tutup 7-11 Desember 2022

Travel Update
Ini 5 Tips Traveling ke Luar Negeri Antiribet

Ini 5 Tips Traveling ke Luar Negeri Antiribet

BrandzView
Panduan Transportasi ke Museum Katedral Jakarta, Berhenti di Stasiun Juanda

Panduan Transportasi ke Museum Katedral Jakarta, Berhenti di Stasiun Juanda

Travel Tips
Komunikasi Efektif Penting untuk Kenyamanan Wisatawan di Labuan Bajo

Komunikasi Efektif Penting untuk Kenyamanan Wisatawan di Labuan Bajo

Travel Update
Multiple Entry Visa, Tak Hanya Bisa Digunakan untuk Wisata

Multiple Entry Visa, Tak Hanya Bisa Digunakan untuk Wisata

Travel Update
20 Destinasi Wisata Teraman Dunia, Singapura Nomor 1 dan Tak Ada Indonesia

20 Destinasi Wisata Teraman Dunia, Singapura Nomor 1 dan Tak Ada Indonesia

Travel Update
13 Tips Traveling Aman ke Tempat Baru, Riset dan Bawa Perlengkapan

13 Tips Traveling Aman ke Tempat Baru, Riset dan Bawa Perlengkapan

Travel Tips
Jelang Nataru, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Terus Naik

Jelang Nataru, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Terus Naik

Travel Update
30 Tempat Wisata Akhir Tahun di Lembang yang Ramah Anak

30 Tempat Wisata Akhir Tahun di Lembang yang Ramah Anak

Jalan Jalan
Dusun Semilir Akhirnya Akan Grand Opening 8 Januari 2023

Dusun Semilir Akhirnya Akan Grand Opening 8 Januari 2023

Travel Update
Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Travel Update
5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

Jalan Jalan
3 Keunikan Desa Sasak Ende, Rumah Adat hingga Kopi Dicampur Beras

3 Keunikan Desa Sasak Ende, Rumah Adat hingga Kopi Dicampur Beras

Jalan Jalan
20 Destinasi Wisata yang Tidak Aman di Dunia, Indonesia Nomor 10

20 Destinasi Wisata yang Tidak Aman di Dunia, Indonesia Nomor 10

Travel Update
Batik Air Tambah Rute Bali-Melbourne PP Mulai 5 Januari 2023

Batik Air Tambah Rute Bali-Melbourne PP Mulai 5 Januari 2023

Travel Update
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.